Hukum membaca Al-Fatihah Atas Imam & Selain Imam

Mon 28 September 2015 05:28 | 0
Muhammad Syarif Hidayatullah

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ لَا تَتَعَيَّنُ رُكْنًا فِي الصَّلَاةِ عِنْدَنَا

Menurut kita, membaca alfatihah bukanlah termasuk rukun shalat.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 19 | Ajib

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

فَأَمَّا الْمُقْتَدِي فَلَا قِرَاءَةَ عَلَيْهِ عِنْدَنَا

Adapun bagi makmum, maka menurut kami tidak ada kewajiban membaca (alfatihah) baginya..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 110 | Aqil

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قَالَ - رَحِمَهُ اللَّهُ - وَوَاجِبُهَا قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ وَضَمُّ سُورَةٍ

ImamAz-Zaila’i Ra berkata: diantara wajib shalat adalah membaca al-fatihah dan menambahnya dengan surat (lain)..

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 105 | Ajib

Al-'Aini (w. 855 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Binayah Syarah Al-Hidayah sebagai berikut :

قراءة الفاتحة لا تتعين ركنا عندنا

Menurut kita, membaca alfatihah bukanlah termasuk rukun shalat.

Al-'Aini, Al-Binayah Syarah Al-Hidayah , jilid 2 hal. 209 | Aqil

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قَوْلُ الْمُصَنِّفِ الْفَاتِحَةُ وَأَيُّ سُورَةٍ شَاءَ: أَنَّ قِرَاءَةَ الْفَاتِحَةِ سُنَّةٌ

Perkataan Ibnu Najim tentang hukum membaca al-fatihah dan surat setelahnya: Sesungguhnya hukum membaca al-fatihah adalah sunah..

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 359 | Ajib

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

وَلَا يَقْرَأُ الْمُؤْتَمُّ خَلْفَ الْإِمَامِ فِي السِّرِّيَّةِ وَالْجَهْرِيَّةِ بَلْ يَسْتَمِعُ وَيُنْصِتُ مِنْ الْإِنْصَاتِ بِمَعْنَى السُّكُوتِ

Tidak ada kewajiban membaca alfatihah bagi makmum, baik dalam shalat jahriyyah ataupun sirriyyah. Akan tetapi cukup mendengar bacaan imam dan diam.

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 1 hal. 106 | Aqil

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

قِرَاءَةُ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَيَسْجُدُ لِلسَّهْوِ بِتَرْكِ أَكْثَرِهَا لَا أَقَلِّهَا

Maka wajib baginya untuk sujud sahwi apabila meninggalkan sebagian besar ayat alfatihah, tapi tidak (sujud sahwi) jika hanya meninggalkan sedikit ayatnya.

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 1 hal. 458 | Ajib

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وأما المأموم فالإمام يحمل عنه القراءة لإجماعهم على أنه إذا أدركه راكعا أنه يكبر ويركع ولا يقرأ شيئا ولا ينبغي لأحد أن يدع القراءة خلف إمامه في صلاة السر الظهر والعصر والثالثة من المغرب والأخرتين من العشاء فإن فعل فقد أساء ولا شيء عليه عند مالك وأصحابه وأما إذا جهر الإمام فلا قراءة بفاتحة الكتاب ولا بغيرها

Adapun bagi makmum, maka imam sudah menanggung bacaannya atas kesepakatan bahwa jika makmum tersebut mendapati ruku (bersama imam) yaitu dengan takbir dan langsung ruku tanpa membaca sedikitpun. Dan tidak pantas bagi siapapun untuk meninggalkan bacaan dibelakang imamnya dalam shalat sirr seperti dzuhur, ashar, rakaat ke tiga dari maghrib, dua rakaat terakhir dari isya. Jika hal itu dilakukan maka sungguh hal tersebut adalah jelek (tidak pantas). Adapun jika imam menjahrkan bacaannya maka tidak ada kewajiban membaca alfatihah ataupun surat lainnya.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 201 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

وَلَنَا أَنَّهَا لَا تَجِبُ عَلَى الْمَأْمُومِ فِي الْجَهْرِيَّةِ. فَلَوْ كَانَ أَصَمَّ أَوْ بَعِيدًا لَا يَسْمَعُ قِرَاءَةَ الْإِمَامِ لَزِمَتْهُ الْقِرَاءَةُ عَلَى الْأَصَحِّ وَإِذَا قُلْنَا يَقْرَأُ الْمَأْمُومُ فِي الْجَهْرِيَّةِ، فَلَا يَجْهَرُ بِحَيْثُ يَغْلِبُ جَهْرُهُ، بَلْ يُسِرّ بِحَيْثُ يُسْمِعُ نَفْسَهُ لَوْ كَانَ سَمِيعًا

