Haruskah Wanita Istihadhah Berwudhu' di Setiap Waktu Shalat?

Tue 12 May 2015 06:19 | 0
Qathrin Izzah Fithri

Para ulama sepakat bahwa berwudhu adalah salah satu syarat sah shalat. Lalu bagaimanakah berwudhu bagi wanita yang sedang mengalami istihadhah? Apakah dia harus berwudhu di setiap shalat? Ataukah boleh baginya berwudhu di awal waktu shalat saja dan melakukan beberapa shalat di dalam waktu tersebut? Berikut pemaparan para ulama.

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

(ولنا) حديث عائشة - رضي الله تعالى عنها - قالت قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - «المستحاضة تتوضأ لوقت كل صلاة». ما روي «لكل صلاة» فالمراد منه الوقت فالصلاة تذكر بمعنى الوقت قال - صلى الله عليه وسلم - «إن للصلاة أولا، وآخرا» أي لوقت الصلاة

"Dan pendapat kami mengenai wanita yang mengalami istihadhah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata :” Wanita yang istihadhah berwudhu di setiap waktu shalat”..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 84 | Achad

Dan maksud dari kalimat ”likulli shalatin” maksudnya adalah setiap 'waktu shalat', sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :”Sesungguhnya di setiap shalat terdapat awal dan akhirnya”, dan yang dimaksud adalah di setiap 'waktu' shalat. Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

أن المستحاضة لو توضأت في أول الوقت فلها أن تصلي ما شاءت من الفرائض، والنوافل ما لم يخرج الوقت، وإن دام السيلان، وهذا عندنا

"Jika wanita yang istihadhah berwudhu di awal waktu shalat, maka dia boleh melaksanakan shalat yang dia inginkan (dengan wudhu'nya itu), baik itu shalat wajib maupun sunnah, selama belum keluar dari waktu shalat tersebut meskipun ada darah yang mengalir, ing menjadi pendapat kami."[2].

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 27 | Achad

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

المستحاضة تتوضأ لوقت كل صلاة

"Wanita yang istihadhoh harus berwudhu pada setiap waktu shalat".

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 179 | Achad

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

ولنا قوله - عليه الصلاة والسلام - «المستحاضة تتوضأ لوقت كل صلاة» … اللام تستعار للوقت يقال آتيك لصلاة الظهر أي لوقتها

"Dalam pandangan kami, Hadits Rasulullah SAW. (Wanita yang istihadhah harus berwudhu pada setiap shalat) maka yang dimaksud huruf ‘lam’ pada kata ‘Liwaqti’ adalah masuk waktu, jika dikatakan ‘Aku datang kepadamu ketika shalat dhuhur’ maka yang dimaksud adalah masuk waktu shalat dhuhur"..

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 64 | Achad

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

استحب للمستحاضة في الكتاب أن تتوضأ لكل صلاة

Hukumnya mustahab bagi wanita yang istihadhah untuk berwudhu di setiap shalat..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 379 | Ipung

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

فتغسل المستحاضة فرجها وتعصبه وتتوضأ وقت الصلاة وتبادر بها فلو أخرت لمصلحة الصلاة كستر وانتظار جماعة لم يضر وإلا فيضر على الصحيح ويجب الوضوء لكل فرض وكذا تجديد العصابة في الأصح

"Hendaknya wanita yang istihadhoh membersihkan kemaluannya, mengganti pembalut dan berwudhu ketika akan melaksanakan shalat kemudian bersegera untuk menunaikannya. Jika ia mengakhirkan shalat demi satu kemashlahatan, seperti menutup aurat terlebih dulu, atau menunggu jamaah lain yang belum datang, maka hal itu boleh dilakukan. Jika tidak demikian (yakni menunda shalat bukan karena adanya udzur syar'i), maka tidak boleh. Dan wajib baginya untuk berwudhu' di setiap waku shalat fardhu dan mengganti pembalutnya. Inilah pendapat yang paling benar (dalam madzhab ini) "..

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 19 | Sarah

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

منها المستحاضة المتحيرة يلزمها الغسل عند كل صلاة ومنها ما إذا توضأت المستحاضة أو من به سلس البول ثم شكا هل انقطع حدثهما أم لا وصليا بطهارتهما لم تصح صلاتهما ومنها ما إذا تيمم لفقد الماء ثم رأى شيئا لم يدر أسراب أم لا فيبطل تيممه وإن كان سرابا

"Dalam kitab Hasyiah termaktub : Wanita yang istihadhah namun mutahayyiroh (tidak teratur), maka wajib baginya mandi besar di setiap ia akan melakukan shalat Apabila wanita yang istihadhah berwudhu atau wanita yang sering buang air kecil kemudian mereka ragu 'apakah hadatsnya sudah berhenti?' dan tetap melaksanakan shalat dalam keadaan sucinya itu, maka shalatnya menjadi tidak sah. Ibarat orang yang bertayammum karena ketiadaan air kemudian melihat sesuatu yang mirip air, tapi masih ragu apakah itu benar-benar air atau bayangan (fatamorgana), maka batallah tayammumnya"..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 59 | Sarah

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

(ويجب الوضوء لكل فرض وكذا تجديد العصابة في الأصح) كتجديد الوضوء

"Dan wajib berwudhu di setiap shalat fardhu. Begitu juga mengganti pembalut atau menghambat keluarnya darah menurut pendapat yang paling shahih (dalam madzhab ini) hukumnya adalah sebagaimana wajibnya memperbarui wudhu".

