Konsultasi

Mandi Jumat Sunnah atau Wajib?

Thu 28 May 2015 - 05:58 | 1239 views
assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
ustadz, saya beberapa waktu lalu membaca sebuah artikel di salah satu portal website islam, dan di situ membahas hukum mandi sebelum shalat jumat, atau mandi jumat. Dikatakan dalam artikel itu bahwa mandi jumat hukumnya wajib karena ada haditsnya yang shahih bahwa mandi jumat itu wajib. Karena wajib maka yang tidak mandi sebelum jumat itu termasuk maksiat dan berdosa, karena memang begitulah kewajiban, ditinggalkan berdosa.

Saya jadi berpikir, berarti selama ini saya selalu berdosa dan itu selalu terulang di setiap hari jumat, karena saya tidak pernah melakukan itu. Sejak subuh saya sudah berangkat kerja, jadi mandi saya ya mandi untuk kesegaran hari biasa saja. pas mau jumatan saya tidak mandi, karena memang waktu istirahat yang tidak cukup, pun tidak ada tempat mandi di masjid dekat tempat saya kerja. pertanyaan saya:

1. bener ngga mandi jumat itu wajib? karena selama ini yang saya tahu itu hukumnya sunnah aja.
2. kalau memang wajib, waktunya kapan?

mohon penjelasannya stadz, tolong disertakan juga teks-teks dari masing-masing madzhab sebagaimana khas-nya artikel-artikel di website ini. syukran.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sejatinya, karena memang ini masalah yang masuk dalam ranah ikhtilaf, maka tidak ada hak kita untuk melabelkan status ‘berdosa’, atau ‘pelaku maksiat’ bagi mereka yang tidak melakukan mandi jumat. Karena bisa saja mereka yang tidak mandi jumat itu memang berpegang kepada pendapat bahwa mandi jumat itu adalah sunnah  dan bukan wajib. Itulah pentingnya mengetahui perbedaan pendapat, selain menambah ilmu, kita juga menjadi bijak dengan pengetahuan itu dan tidak gampang memberikan label negative kepada saudara muslim kita.

Maka, sekarang saatnya kita bahas perdebaan pendapat dalam hal mandi jumat atau mandi shalat jumat.

1. Wajib Mandi Jumat

Ini adalah pendapat resmi madzhab al-Zahiri, yakni para pengikut Imam Daud Abu Sulaiman al-Zahiri. Dan juga salah satu riwayat Imam Malik, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Qairawani dalam kitabnya al-Tahdzib fi ikhtishar al-Mudawwanah (1/309). Dalil yang digunakan adalah hadits shahih dari Nabi s.a.w. dari sahabat Abu Said al-Khudriy yang direkam oleh Imam al-Bukhari dan Muslim:  

غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Mandi Jumat itu wajib bagi muslim yang baligh” (Muttafaq alayh)

Lebih jauh lagi, Imam Ibnu Hazm al-Andalusi, ulama madzhab al-Zahiri mengatakan bahwa madzhabnya tidak hanya mewajibkan mandi jumat, akan tetapi bersiwak dan memakai wewangian pun termasuk dalam kewajiban-kewajiban di hari jumat. Bahkan kewajiban itu tidak hanya untuk laki-laki yang memang wajib shalat jumat, akan tetapi wajib juga bagi wanita yang sejatinya tidak ada kewajiban shalat jumat.

وَغُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَرْضٌ لَازِمٌ لِكُلِّ بَالِغٍ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَكَذَلِكَ الطِّيبُ وَالسِّوَاكُ.

“mandi jumat adalah kewajiban bagi yang sudah baligh dari laki-laki dan juga wanita. Dan termasuk kewajiban adalah memakai wewangian dan bersiwak”. (al-Muhalla 1/255)

2. Sunnah Mandi Jumat

Ini adalah jumhur ulama 4 madzhab termasuk salah satu pendapat dari madzhab al-Malikiyah, yang disebutkan oleh Imam al-Qarafi dalam kitanya al-Dzakhirah dan juga Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayah al-Mujtahid. Dalil yang digunakan jumhur atas kesunahan mandi jumat dan bukan kewajiban adalah:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ

Dari Samurah bin Jundub, Rasul s.a.w. bersabda: “siapa yang berwudhu di hari jumat, maka itu kebaikan. Dan siapa yang mandi, maka mandi itu afdhal (lebih baik).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i dan Ahmad)

 Artinya bahwa kalau memang mandi itu wajib, Nabi s.a.w. tidak akan mengatakan afdhal, yang berarti lebih bai, tapi Nabi s.a.w. mestinya mengatakan itu kewajiban, tapi Nabi s.a.w. tidak mengatakan itu. Jadi bahwa mandi itu lebih baik dari pada wudhu saja. Artinya mandi punya kelebihan sedangkan wudhu itu juga cukup hanya kurang afdhal. Jadi masalahnya bukan wajib dan haram, akan tetapi mana yang paling afdhal saja.