Menurut kita bahwa hukum membaca alfatihah bagi makmum adalah tidak wajib apabila dalam shalat jahriyyah. Jika makmumnya tuli atau posisinya jauh (dari imam) sehingga tidak mendengar suaranya, maka ia wajib membacanya juga. Adapun pendapat kita yang mengatakan bahwa makmum boleh membaca alfatihah dalam shalat jahriyyah, maka janganlah ia mengeraskan suaranya, akan tetapi cukup dengan suara pelan yang sekiranya ia sendiri bisa mendengarnya.

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 241 | Imam

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

الرُّكْنُ الرَّابِعُ قِرَاءَةُ الْفَاتِحَةِ فِي قِيَامِ كُلِّ رَكْعَةٍ، أَوْ بَدَلِهِ لِلْمُنْفَرِدِ وَغَيْرِهِ فِي السِّرِّيَّةِ، وَالْجَهْرِيَّةِ حِفْظًا أَوْ تَلْقِينًا، أَوْ نَظَرًا فِي مُصْحَفٍ، أَوْ نَحْوِهِ لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ

Rukun shalat yang ke 4 yaitu mambaca alfatihah dalam setiap rakaat ataupun penggantinya (rakaat karena masbuk). Baik bagi orang yang shalat sendiri atau berjamaah, shalat sirriyyah ataupun jahriyyah, lewat hafalan ataupun talaqqi, atau melihat mushaf, atau selainnya..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 149 | Syarif

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Majmu' Fatawa sebagai berikut :

تَنَازُعِهِمْ فِي قِرَاءَةِ الْفَاتِحَةِ خَلْفَ الْإِمَامِ حَالَ الْجَهْرِ فَإِنَّ لِلْعُلَمَاءِ فِيهِ ثَلَاثَةَ أَقْوَالٍ. قِيلَ: لَيْسَ لَهُ أَنْ يَقْرَأَ حَالَ جَهْرِ الْإِمَامِ إذَا كَانَ يَسْمَعُ لَا بِالْفَاتِحَةِ وَلَا غَيْرِهَا وَهَذَا قَوْلُ الْجُمْهُورِ مِنْ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ وَهَذَا مَذْهَبُ مَالِكٍ وَأَحْمَد وَأَبِي حَنِيفَةَ وَغَيْرِهِمْ وَأَحَدُ قَوْلَيْ الشَّافِعِيِّ. وَقِيلَ: بَلْ يَجُوزُ الْأَمْرَانِ وَالْقِرَاءَةُ أَفْضَلُ. وَيُرْوَى هَذَا عَنْ الأوزاعي وَاللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ. وَقِيلَ: بَلْ الْقِرَاءَةُ وَاجِبَةٌ وَهُوَ الْقَوْلُ الْآخَرُ لِلشَّافِعِيِّ.

Hukum membaca alfatihah dibelakang imam yang shalat jahr terbagi menjadi 3 pendapat dikalangan ulama: 1) Tidak perlu membaca alfatihah dan surat lainnya jika ia mendengar bacaan imam. Ini adalah pendapat mayoritas ulama terdahulu dan sekarang, juga pendapat Malik, Ahmad, Abu Hanifah dan yang lainnya, termasuk pendapat salah satu ulama syafiiyyah. 2) Baginya 2 pilihan, akan tetapi membacanya lebih utama. Ini adalah pendapat Auzai dan Laits bin Saad. 3) Wajib membacanya. Ini adalah pendapat finalnya imam syafii (qoul jadid). .

Ibnu Taimiyah, Majmu' Fatawa, jilid 22 hal. 294 | Imam

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

تَجِبُ الْفَاتِحَةُ عَلَى الْإِمَامِ وَالْمُنْفَرِدِ، وَكَذَا عَلَى الْمَأْمُومِ، لَكِنَّ الْإِمَامَ يَتَحَمَّلُهَا عَنْهُ

Imam dan orang yang shalat sendiri wajib membaca afatihah, begitu juga makmum, akan tetapi imam menanggung hal itu.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 112 | Syarif

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وَلَا يَجُوزُ لِلْمَأْمُومِ أَنْ يَقْرَأَ خَلْفَ الْإِمَامِ شَيْئًا غَيْرَ أُمِّ الْقُرْآنِ

Tidak boleh bagi makmum membaca seseuatu dibelakang imam selain ummul qur’an (al-fatihah).

