Darah Keluar Melewati Maksimal Nifas. Haid Atau Istihadhah?

Wed 6 May 2015 01:00 | 0
Siti Maryam

Kondisi sosial, gaya hidup, dan pola makan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan hormon dalam tubuh perempuan, salah satu efeknya adalah siklus haidh yang tidak lancar, atau darah nifas yang melebihi batas maksimal (40-60 hari). Bagi seorang muslimah tentu ia harus memperhatikan permasalahan ini, karena hal ini menyangkut ibadah nya. Contoh kasus: karena efek KB seorang ibu mengalami nifas lebih dari 40-60 hari, sehingga kemungkinan menabrak jadwal kebiasaaan haidhnya dahulu sebelum hamil. Dalam hal ini apakah darah yang keluar disebut haidh, atau tetap nifas, atau istihadhah sehingga ia wajib shalat? Batas Minimal Nifas Sebelum membahas batas maksimal nifas, perlu diketahui bahwasanya para ulama bersepakat bahwa tidak ada batas minimal nifas, kecuali beberapa ulama saja yang berbeda pendapat. Sebagaimana yang diterangkan imam Nawawi (w 676 H ) dalam al majmu’: هَلْ يَصِحُّ غُسْلُهَا بِمُجَرَّدِ وَضْعِهَا أَمْ لَا يَصِحُّ حَتَّى تَمْضِيَ سَاعَةٌ: …وَالصَّحِيحُ الَّذِي يَقْتَضِيه إطْلَاقُ الْجُمْهُورِ صِحَّةُ الْغُسْلِ بِمُجَرَّدِ الْوَضْعِ. وَالصَّحِيحُ أَنَّ النِّفَاسَ غَيْرُ مَحْدُودٍ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ Setelah melahirkan, bolehkah seorang perempuan langsung mandi besar atau harus menunggu satu jam hingga ia yakin darah nifas tidak keluar lagi? Para ulama berbeda pendapat, namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama bahwa setelah melahirkan ia boleh segera mandi besar, dan tidak ada batasan masa minimal nifas. Allah a’lam. Nifas Yang Melebihi Batas Maksimal Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan batas maksimal haidh, beberapa ulama berpendapat bahwa batas maksimalnya adalah 40 hari, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ummu salamah ra: كانت النفساء تجلس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أربعين يوما Juga riwayat dari Ibnu Abbas r.a: النفساء تنتظر نحوا من أربعين يوما (رواه ابن الجارود في المنتقى) Pendapat ini juga yang dipegang para sahabat. Sebagian ulama yang lain ada yang mengatakan bahwa batas maksimalnya adalah 60 hari, dan menganggap bahwa 40 hari adalah keumuman masa nifas saja, bukan batas maksimal. Ada juga yang tidak menetapkan batas maksimal nifas dan dikembalikan kepada kebiasaan wanita. Dan ada yang mengqiyaskan nifas kepada haidh, sehingga batas maksimal nifas adalah sama dengan batas maksimal haidh.

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

وأكثره أربعون يوما والزائد عليه استحاضة لحديث أم سلمة - رضي الله عنها - أن «النبي - عليه الصلاة والسلام - وقت للنفساء أربعين يوما»

Dan batas maksimal nifas adalah 40 hari, jika lebih dari itu maka dianggap darah istihadhah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a: أن «النبي - عليه الصلاة والسلام - وقت للنفساء أربعين يوما» ”Bahwasanya rasulullah saw menentukan batas maksimal untuk para wanita yang nifas selama 40 hari”. .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 188 | Zuria

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وأكثره ستون يوما عند مالك وجماعة من فقهاء الحجاز وروي عن جماعة من الصحابة أن أكثر مدة النفاس: أربعون يوما وهو قول الليث وقد روى عن مالك في أكثر النفاس: أنه مردود إلى عرف النساء.

Menurut Imam Malik dan Ulama Hijaz batas maksimal nifas adalah 60 hari, Sedangkan ulama madzhab malikiyah yang lain menyatakan bahwa batasnya adalah 40 hari sebagaimana pendapat Imam Laits, juga terdapat riwayat dari Imam Malik yang mengatakan bahwa hal ini dikembalikan kepada kebiasaan perempuan tersebut. .