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 1 hal. 397 | Qathrin

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ولنا: )أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال لفاطمة ... وتوضئي لكل صلاة( تتوضأ لكل صلاة

"Menurut kami, bagi wanita yang istihadhah hukumnya adalah sebagaimana yang ada dalam hadits (Rasululllah SAW. Berkata kepada fatimah ... dan berwudhulah pada setiap shalat). Maka hendaknya ia berwudhu pada setiap shalat" .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 265 | Achad

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

والواجب عليها : أن تتوضأ لوقت كل صلاة. ولها أن تصلي بتلك الطهارة ما شاءت من صلاة الوقت والفوائت، والنوافل.

"Dan wajib bagi wanita yang istihadhah : Hendaknya ia berwudhu pada setiap waktu shalat dan boleh melaksanakan shalat apapun yang diinginkannya, baik shalat wajib yang terkait dengan waktu tersebut, shalat yang telah terlewat (qadha'), dan shalat sunnah, dengan wudhunya tersebut"..

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 379 | Qathrin

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وظهور دم الاستحاضة أو العرق السائل من الفرج إذا كان بعد انقطاع الحيض فإنه يوجب الوضوء ولا بد لكل صلاة تلي ظهور ذلك الدم سواء تميز دمها أو لم يتميز، عرفت أيامها أو لم تعرف.

"Dan jika darah istihadhah keluar dari kemaluan setelah berhentinya darah haid atau berakhirnya masa haid maka wajib baginya berwudhu pada setiap shalat setiap kali darah tersebut keluar terlepas apakah wanita tersebut bisa membedakan darah tersebut atau tidak"..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 232 | Isna

Demikianlah pendapat para ulama tentang berwudhu bagi wanita yang mengalami istihadhah. Wallahu’alam.

Baca Lainnya :

Batasan Mengusap Kepala Dalam Wudhu
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 16 March 2015, 07:07 | published
Menyentuh Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?
Imamuddin Mukhtar | 19 March 2015, 06:44 | published
Menyentuh Wanita, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhamad Amrozi | 18 March 2015, 07:01 | published
Makan Daging Unta, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 20 March 2015, 10:02 | published
Apakah Memakan Makanan Yang Dibakar Membatalkan Wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 17 March 2015, 07:02 | published
Posisi Tidur Seperti Apa Yang Tidak Membatalkan Wudhu?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 10 April 2015, 10:02 | published
Menyentuh Mushaf, Apakah Harus Berwudhu?
Muhamad Amrozi | 8 April 2015, 07:03 | published
Apakah Berwudhu Harus Berurutan ?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 14 April 2015, 10:04 | published
Wajibkah Mengusap Telinga Dalam Wudhu?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 21 April 2015, 10:04 | published
Apa Hukum Mengusap Kepala Secara Keseluruhan?
Imamuddin Mukhtar | 20 April 2015, 10:05 | published
Hukum Membasuh Jenggot Yang Panjang Ketika Berwudhu
Muhamad Amrozi | 22 April 2015, 07:06 | published
Haruskah Wanita Istihadhah Berwudhu' di Setiap Waktu Shalat?
Qathrin Izzah Fithri | 12 May 2015, 06:19 | published
Berwudhu Tanpa Niat, Sah Atau Tidak?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 23 April 2015, 10:06 | published
Tadlik dalam Wudhu, Wajibkah?
Muhammad Aqil Haidar | 24 April 2015, 10:07 | published
Hukum Membasuh Perban
Tajun Nashr, Lc | 11 September 2015, 13:54 | draft
Hukum Wudhu Dalam Thawaf
Muhammad Aqil Haidar | 22 October 2015, 21:11 | draft
Wajibkah wudhu bagi seorang khatib?
Muhammad Aqil Haidar | 29 October 2015, 04:21 | draft
Kapan disunnahkan memperbaharui wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 5 November 2015, 03:32 | draft
Haruskah wudhu dilakukan secara muwalah?
Muhammad Aqil Haidar | 12 November 2015, 03:52 | draft
Sahkah wudhu tanpa membaca bismillah?
Muhammad Aqil Haidar | 19 November 2015, 03:56 | draft
Wajibkah berkumur dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 26 November 2015, 03:02 | draft
Wajibkah istinsyaq dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 3 December 2015, 00:06 | draft
Sunnahkah mengusap leher dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 10 December 2015, 03:19 | draft
Hukum menjatuhkan air bekas wudhu di masjid
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:26 | draft
Apakah murtad membetalkan wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:41 | draft