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 2 hal. 268 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Bacaan Ma'mum di Belakang Imam dalam Shalat
Imamuddin Mukhtar | 26 March 2015, 07:07 | published
Hukum membaca Al-Fatihah Atas Imam & Selain Imam
Muhammad Syarif Hidayatullah | 28 September 2015, 05:28 | published
Hukum Shalat Fardhu Berjamaah Buat Laki-laki
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:28 | draft
Bolehkah Mengeraskan Bacaan Shalat bagi Imam Wanita?
Qathrin Izzah Fithri | 11 September 2015, 14:30 | published
Hukum Shalat Berjama'ah (Bagi Wanita)
Taslima Husin | 1 October 2015, 20:16 | draft
Apakah makmum yg masih kecil sudah menjadikan jamaah sah ?
Neng Ani | 1 October 2015, 20:32 | draft
Hukum Wanita menghadiri jama'ah di masjid
Mega Cahyati | 1 October 2015, 20:41 | draft
Hukum Shalat Berjama'ah dirumah
Kholisnawati | 1 October 2015, 20:49 | draft
Batasan Makmum mendapatkan pahala berjama'ah
Mardliyatun Nimah | 1 October 2015, 20:56 | draft
Batasan Makmum dianggap masbuk
Rahmi Fitriani | 1 October 2015, 21:05 | draft
Bagaimana seharusnya bagi yang sedang qobliyah dan iqomah dikumandangkan
Ahda Sabila | 1 October 2015, 21:51 | draft
Kapan sebaiknya jama'ah mulai berdiri ketika iqamah dikumandangkan?
Isnaini Mangasiroh | 1 October 2015, 22:19 | draft
hukum menjadikan makmum masbuq sebagai imam
Khanif Fatoni Sofyana | 2 October 2015, 06:16 | draft
seorang munfarid mengulangi shalatnya dengan berjamaah
Irma Suri Handayani | 2 October 2015, 06:20 | draft
Bolehkah anak kecil yang belum mumayyiz menjadi imam
Kartika Ande | 2 October 2015, 08:17 | draft
Bagaimana posisi seorang perempuan bermakmum kepada imam laki-laki
Anisah Nurul Sholihah | 2 October 2015, 08:22 | draft
Apakah sah berjamaah dengan Imam yang sebenarnya sudah shalat sebelumnya ?
Mardliyatun Nimah | 5 October 2015, 14:31 | draft
Apakah semua kewajiban makmum sudah ditanggung Imam ?
Rahmi Fitriani | 5 October 2015, 14:34 | draft
Apakah Imam juga memmbaca Amin setelah Al-Fatihah
Neng Ani | 5 October 2015, 14:36 | draft
Apakah wajib bagi makmum untuk membaca takbir intiqal ?
Mega Cahyati | 5 October 2015, 15:24 | draft
Apakah antara tempat imam dan makmum wajib tersambung (terhubung) ?
Taslima Husin | 5 October 2015, 15:31 | draft
Bolehkah seorang makmum melakukan mufaraqah (memutuskan hubungan jamaah dengan imam) ?
Kholisnawati | 9 October 2015, 08:00 | draft
Apakah sah berjamaah dengan imam yang shalatnya tidak sah menurut madzhabnya makmum ?
Ahda Sabila | 5 October 2015, 15:41 | draft
Apakah sah berjamaah dengan imam fasiq ?
Anisah Nurul Sholihah | 5 October 2015, 15:42 | draft
Urutan kriteria yang paling berhak menjadi imam
Irma Suri Handayani | 5 October 2015, 15:46 | draft
Berjamaah dengan imam yang tidak disukai makmum
Isnaini Mangasiroh | 5 October 2015, 16:03 | draft
Haruskah makmum mengulangi shalatnya yang imamnya baru sadar bahwa ia belum berthaharah ?
Kartika Ande | 5 October 2015, 16:05 | draft
Apakah sah bermakmum dengan imam yang beda niat ?
Khanif Fatoni Sofyana | 5 October 2015, 16:06 | draft
hukum shalat sendirian di belakang shaf
Kholisnawati | 14 October 2015, 23:18 | draft
Apakah sah bermakmum dengan imam yang bacaannya salah?
Rahmi Fitriani | 14 October 2015, 23:21 | draft
Bolehkah bermakmum dengan imam yang mengqashar sholatnya?
Mardliyatun Nimah | 14 October 2015, 23:23 | draft
Bolehkah sholat makmum sendiri di kiri imam?
