Apakah Suntik Membatalkan Puasa?

Tue 12 May 2015 09:38 | 0
Muhammad Aqil Haidar

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

وَالْحُقْنَةُ تُفْطِرُ الصَّائِمَ لِوُصُولِ الْمُفْطِرِ إلَى بَاطِنِهِ

Adapun suntik maka membatalkan puasa, karena ada zat yang masuk kedalam tubuhnya.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 3 hal. 67 | Aqil

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وَإِنْ احْتَقَنَ ...وَوَصَلَ إلَى جَوْفِهِ أَوْ دِمَاغِهِ أَفْطَرَ

Dan ketika seseorang disuntik…dan sampai ke dalam tubuhnya atau otaknya maka membatalkan puasa.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 329 | Ajib

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

لقضاء في الحقنة استحباب لا إيجاب وهو عندنا الصواب لأن الفطر مما دخل من الفم ووصل إلى الحلق والجوف

Qadha puasa karena suntik adalah sunah, bukan wajib. Dan pendapat tersebut merupakan pendapat yang benar di kalangan kami. Karena yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu dari mulut kedalam tenggorokan dan perut.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 345 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

إِنِ احْتَقَنَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ فَقَطْ

Ketika seseorang disuntik maka wajib baginya qadha saja.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 505 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وَأَمَّا الْحُقْنَةُ فَتُفْطِرُ عَلَى الْمَذْهَبِ وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ وَفِيهِ وَجْهٌ قَالَهُ الْقَاضِي حُسَيْنٌ لا تفطر وهو شاذ

Adapun suntik maka membatalkan (puasa) menurut madzhab. Dan pendapat ini diputuskan oleh musannif (As-Syairazi) dan jumhur. Namun terdapat pendapat yang disampaikan Qadhi Husain bahwa suntik itu tidak membatalkan. Namun pendapat tersebut syadz.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 313 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

و يفطر بالحقنة

Dan seseorang batal puasanya karena disuntik.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 415 | Imam

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وَاخْتَلَفَ عَنْهُ فِي الْحُقْنَةِ، وَاحْتَجَّ لَهُ بِأَنَّهُ لَمْ يَصِلْ إلَى الْحَلْقِ مِنْهُ شَيْءٌ، أَشْبَهَ مَا لَمْ يَصِلْ إلَى الدِّمَاغِ وَلَا الْجَوْفِ. وَلَنَا أَنَّهُ وَاصِلٌ إلَى جَوْفِ الصَّائِمِ بِاخْتِيَارِهِ، فَيُفْطِرهُ

Terdapat perbedaan riwayat dari Imam Ahmad dalam hokum suntik. Dan hujjah (pendapat yang tidak membatalkan) bahwa suntik itu tidak sampai pada tenggorokan sama sekali. Sebagaimana tidak sampainya ke otak dan perut. Dan hujjah kami, suntik itu sampai perut orang yang berpuasa atas kehendaknya. Maka hal itu membatalkan.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 121 | Faisal

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

أَوْ احْتَقَنَ…. فَسَدَ صَوْمُهُ

Dan suntik …membatalkan puasanya terjemahnya .

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 3 hal. 299 | Imam

Ar-Ruhaibani (w. 1243 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Mathalib Ulin Nuha sebagai berikut :

وَأَمَّا الْحُقْنَةُ… فَإِنَّهُ يَنْقُضُ الصَّوْمَ

Adapun suntik...membatalkan puasa.

Ar-Ruhaibani, Mathalib Ulin Nuha, jilid 4 hal. 348 | Aqil

Baca Lainnya :

Hukum Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan Dalam Keadaan Lupa
Imamuddin Mukhtar | 1 May 2015, 09:37 | published
Apakah Berbekam Membatalkan Puasa ?
Imamuddin Mukhtar | 4 May 2015, 09:38 | published
Apakah Suntik Membatalkan Puasa?
Muhammad Aqil Haidar | 12 May 2015, 09:38 | published
Bersiwak Saat Puasa, Makruhkah?
Muhamad Amrozi | 14 May 2015, 03:38 | published
Berniat Membatalkan Puasa, Apakah Sudah Batal Puasanya?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 15 May 2015, 09:39 | published
Berbuka Keliru Menyangka Sudah Maghrib Padahal Belum
Imamuddin Mukhtar | 13 May 2015, 09:39 | published
Wanita Haidh yang Suci di Siang Hari Ramadhan, Apakah Wajib Imsak?
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:40 | draft
Mencicipi Makanan Saat Puasa, Batalkah?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 19 May 2015, 09:41 | published
Berciuman Hingga Keluar Mani Saat Puasa, Apakah membatalkan Puasa dan Mewajibkan Kafarat?
Muhamad Amrozi | 23 May 2015, 05:42 | published