Jima' Siang Ramadhan, Yang Wajib Membayar Kafarat Hanya Suami?

Thu 7 May 2015 09:45 | 0
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وَلا خِلافَ فِي وُجُوبِ الْكَفَّارَةِ عَلَى الرَّجُلِ بِالْجِمَاعِ , وَأَمَّا الْمَرْأَةُ فَكَذَلِكَ يَجِبُ عَلَيْهَا عِنْدَنَا إذَا كَانَتْ مُطَاوِعَةً

Dan tidak ada perbedaan diantara kami mengenai kewajiban kafarat atas sang suami. Adapun sang istri maka menurut kami wajib baginya juga untuk membayar kafarat jika dia melakukan jima’ atas keinginan dirinya sendiri.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 681 | Amrozi

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

ثُمَّ عِنْدَنَا كَمَا تَجِبُ الْكَفَّارَةُ بِالْوِقَاعِ عَلَى الرَّجُلِ تَجِبُ عَلَى الْمَرْأَةِ . وَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ فِي قَوْلٍ : لَا تَجِبُ عَلَيْهَا لِأَنَّهَا مُتَعَلِّقَةٌ بِالْجِمَاعِ وَهُوَ فِعْلُهُ وَإِنَّمَا هِيَ مَحَلُّ الْفِعْلِ

Kemudian menurut kami kewajiban kafarat itu dibebankan kepada istri sebagaimana dibebankan pula pada suami. Imam syafii mengatakan tidak wajib bagi sang istri untuk membayar kafarat. Karena kafarat itu berhubungan dengan jima’ yang dilakukan oleh sang suami. Sedangkan sang istri itu hanya tempat melakukan jima saja..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 2 hal. 188 | Ajib

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وان جامع امرأته وهي طائعة كان عليها الكفارة أيضا عن نفسها مع القضاء ولا تجزئهما كفارة واحدة عند مالك وأصحابه وإن أكرهها على ذلك لزمه الكفارة عنها كفارة تامة سوى كفارته عن نفسه هذا تحصيل مذهب مالك وعليه أكثر أصحابه وقال سحنون لا كفارة عليه عنها لأنها لا كفارة عليها وقد سقطت عنها بإكراهها وعليه مع ذلك القضاء

Jika suami menyetubuhi istrinya sedang sang istri juga menginginkannya maka kewajiban kafarat juga ditanggung oleh sang istri dan wajib qadha juga. Tidak sah jika dibayar oleh salah satu dari suami istri. Dan ini adalah pendapat imam malik dan ashab. Meskipun suami memaksa sang istri untuk melakukan jima maka tetap wajib bagi istri untuk membayar kafarat.adapun Sahnun mengatakan bahwa tidak wajib membayar kafarat bagi sang istri jika dia dipaksa oleh suaminya. Baginya hanya wajib qadha puasa saja.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 342 | Aqil

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

الْكَفَّارَةُ كَفَّارَتَانِ صُغْرَى لِتَأْخِيرِ الْقَضَاءِ عَنْ زَمَنِهِ وَكُبْرَى وَهِيَ لَا تَجِبُ إِلَّا لِرَمَضَانَ بِتَعَمُّدِ إِفْطَارِهِ عَلَى وَجْهِ الْهَتْكِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ مِنْ جِمَاعٍ أَوْ أَكْلٍ أَوْ غَيْرِهِمَا أَوْ رَفْضٍ أَوْ إِمْسَاكٍ بَعْدَ الشُّرُوعِ أَوْ عَزْمٍ عَلَى تَرْكِهِ فَلَمْ يُشْرَعْ فِيهِ وَعَلَى كُلِّ مُعْتَقِدٍ لِوُجُوبِهِ مِنْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ لِكُلِّ يَوْمٍ كَفَّارَةٌ وَلَا يُسْقِطُهَا طُرُوُّ الْعُذْرِ بَعْدَ ذَلِكَ وَلَا يُقَدَّمُ التَّكْفِيرُ فِي يَوْمٍ عَنْ يَوْمٍ

Kafarat ada dua macam : kafarat sugro dan kafarat kubro. Kafarat kubro adalah kafarat yang wajib dibayar ketika seseorang melakukan ifthor dibulan ramadhan seperti jima’. Kewajiban kafarat ini diperuntukkan bagi suami dan istri dengan ketentuan satu hari satu kafarat.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 517 | Faisal

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وجوب الكفارة ثلاثة أقوال (أصحها) تجب الكفارة على الرجل عن نفسه فقط ولا شئ على المرأة ولا يلاقيها الوجوب (والثاني) تجب عليه الكفارة وتكون عنه وعنها وهي كفارة واحدة (والثالث) تجب عليه كفارة وعليها كفارة أخرى

Kewajiban kafarat ada tiga pendapat. Yang pertama dan ini adalah pendapat yang benar mengatakan bahwa kafarat wajib bagi sang suami saja. Adapun sang istri tidak wajib membayar kafarat. Pendapat kedua mengatakan bahwa sang istri harus membayar kafarat sekali bersamaan dengan sang suami. Pendapat ketiga mengatakan bahwa sang istri harus membayar kafarat sendiri .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 334 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