Mega Cahyati | 14 October 2015, 23:25 | draft
Hukum bermakmum dengan imam yang sholatnya sambil duduk
Taslima Husin | 14 October 2015, 23:27 | draft
Hukum bermakmum dengan imam yang buta
Neng Ani | 14 October 2015, 23:28 | draft
Hukum imam membaca mushaf saat shalat
Ahda Sabila | 23 October 2015, 17:15 | draft
Apakah makmum wajib membaca Al-Fatihah
Anisah Nurul Sholihah | 23 October 2015, 17:24 | draft
Apakah sah berimam kepada khuntsa
Kartika Ande | 23 October 2015, 17:43 | draft
apakah sah sholat makmum yang bersuci dengan berwudhu berimam kepada yang bersuci dengan tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 23 October 2015, 17:38 | draft
Hukum meluruskan dan merapatkan shaf
Irma Suri Handayani | 29 October 2015, 15:27 | draft
Batalkah shalat makmum yang gerakannya mendahului imam
Isnaini Mangasiroh | 29 October 2015, 15:31 | draft
Wajibkah seorang imam memerintahkan makmumnya untuk meluruskan shaf ?
Kholisnawati | 29 October 2015, 16:46 | draft
Apakah atas imam wajib niat menjadi imam
Mega Cahyati | 29 October 2015, 16:48 | draft
Sejak kapan niat menjadi makmum itu dilakukan
Neng Ani | 29 October 2015, 16:51 | draft
hukum makmum yang posisinya lebih maju (sedikit atau banyak) dari imam
Mardliyatun Nimah | 29 October 2015, 16:53 | draft
batalkah shalat makmum yang gerakannya terlambat dari imam
Rahmi Fitriani | 29 October 2015, 16:55 | draft
bagaimana posisi makmum satu laki-laki dan satu perempuan
Taslima Husin | 29 October 2015, 16:57 | draft
haruskah posisi imam selalu berada di tengah
Ahda Sabila | 29 October 2015, 16:59 | draft
Hukum shaf perempuan yang sejajar dengan shaf laki-laki
Anisah Nurul Sholihah | 29 October 2015, 17:00 | draft
hukum shaf yang terhalangi dengan tiang masjid
Irma Suri Handayani | 29 October 2015, 17:02 | draft
hukum mengambil upah sebagai imam
Isnaini Mangasiroh | 29 October 2015, 17:06 | draft
hukum istikhlaf dalam shalat jamaah
Kartika Ande | 29 October 2015, 17:08 | draft
Cara imam beristikhlaf
Khanif Fatoni Sofyana | 29 October 2015, 17:10 | draft
Sah kah makmum yang shalat wajib mengikuti imam yang shalat sunnah
Kholisnawati | 30 October 2015, 17:46 | draft
Apakah imam wajib menghadap makmum setelah salam
Mega Cahyati | 30 October 2015, 17:47 | draft
Sah kah shalat imam yang membaca dengan sirr (pelan) pada shalat jahriyah
Neng Ani | 30 October 2015, 17:49 | draft
Haruskah imam sedikit memperlama ruku untuk memberi kesempatan kepada makmum yang baru datang
Mardliyatun Nimah | 30 October 2015, 17:50 | draft
Sah kah shalat makmum yang takbiratul ihramnya bersamaan imam
Rahmi Fitriani | 30 October 2015, 17:52 | draft
Jika makmum belum sempat bershalawat saat tahiyat dan imam sudah salam, haruskah ikut imam
Taslima Husin | 30 October 2015, 17:54 | draft
Membuat Jamaah Gelombang Kedua di Masjid yang Sama
Ahda Sabila | 11 September 2015, 14:01 | draft
Hukum berjamaah dalam semua jenis shalat sunnah
Anisah Nurul Sholihah | 2 December 2015, 11:34 | draft
Hukum tabligh (mengulangi takbir2 imam dengan keras) di belakang imam
Irma Suri Handayani | 2 December 2015, 11:36 | draft
Hukum mengambil alih posisi imam saat imam ratib datang terlambat
Isnaini Mangasiroh | 2 December 2015, 11:37 | draft
Haruskah makmun yang tidak qunut mengikuti qunut imam saat shalat subuh ?
Kartika Ande | 2 December 2015, 12:37 | draft
Haruskah makmum masbuq ikut duduk tawarruq seperti imam atau harus iftirasy?
Khanif Fatoni Sofyana | 2 December 2015, 12:39 | draft