Dan hadits ini sekaligus jadi Qarinah (pembanding) terhadap hadits sahabat Abu Said al-Khudriy yang mengatakan mandi wajib itu wajib. Qarinah  ini menurunkan status kewajiban hadits tersebut ke status kesunahan yang muakkad atau istihbab al-Muakkad dan bukan kewajiban.

Sayyidina Utsman Tidak Mandi Jumat

Menguatkan pendapat jumhur ini, Imam al-Sarakhsi dari kalangan al-Hanafiyah dalam kitabnya al-Mabsuth (1/81) dan juga Imam Ibnu Qudamah dari al-Hanabilah dalam al-Mughni (2/256) menuliskan cerita tentang sayyidina Utsman yang datang shalat Jumat namum Khalifah Umar bin Khathtab sudah di mimbar. Ketika datang, sayyidina Umar pun bertanya kepada Utsman kenapa beliau terlambat.

Sayyidina Ustman menjawab bahwa ada urusan mendesak yang harus diurus sehingga ia harus menyelesaikan itu. Dan urusannya selesai hanya beberapa saat sebelum adzan jumat. Akhirnya beliau mengaku bahwa ia hanya berwudhu saja. Lalu sayyidina Umar dan para sahabat lainnya tidak mengingkari itu, artinya tidak memerintahkan sayyidina Utsman balik ke rumah untuk mandi. Tidak sayyidina Umar, tidak juga para sahabat yang lain. Kalau seandainya wajib pastilah itu dilakukan oleh sayyidina Umar dan para sahabat. Karena sahabat tidak mungkin diam atas maksiat.   

Waktu Mandi Jumat

Dalam hal ini, hanya madzhab Imam Malik yang mensyaratkan bahwa mandi jumat itu waktunya adalah sebelum berangkat ke masjid untuk shalat jumat. Sedangkan madzhab jumhur selain al-Malikiyah menyatakan bahwa mandi jumat itu waktunya sejak terbit fajar jumat. Artinya sejak pagi meniatkan mandi itu sebagai ritual jumat, ia dapat fadhilah itu. Tidak harus ketika ingin berangkat jumat.

Dan satu lagi pendapat yang berbeda, yakni dari Abu Yusuf, beliau adalah murid langsung Imam Abu Hanifah. Beliau mengatakan bahwa mandi jumat itu tidak mesti sebelum jumatan, karena memang bukan untuk shalat jumat. Tapi mandi jumat itu ritual hari jumat yang dilakukan kapan pun selama masih hari jumat. Jadi setelah shalat jumat, masih ada fadhilah mandi jumat tersebut.

Berikut teks-teks dari kitab masing-masing madzhab fiqih:

Madzhab al-Hanafiyah

(وَلَيْسَ الْغُسْلُ بِوَاجِبٍ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ) إلَّا عَلَى قَوْلِ مَالِكٍ - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى -

“Mandi jumat itu bukan wajib, tapi sunnah, kecuali pendapat Imam Malik rahimahullah ta’ala”. (Imam al-Sarakhsi dalam al-Mabsuth 1/89)

Madzhab al-Malikiyah

الْغُسْلُ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ وَحَكَى اللَّخْمِيُّ الْوُجُوبَ لِمَا فِي الصَّحِيحَيْنِ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِل

“Mandi (jumat) itu mandub (sunnah) dan Imam al-Lakhmiy menceritakan kalau mandi jumat itu wajib karena ada hadits dari shahihain (al-bukhari dan muslim) Nabi s.a.w. bersabda ‘kalau salah seorang dari kalian datang jumat-an, maka mandilah’.” (Imam al-Qarafi dalam al-Dzakhirah 2/349)

وغسل الجمعة واجب على كل محتلم، ولا يُجزئ إلا متصلاً بالرّواح

“mandi jumat itu wajib bagi muslim yang sudah baligh, dan tidak sah kecuali jika mandinya bersambungan dengan keberangkatan ke masjid”. (Imam al-Qairawani dalam al-Tahdzib fi ikhtishar al-Mudawwanah 1/309)

Madzhab al-Syafi’iyyah

وَغُسْلُ الْجُمُعَةِ سُنَّةٌ وَلَيْسَ بِوَاجِبٍ وُجُوبًا يُعْصَى بِتَرْكِهِ بِلَا خِلَافٍ عِنْدَنَا

“Mandi jumat itu sunnah dan bukan wajib yang kalau meninggalkannya dikategorikan maksiat, ini pendapat yang tidak diperselisihkan dalam madzhab kami (al-Syafiiyah).” (Imam Nawawi dalam al-Majmu’)

Madzhab al-Hanabilah

(وَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ أَنْ يَغْتَسِلَ، وَيَلْبَسَ ثَوْبَيْنِ نَظِيفَيْنِ، وَيَتَطَيَّبَ) لَا خِلَافَ فِي اسْتِحْبَابِ ذَلِكَ

“disunnahkan mandi jumat bagi yang ingin mendatangi jumat, dan memakai 2 potong pakaian yang bersih dan bersiwak. Tidak ada perbedaan dalam kesunahan ini”. (Imam Ibnu Qudamah dalam al-Mughni 2/256)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Zarkasih, Lc