Bolehkah niat shoum Ramadhan hanya sekali saja?

Wed 29 April 2015 09:35 | 0
Muhammad Syarif Hidayatullah

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

قُلْنَا لِأَنَّهُ نَوَى مَا هُوَ وَاجِبٌ عَلَيْهِ مِنْ الصَّوْمِ فِي هَذِهِ السَّنَةِ

Karena orang yang shoum meniatkan suatu hal yang wajib baginya, yaitu untuk melakukan shoum pada tahun ini..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 3 hal. 59 | Ajib

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وَلَنَا أَنَّ صَوْمَ كُلِّ يَوْمٍ عِبَادَةٌ عَلَى حِدَةٍ غَيْرُ مُتَعَلِّقَةٍ بِالْيَوْمِ الْآخَرِ بِدَلِيلِ أَنَّ مَا يُفْسِدُ أَحَدَهُمَا لَا يُفْسِدُ الْآخَرَ فَيُشْتَرَطُ لِكُلِّ يَوْمٍ مِنْهُ نِيَّةٌ عَلَى حِدَةٍ

Menurut kami puasa adalah satu ibadah yang tiap harinya tidak berkaitan satu sama lain, dengan dalil jika satu hari batal maka tidak membatalkan puasa di hari-hari lainnya. Di syaratkan setiap harinya untuk berniat..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 4 hal. 170 | Aqil

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

وَعِنْدَنَا لَا بُدَّ مِنْ النِّيَّةِ لِكُلِّ يَوْمٍ لِأَنَّهَا عِبَادَاتٌ مُتَفَرِّقَةٌ

Bagi kami niat setiap hari merupakan suatu keharusan karena niat puasa merupakan ibadah yang terpisah antara satu dengan yang lainnya..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 4 hal. 17 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

النية لكل يوم لان صوم كل يوم عبادة منفردة فلم يكفه نية واحدة

Niat harus dilakukan setiap hari karena shoum merupakan satu ibadah tersendiri setiap harinya. Maka tidak cukup hanya dengan satu kali niat..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 288 | Syarif

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ولنا أنه صوم واجب، فوجب أن ينوي كل يوم من ليلته، كالقضاء

Menurut kami puasa (Ramadhan) itu wajib, maka wajib pula untuk niat setiap malamnya, seperti halnya puasa qadha..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 111 | Imam

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: ولا يجزئ صيام أصلا - رمضان كان أو غيره - إلا بنية مجددة في كل ليلة لصوم اليوم المقبل

Tidak sah puasa Ramadhan ataupun lainnya kecuali dengan niat yang baru pada setiap malamnya yang dilakukan tiap malam untuk melakukan pada hari berikutnya..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 4 hal. 285 | Faisal

Baca Lainnya :

Penetapan Ramadhan, Haruskah Ikut Negara Lain?
Muhammad Aqil Haidar | 27 April 2015, 09:35 | published
Bolehkah niat shoum Ramadhan hanya sekali saja?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 29 April 2015, 09:35 | published
Hukum Berpuasa Di Hari Syak?
Imamuddin Mukhtar | 20 May 2015, 09:35 | published
Sudah Niat Puasa Besoknya Safar, Bolehkah Berbuka?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 28 May 2015, 09:36 | published
Waktu Memulai Niat Puasa
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:36 | draft
Berpuasa Ataukah Membatalkannya Yang Lebih Utama Bagi Seorang Musafir Di Bulan Ramadhan
Faisal Reza Amaradja | 16 May 2015, 22:08 | published
Penetapan Awal Ramadhan, Dengan Hisab ataukah Rukyat?
Faisal Reza Amaradja | 22 May 2015, 00:28 | published