Makna Nikah Hakiki : Akad atau Jima?

Mon 21 September 2015 15:01 | 0
Achadiah

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

وقد بينا أن النكاح للوطء حقيقة

yang telah kami jelaskan bahwa lafadz menikah secara haqiqi bermakna jima'.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 4 hal. 205 | Achad

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وهو مجاز للعقد؛ لأن العقد فيه ضم، والنكاح هو الضم حقيقة

Lafadz menikah secara majaz bermakna akad, karena didalam akad mengandung makna berkumpul, sedangkan makna menikah secara haqiqi adalah berkumpul atau jima'..

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 95 | Achad

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

يطلق في الشرع على العقد والوطء وأكثر استعماله في العقد

Dalam syari'at (nikah) diartikan sebagai akad dan jima akan tetapi yang lebih banyak digunakan adalah makna akad..

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 403 | Nisa

An-Nafarawi (w. 1126 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Fawakih Ad-Dawani sebagai berikut :

يطلق في اللغة على العقد مجازا لعلاقة السببية والمسببية وعلى الوطء حقيقة، وفي الشرع على العكس فإطلاقه فيه على الوطء من باب المجاز، وعلى العقد من باب الحقيقة.

Secara bahasa: nikah itu akad secara majazi, akad secara hakiki. secara istilah, kebalikannya, bermakna jima secara majaz dan bermakna akad secara hakiki..

An-Nafarawi, Al-Fawakih Ad-Dawani, jilid 2 hal. 3 | Nisa

Dari pengertian tersebut, makna nikah secara bahasa adalah jima, sedangkan secara istilah adalah akad. Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فأما اسم النكاح فهو حقيقة في العقد فجاز في الوطء عندنا

Makna nikah yang sebenarnya adalah akad, namun terkadang ada juga yang mengartikannya sebagai jima'.

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 7 | Zuria

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

أنه حقيقة في العقد والوطء جميعا

Makna nikah secara hakiki menurut kami adalah berlangsungnya akad dan hubungan jimak .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 3 | Siska

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

النكاح عند الإمام أحمد - رحمه الله - حقيقة في الوطء والعقد جميعا

Makna hakiki nikah menurut imam Ahmad adalah adanya hubungan jimak dan akad .

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 8 hal. 5 | Siska

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

النكاح في اللغة التي نزل بها القرآن يقع على شيئين -: أحدهما - الوطء، كيف كان بحرام أو بحلال. والآخر - العقد،

Dalam Al-Quran, pernikahan secara bahasa terdiri dari dua makna : pertama, Al-Wath'u atau jima' (bersetubuh) baik dengan pernikahan yang haram maupun pernikahan yang halal, dan makna lainnya adalah Al-'Aqdu (Akad)..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 147 | Sarah

Demikian pemaparan pendapat para ulama mengenai perbedaan makna kata nikah secara haqiqi ataupun majazi. Wallahu a'lam bi ash-shawab

Baca Lainnya :

Kapankah Ibu Mertua Menjadi Mahram Bagi Menantu, Sejak Akad Atau Setelah Jima'?
Siti Sarah Fauzia | 12 May 2015, 05:24 | published
Bolehkah Menikahkan Orang Gila?
Zuria Ulfi | 21 November 2015, 17:04 | approved
Makna Nikah Hakiki : Akad atau Jima?
Achadiah | 21 September 2015, 15:01 | published
Bolehkah Nikah Dengan Meminta Syarat Tertentu?
Ipung Multiningsih | 10 September 2015, 09:29 | draft
Berbagai Kondisi Yang Mewajibkan Nikah
Siska | 24 September 2015, 04:00 | published
Haruskah Akad Dengan Bahasa Arab?
Siti Maryam | 17 September 2015, 11:06 | published
Haruskah Nikah Dengan Perawan?
Zuria Ulfi | 23 September 2015, 16:10 | published
Apakah Keridhaan Kedua Belah Pihak Menjadi Syarat Sahnya Akad?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | draft
Wajibkah Suami Menjima' Istrinya ?
Achadiah | 7 October 2015, 01:59 | published
Wajibkah Mengumumkan Pernikahan?
Siska | 8 October 2015, 23:16 | published
Nasab Anak Zina
Nur Azizah Pulungan | 10 October 2015, 16:48 | draft
Nasab Anak dari Hubungan Syubhat
Fatimah Khairun Nisa | 10 October 2015, 16:49 | draft
Wajibkah Seorang Istri Mengkhidmah Suaminya?
Ipung Multiningsih | 10 October 2015, 16:52 | draft
Kadar Nafkah Suami untuk Istri Menurut 4 Mazhab
Siti Maryam | 10 October 2015, 16:53 | draft
Pengaruh Khalwah Dalam Ketetapan Nasab
Zuria Ulfi | 29 October 2015, 01:16 | published
Siapa yang berhak menikahkan anak dibawah umur?
Fatimah Khairun Nisa | 7 November 2015, 06:03 | approved
Hukum menikahkan orang gila
Nur Azizah Pulungan | 7 November 2015, 14:13 | approved