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 186 | Sarah

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

إِذَا جَاوَزَ دَمُ النُّفَسَاءِ سِتِّينَ، فَقَدِ اخْتَلَطَ نِفَاسُهَا بِاسْتِحَاضَتِهَا. وَطَرِيقُ التَّمْيِيزِ بَيْنَهُمَا، مَا تَقَدَّمَ فِي الْحَيْضِ. هَذَا هُوَ الصَّحِيحُ الْمَعْرُوفُ. وَفِي وَجْهٍ: نِفَاسُهَا سِتُّونَ. وَمَا بَعْدَهَا اسْتِحَاضَةٌ إِلَى تَمَامِ طُهْرِهَا الْمُعْتَادِ، أَوِ الْمَرْدُودِ إِلَيْهِ إِنْ كَانَتْ مُبْتَدَأَةً، وَمَا بَعْدَهُ حَيْضٌ. فِي وَجْهٍ ثَالِثٍ: نِفَاسُهَا سِتُّونَ. وَمَا بَعْدَهَا حَيْضٌ مُتَّصِلٌ بِهِ. وَاتَّفَقَ الْجُمْهُورُ عَلَى تَضْعِيفِ هَذَيْنِ الْوَجْهَيْنِ

Jika darah nifas lebih dari 60 hari, maka nifasnya telah bercampur dengan darah istihadhah. Adapun cara membedakannya yaitu dengan tamyiz bagi perempuan yang mumayizah (dapat membedakan perbedaan warna darah), sebagaimana orang yang haidh lebih dari 15 hari. Pendapat ini merupakan pendapat yang shahih dan terkenal dalam madzhab syafi’i. Pendapat kedua: Darah yang keluar dari hari ke 1-60 dianggap nifas, selebihnya ia dianggap mustahadhah sampai habis masa biasa sucinya . Namun jika perempuan tersebut mubtadi’ah (baru melahirkan dan baru mengalami nifas langsung lebih dari 60 hari) maka dikembalikan kepada masa nifas, selebihnya ia dianggap haidh. Pendapat yang ketiga: Darah yang keluar lebih dari 60 hari dianggap darah haidh, karena jika nifasnya lebih dari 60 hari secara otomatis darah menabrak jadwal haidhnya dahulu ketika belum hamil. Akan tetapi para ulama sepakat bahwa pendapat kedua dan ketiga lemah. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 177 | Nisa

Yang dimaksud tamyiz dalam madzhab Syafi’i adalah membedakan warna darah. Darah yang berwarna hitam dan kental dianggap nifas, sebagaimana dalam masalah haidh yang melebihi 15 hari. Namun jika dihari berikutnya, darah berwarna merah dan tidak kental maka dianggap istihadhah. Begitupula jika darah yang pertama berwarna merah pekat, kemudian dihari berikutnya warna darah berkurang kepekatannya maka darah kedua dianggap istihadhah. Perlu diperhatikan, bahwa tidak setiap wanita bisa membedakan warna darahnya, maka dari itu cara ini hanya berlaku untuk mumayizah. Sedangkan jika ia mu’tadah (terbiasa nifas lebih dari 60 hari). Mislanya: ia terbiasa nifas 65 hari, maka 65 hari dianggap nifas. Selebihnya dianggap istihadhah. Dan jika ia baru mengalami nifas dan langsung lebih dari 60 hari (mubtadi’ah), maka nifas dikembalikan kepada batas keumuman masa nifas (40 hari), selebihnya ia dianggap istihadhah. Ada juga ulama yang mengatakan: dikembalikan kepada minimalnya sehingga ia harus mengganti shalat yang ia tinggalkan selama lebih dari 60 hari tersebut. Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

فإن زاد دم النفساء على أربعين يوما، فصادف عادة الحيض، فهو حيض، وإن لم يصادف عادة، فهو استحاضة

فإن زاد دم النفساء على أربعين يوما، فصادف عادة الحيض، فهو حيض، وإن لم يصادف عادة، فهو استحاضة JIka nifas seorang perempuan lebih dari 40 hari dan memasuki jadwal kebiasaan haidhnya dahulu sebelum ia hamil maka darah yang keluar merupakan darah haidh, namun jika tidak menabrak jadwal haidhnya maka darah yang melebihi 40 hari tersebut merupakan darah istihadhah. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 251 | Siska

