Duduk Tasyahhud Akhir Pada Shalat Dua Rakaat, Iftirasy atau Tawaruk?

Tue 8 September 2015 05:03 | 0
Muhammad Syarif Hidayatullah

 

Al-'Aini (w. 855 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Binayah Syarah Al-Hidayah sebagai berikut :

وجلس في القعدة الأخيرة كما جلس في الأولى أي كجلوسه في القعدة الأولى مفترشا غير متورك، ولأنها أشق على البدن

Duduk tahiyat akhir adalah seperti duduk pada tahiyat pertama yaitu iftirasy, bukan tawarruk. Hal itu karena tawarruk lebih memberatkan terhadap badan (untuk bangun)..

Al-'Aini, Al-Binayah Syarah Al-Hidayah , jilid 2 hal. 274 | Ajib

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قَوْلُهُ وَالْقُعُودُ الثَّانِي كَالْأَوَّلِ يَعْنِي فَيَفْتَرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى فَيَجْلِسُ عَلَيْهَا وَيَنْصِبُ الْيُمْنَى

Duduk tahiyat akhir adalah seperti duduk pada tahiyat pertama yaitu duduk iftirasy, dengan cara duduk diatas kaki kiri dan posisi kaki kanan lurus (kebelakang)..

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 346 | Syarif

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

وَيَفْعَلُ فِي الْقُعُودِ الثَّانِي الِافْتِرَاشَ كَالْأَوَّلِ

Dan melakukan duduk tahiyat yang kedua dengan cara duduk iftirasy sebagaimana pada tasyahhud awal. .

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 1 hal. 512 | Amrozi

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

الجلوس للتشهد: أن يفضي بوركه الأيسر إلى الأرض وينصب قدمه اليمنى على صدرها ويجعل باطن الإبهام على الأرض لا ظاهره ويجعل قدمه اليسرى تحت ساقه اليمنى

Duduk tasyahhud: memposisikan pinggul kiri di atas tanah dan meluruskan kaki kanan sampai bagian depannya, hendaklah bagian ibu jari dari telapak kaki menghadap tanah, bukan punggungnya, dan posisikan kaki kiri di bawah betis kanan..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 204 | Aqil

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

السُّنَّةَ فِي قُعُودِ آخَرِ الصَّلَاةِ التَّوَرُّكُ، وَفِي أَثْنَائِهَا الِافْتِرَاشُ.

Tawarruk sunah dilakukan ketika duduk diakhir shalat (rakaat terakhir), dedangkan duduk iftirasy ketika pertengahan shalat..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 261 | Imam

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

السنة التورك في آخر الصلاة والافتراش فيما سواه

Duduk tawarruk sunah dilakukan pada akhir shalat, sedangkan duduk iftirasy pada selainnya..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 450 | Faisal

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

السنة عند إمامنا رحمه الله، التورك في التشهد الثاني

Menurut imam kami, sunah untuk duduk tawarruk pada tasyahud yang kedua (rakaat terkhir)..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 386 | Ajib

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

ثُمَّ يَجْلِسُ فِي التَّشَهُّدِ الثَّانِي مُتَوَرِّكًا أَنَّهُ سَوَاءٌ كَانَ مِنْ رُبَاعِيَّةٍ، أَوْ ثُلَاثِيَّةٍ، وَهُوَ صَحِيح

Kemudian duduk dalam tasyahud yang kedua dengan cara tawarruk. Baik dalam shalat yang berjumlah 4 rakaat ataupun 3 rakaat, dan hal itu adalah shohih..

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 2 hal. 89 | Syarif

Baca Lainnya :

Duduk Tasyahhud Akhir Pada Shalat Dua Rakaat, Iftirasy atau Tawaruk?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 8 September 2015, 05:03 | published