Ukuran memberi makan dalam kafarat jima`

Tue 5 May 2015 09:44 | 0
Muhammad Syarif Hidayatullah

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

الْإِطْعَامُ عِنْدَنَا يُقَدَّرُ بِنِصْفِ صَاعٍ لِكُلِّ مِسْكِينٍ

Ukuran memberi makan setiap satu orang miskin yaitu setengah sho’..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 3 hal. 90 | Ajib

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

والإطعام ستون مدا لستين مسكينا بمد النبي عليه الصلاة والسلام وهذا أقل ما يجزئه من الإطعام وان أطعم مدا ونصفا أو مدين لكل مسكين فحسن ولا يزيد على مدين بمد النبي صلى الله عليه وآله وسلم ولا يجزئه أن يطعم أقل من ستين مسكينا

Dan memberi makan sejumlah 60 mud untuk 60 orang miskin dengan mud-nya nabi muhammad saw. Ini adalah ukuran paling sedikit dari memberi makan. Jika memberi makan 1,5 atau 2 mud bagi setiap orang miskin maka itu lebih baik. Dan tidak boleh lebih dari 2 mud, dan tidak boleh pula memberi makan kepada kurang dari 60 orang miskin..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 342 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

النَّوْعُ الثَّالِثُ إِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا لِكُلِّ مِسْكِينٍ مُدٌّ بِمُدِّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ

Jenis ketiga yaitu memberi makan 60 orang miskin, bagi setiap orang miskin adalah 1 mud dengan mud-nya nabi muhammad saw..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 170 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

إذا كفر بالإطعام فهو إطعام ستين مسكينا كل مسكين مد سواء البر والزبيب والتمر وغيرها

Jika kafarat dengan cara memberi makan, maka hendaklah memberi makan untuk 60 orang miskin, masing-masing mendapat 1 mud, baik dari jenis gandum, kismis, kurma, ataupun selainnya..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 345 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

(سِتِّينَ مُدٍّ لِكُلِّ) وَاحِدٍ (مُدٌّ) بَدَلًا عَنْ صَوْمِ سِتِّينَ يَوْمًا

60 mud, bagi setiap orang dapat 1 mud, hal itu sebagai pengganti dari puasa 60 hari..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 369 | Imam

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

أطعم أي ملك ستين مسكينًا أو فقيرًا من أهل الزكاة, كل واحد منهم مدا

Memberi makan 60 orang miskin atau faqir yang termasuk golongan orang-orang yang berhak menerima zakat. Masing-masing dari mereka mendapat 1 mud..

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 275 | Amrozi

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

قال: فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينا، لكل مسكين مد من بر، أو نصف صاع من تمر أو شعير

Jika tidak mampu maka (baginya) memberi makan 60 orang miskin. Setiap orang miskin mendapatkan 1 mud gandum dari jenis burr atau setengah sho’ (2 mud) kurma atau gandum dari jenis sya’ir..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 141 | Syarif

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وَمَنْ كَانَ فَرْضُهُ الْإِطْعَامَ فَإِنَّهُ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ أَنْ يُطْعِمَهُمْ شِبَعَهُمْ، مِنْ أَيِّ شَيْءٍ أَطْعَمَهُمْ. وَلَا يَجُوزُ تَحْدِيدُ إطْعَامٍ دُونَ إطْعَامٍ بِغَيْرِ نَصٍّ وَلَا إجْمَاعٍ

Dan barang siapa yang wajib baginya untuk memberi makan maka harus memberi makan sampai kenyang, dari jenis apapun makannya. Dan tidak boleh membatasi dalam memberi makan tanpa ada keterangan dari nash (qur’an dan Sunnah) ataupun ijma’..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 4 hal. 333 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Wanita Yang Hamil Dan Menyusui
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 April 2015, 09:43 | published
Tua Renta Tak Mampu Puasa, Apakah Wajib Bayar Fidyah?
Muhamad Amrozi | 28 April 2015, 06:43 | published
Ukuran memberi makan dalam kafarat jima`
Muhammad Syarif Hidayatullah | 5 May 2015, 09:44 | published
Apa yang Wajib bagi Orang yang Meninggal dan Memiliki Hutang Puasa?
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:44 | draft
Mengulangi Jima Siang Ramadhan, Berapa Banyak Kafaratnya?
Muhamad Amrozi | 8 May 2015, 05:45 | published
Jima' Siang Ramadhan, Yang Wajib Membayar Kafarat Hanya Suami?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 May 2015, 09:45 | published
Belum Qadha Puasa Sampai Ramadhan Berikutnya. Bagaimana Hukumnya?
Muhammad Aqil Haidar | 9 May 2015, 09:45 | published
Siapakah wali yang harus mengqodho puasa mayit?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 21 May 2015, 09:46 | published
Hukum Makan dan Minum Dengan Sengaja Di Bulan Puasa, Apakah Wajib Kafarat ?
Faisal Reza Amaradja | 25 April 2015, 22:07 | published
Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang ?
Faisal Reza Amaradja | 2 May 2015, 23:04 | published
Apa Saja Kafarah Membatalkan Puasa Dengan Sengaja Berjima di Bulan Ramadhan? Apakah Berurutan Atau Boleh Memilih Salah Satu?
Faisal Reza Amaradja | 6 May 2015, 20:55 | published