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Fatawa Al-Kubra sebagai berikut :

وَلَا حَدَّ لِأَقَلِّ النِّفَاسِ وَلَا لِأَكْثَرِهِ وَلَوْ زَادَ عَلَى الْأَرْبَعِينَ أَوْ السِّتِّينَ، أَوْ السَّبْعِينَ، وَانْقَطَعَ فَهُوَ نِفَاسٌ وَلَكِنْ إنْ اتَّصَلَ فَهُوَ دَمٌ فَسَادٌ، وَحِينَئِذٍ فَالْأَرْبَعُونَ مُنْتَهَى الْغَالِبِ

Tidak ada batasan minimal juga maksimal nifas, Seandainya seorang perempuan mengelauarkan darah nifas pasca melahirkan selama 40, 60 bahkan 70 hari kemudian darahnya baru berhenti, maka darah tersebut adalah darah nifas, namun jika darahnya keluar terus menerus maka darah tersebut merupakan darah fasad (istihadhah). Dalam keadaan seperti itu, yang menjadi patokan maksimal adalah 40 hari, karena umumnya perempuan mengalami nifas selama 40 hari. .

Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa Al-Kubra, jilid 5 hal. 315 | Azizah

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

من أنّ دم النّفاس هو حيضٌ صحيحٌ، وأمده أمد الحيض وحكمه في كلّ شيء حكم الحيض، لقول النّبيّ - صلّى اللّه عليه وسلّم - لعائشة - رضي اللّه عنها - «أنفست» بمعنى حضت فهما شيءٌ واحدٌ.

Bahwa darah nifas mirip darah haidh, maka batas maksimalnya adalah seperti batas maksimal haidh. Suatu hari rasulullah saw bertanya kepada Aisyah: Apakah kamu nifas?sedangkan yang beliau maksud adalah haidh. .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 415 | Zuria

Demikian pendapat para ulama mengenai masa minimal dan maksimal nifas, serta status darah yang keluar jika melebihi batas maksimalnya. Antara satu perempuan dengan yang lainnya mempunyai kebiasaan dan sifat darah nifas yang berbeda, sehingga hukum yang berlaku bagi seorang perempuan tidak lantas sama dengan yang lainnya. Maka, dalam permasalah yang berkaitan dengan darah (nifas ataupun haidh) penting bagi perempuan untuk mengenali apakah ia termasuk mubtadi’ah, mu’tadah, atau mutamayizah, juga mencatat tanggal kapan ia mengalami nifas ataupun haidh, agar memudahkannya dalam menentukan hukum baginya.

Baca Lainnya :

Bolehkah Wanita Haid Menyentuh Mushaf?
Achadiah | 2 May 2015, 02:04 | published
Bolehkah Wanita Haidh Masuk dan Berdiam di dalam Masjid?
Isnawati | 9 September 2015, 10:51 | draft
Batasan Minimal dan Maksimal Usia Haidh
Fatimah Khairun Nisa | 9 September 2015, 11:08 | published
Batasan Durasi Minimal dan Maksimal Masa Haidh
Siti Sarah Fauzia | 5 May 2015, 08:05 | published
Darah Keluar Sebelum Melahirkan, Haidh atau Istihadhah?
Miratun Nisa | 6 May 2015, 19:30 | published
Darah Keluar Melewati Maksimal Nifas. Haid Atau Istihadhah?
Siti Maryam | 6 May 2015, 01:00 | published
Darah Keluar Karena Keguguran, Nifas atau Bukan?
Siska | 7 May 2015, 07:12 | published
Hukum Tawaf Dalam Keadaan Haidh
Nur Azizah Pulungan | 8 September 2015, 12:00 | draft
Jima Ketika Darah Haidh Sudah Berhenti Tapi Belum Mandi Janabah
Qathrin Izzah Fithri | 10 September 2015, 06:11 | draft
Warna Kekuningan & Keruh, Darah Haid Atau Bukan?
Siti Maryam | 13 May 2015, 04:25 | published
Bolehkah Wanita Haidh Melafadzkan Al-Quran?
Ipung Multiningsih | 14 November 2015, 20:19 | published