وقوله أو جومع نص على أنها تجب على المفعول به وعلى المرأة إن كان بطوعها

Ini menunjukkan bahwa sang istri wajib membayar kafarat jika dia lakukan karena keinginannya sendiri.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 425 | Tajun

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

والكفارة على الزوج عنه) دونها؛ لأنه - صلى الله عليه وسلم - لم يأمر بها زوجة المجامع مع مشاركتها له في السبب ولأن صومها ناقص كما مر (وفي قول) تلزمه كفارة واحدة لكنها تكون (عنه وعنها) لمشاركتها له في السبب ولهذا القول تفريع وتقييد ليس من غرضنا ذكره (وفي قول عليها كفارة أخرى) قياسا على الرجل

Kewajiban kafarat hanya untuk sang suami saja. Karena nabi Muhammad SAW tidak memerintahkan kewajiban kafarat kepada istri seorang suami yang berjima’. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa istri wajib membayar kafarat bersamaan dengan sang suami. Ada juga yang mengatakan baginya kafarat terdendiri.

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 3 hal. 450 | Ajib

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

فصل: ويفسد صوم المرأة بالجماع، بغير خلاف نعلمه في المذهب؛ لأنه نوع من المفطرات، فاستوى فيه الرجل والمرأة، كالأكل وهل يلزمها الكفارة؟ على روايتين؛ إحداهما، يلزمها. وهو اختيار أبي بكر، وقول مالك، وأبي حنيفة، وأبي ثور، وابن المنذر ولأنها هتكت صوم رمضان بالجماع، فوجبت عليها الكفارة كالرجل

Faslun : puasa sang istri batal karena jima yang dilakukannya. Karena jima termasuk salah satu yang membatalkan puasa. Apakah wajib bagi sang istri kafarat? Ada dua pendapat. Yang pertama wajib baginya kafarat. Dan ini adalah pendapat abu bakr, imam malik, imam abu hanifah, abu tsaur dan ibnul mundzir. Karena sang istri telah membatalkan puasa ramadhan dengan jima’ maka wajib pula baginya membayar kafarat seperti sang suami.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 137 | Amrozi

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

قَوْلُهُ (وَلَا يَلْزَمُ الْمَرْأَةَ كَفَّارَةٌ مَعَ الْعُذْرِ) هَذَا الْمَذْهَبُ، نَصَّ عَلَيْهِ. وَعَلَيْهِ أَكْثَرُ الْأَصْحَابِ، وَذَكَرَ الْقَاضِي رِوَايَةً تُكَفِّرُ

Tidak wajib bagi sang istri untuk membayar kafarat jima’. Ini adalah pendapat madzhab. Dan ini juga pendapat sebagian besar ashab. Al-qodhi berkata: ada pendapat lain mengatakan bahwa sang istri harus membayar kafarat.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 3 hal. 313 | Faisal

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وأما المرأة فموطوءة، والموطوءة غير الواطئ، فالأمر في سقوط الكفارة عنها على كل حال أوضح من كل واضح؟ وأيضا: فإن واطئ الحرام لا يصل إلى الوطء إلا بعد قصد إلى ذلك بكلام أو بطش ولا بد؛ وكلا الأمرين معصية تبطل الصوم فلم يجامع إلا وصومه قد بطل - وبالله تعالى التوفيق

Istri itu disetubuhi. Yang disetubuhi tidak sama dengan yang menyetubuhi. Maka kewajiban kafarat itu gugur atas sang istri. Begitu juga bagi yang berzina kedua duanya telah melakukan maksiat yang dapat membatalkan puasa.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 4 hal. 327 | Tajun

Baca Lainnya :

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Wanita Yang Hamil Dan Menyusui
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 April 2015, 09:43 | published
Tua Renta Tak Mampu Puasa, Apakah Wajib Bayar Fidyah?
Muhamad Amrozi | 28 April 2015, 06:43 | published
Ukuran memberi makan dalam kafarat jima`
Muhammad Syarif Hidayatullah | 5 May 2015, 09:44 | published
Apa yang Wajib bagi Orang yang Meninggal dan Memiliki Hutang Puasa?
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:44 | draft
Mengulangi Jima Siang Ramadhan, Berapa Banyak Kafaratnya?
Muhamad Amrozi | 8 May 2015, 05:45 | published
Jima' Siang Ramadhan, Yang Wajib Membayar Kafarat Hanya Suami?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 May 2015, 09:45 | published
Belum Qadha Puasa Sampai Ramadhan Berikutnya. Bagaimana Hukumnya?
Muhammad Aqil Haidar | 9 May 2015, 09:45 | published
Siapakah wali yang harus mengqodho puasa mayit?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 21 May 2015, 09:46 | published
Hukum Makan dan Minum Dengan Sengaja Di Bulan Puasa, Apakah Wajib Kafarat ?
Faisal Reza Amaradja | 25 April 2015, 22:07 | published
Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang ?
Faisal Reza Amaradja | 2 May 2015, 23:04 | published
Apa Saja Kafarah Membatalkan Puasa Dengan Sengaja Berjima di Bulan Ramadhan? Apakah Berurutan Atau Boleh Memilih Salah Satu?
Faisal Reza Amaradja | 6 May 2015, 20:55 | published