Darah Keluar Sebelum Melahirkan, Haidh atau Istihadhah?

Wed 6 May 2015 19:30 | 0
Miratun Nisa

Ulama sepakat bahwa nifas adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan. Akan tetapi jika ada darah keluar selama proses melahirkan (sebelum bayi lahir) dan selama masa kehamilan, maka apakah ia termasuk haid ataukah istihadhah?

Jumhur ulama dari kalangan Al-Hanafiyah, Asy-Syafi’iyah, Al-Hanabilah juga Azh-Zhahiriyah sepakat bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan adalah darah fasid (istihadhah). Sedangkan madzhab Al-Malikiyah sendiri yang berpendapat bahwa itu adalah darah haid.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak pendapat masing-masing madzhab.

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

ومن الدماء الفاسدة ما تراه الحامل فقد ثبت لنا أن الحامل لا تحيض، وذلك مروي عن عائشة - رضي الله عنها - وعرف أنها إذا حبلت انسد فم رحمها فالدم المرئي ليس من الرحم فيكون فاسدا

Dalam mazhab kami wanita yang hamil itu tidak haid, jadi jika seorang wanita yang hamil melihat darah maka itu adalah darah fasid (istihadhoh) sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahuanha. Karena pada saat hamil pintu rahim tertutup maka darah yang ia lihat bukanlah darah dari rahim melainkan darah fasid (istihadhoh)..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 3 hal. 149 | Nisa

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

ومن الدماء الفاسدة ما تراه الحامل فقد ثبت لنا أن الحامل لا تحيض، وذلك مروي عن عائشة - رضي الله عنها - وعرف أنها إذا حبلت انسد فم رحمها فالدم المرئي ليس من الرحم فيكون فاسدا

Dalam mazhab kami wanita yang hamil itu tidak haid, jadi jika seorang wanita yang hamil melihat darah maka itu adalah darah fasid (istihadhoh) sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahuanha. Karena pada saat hamil pintu rahim tertutup maka darah yang ia lihat bukanlah darah dari rahim melainkan darah fasid (istihadhoh)..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 42 | Nisa

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

فصل في النفاس (النفاس هو الدم الخارج عقيب الولادة (والدم الذي تراه الحامل ابتداء أو حال ولادتها قبل خروج الولد استحاضة) وإن كان ممتدا

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Sedangkan darah yang keluar dari wanita hamil pada awal atau saat ia melahirkan sebelum keluarnya janin dianggap istihadhoh, walaupun itu berlangsung lama..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 186 | Nisa

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

عن ابن عباس - رضي الله عنهما - أنه قال: إن الله رفع الحيض عن الحبلى وجعل الدم رزقا للولد وقالت عائشة - رضي الله عنها - إن الحامل لا تحيض؛ ولأن فم الرحم ينسد بالحبل كذا العادة وفيما ذكر أنه ينفتح فمه بخروج الولد الأول وتنفس بالدم فلا يلزمنا ولو خرج بعض الولد فإن خرج أكثره يكون نفاسا، وإلا فلا

Dari Ibnu Abas radiyallahuanhuma. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya Allah telah mengangkat haid dari wanita hamil, dan menjadikan darah itu sebagi rizki untuk si janin. Dan Aisyah radiyallahuanha juga berkata: ”wanita hamil itu tidak haid”. Dan juga karena pada saat hamil, mulut rahim tertutup dan dia akan membuka lagi saat si bayi itu keluar. Maka tidak mungkin ia mengeluarkan darah haid. Jika yang keluar adalah sebagian besar dari tubuh bayi maka darah yang keluar disebut nifas. Akan tetapi jika yang keluar hanya sebagian kecil dari tubuh bayi maka itu bukan nifas.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 67 | Nisa

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Istidzkar sebagai berikut :

ذكر مالك أنه سأل بن شهاب عن (المرأة) الحامل ترى الدم قال تكف عن الصلاة قال مالك وذلك الأمر عندنا ولم يختلف عن يحيى بن سعيد وربيعة أن الحامل إذا رأت دما فهو حيض تكف من أجله عن الصلاة

Malik menyebutkan bahwasanya Ibnu Syihab bertanya tentang wanita hamil yang melihat darah, ia menjawab: dia (wanita itu) tidak boleh shalat. Malik berkata: itu adalah pendapat mazhab kita. Dan tidak ada yang menyelisihi riwayat dari Yahya bin Said dan Robiah bahwasanya wanita hamil jika melihat darah maka itu adalah haid, maka dari itu ia tidak boleh shalat..

Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar, jilid 1 hal. 327 | Nisa

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

لنا ما في الموطأ عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت في الحامل ترى الدم إنها تترك الصلاة من غير نكير

Pendapat kami sebagaimana dalam kitab Al-Muwattha: dari Aisyah radiyallahuanha bahwasanya ia berkata: wanita hamil jika melihat darah keluar maka ia harus meninggalkan shalat tanpa ragu..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 387 | Nisa

Ia juga menambahkan bahwa dalam madzhab ini wanita hamil juga mengalami haid berbeda dengan pendapat madzhab lain yang mengatakan bahwa wanita hamil itu tidak haid, hal itu sebagaimana ia tuliskan dalam bab haid: Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

الحامل تحيض عندنا

Wanita yang hamil haid dalam madzhab kami..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 386 | Nisa

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

القديم: أنه دم فساد. والجديد الأظهر: أنه حيض. وسواء ما تراه قبل الحمل وبعدها، على المذهب

Dalam qoul qodimnya: bahwasanya itu darah fasid (istihadhoh). Dan dalam qoul jadidnya: itu darah haid, baik itu yang keluar sebelum hamil ataupun sesudahnya..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 174 | Nisa

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ثم على القديم: هو حدث دائم، كسلس البول. وعلى الجديد: يحرم فيه الصوم والصلاة. وتثبت جميع أحكام الحيض

Dalam qaul qadim: ia (darah itu) adalah hadats, seperti kencing. Dan dalam qaul jadid: haram baginya melaksanakan shalat dan puasa (karena statusnya darah haidh), dan berlaku bagi wanita itu semua hukum terkait haidh..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 175 | Nisa

Dalam pendapat pertama ia mengibaratkan seperti keluarnya kencing, dimana itu adalah hadats yang cukup dibersihkan jika akan melakukan ibadah, sedangkan pendapat yang kedua dengan jelas mengatakan bahwa itu adalah haid, maka bagi wanita itu berlaku semua hukum fiqih terkait haid seperti tidak bolehnya shalat, puasa dan lain-lain. Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

و الدم الخارج مع الولد ودم الطلق ليس شيء منهما بحيض لأنه من آثار الولادة ولا نفاس لتقدمه على خروج الولد بل دم فساد

Darah yang keluar bersama janin dan pada saat kontraksi bukanlah darah haid, karena ia termasuk dari sisa melahirkan juga bukan nifas karena ia keluar lebih dulu dari keluarnya janin. Tapi ia darah fasid (istihadhah)..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 114 | Nisa

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

لو رأت الحامل يوما وليلة دما قبيل الطلق كان حيضا

Jika wanita hamil melihat darah selama satu hari satu malam mendekati waktu kontraksi maka itu adalah haid.

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 1 hal. 385 | Nisa

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

والنفاس هو الدم الخارج بعد فراغ الرحم من الحمل، فخرج بما ذكر دم الطلق،والخارج مع الولد فليسا بحيض؛لأن ذلك من آثار الولادة، ولا نفاس لتقدمه على خروج الولد بل ذلك دم فساد

Nifas adalah darah yang keluar setelah rahim bersih dari janin. Sedangkan darah yang keluar bersama janin bukanlah darah haid karena itu termasuk darah sisa melahirkan, juga bukan nifas karena ia keluar sebelum keluarnya janin akan tetapi dia adalah darah fasid (istihadhah)..

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 1 hal. 277 | Nisa

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ولنا: أنه دم خرج بسبب الولادة فكان نفاسا، كالخارج بعده وإنما يعلم خروجه بسبب الولادة إذا كان قريبا منها ويعلم ذلك برؤية أماراتها؛ من المخاض ونحوه في وقته: وأما إن رأت الدم من غير علامة على قرب الوضع، لم تترك له العبادة

Dalam mazhab kami, darah yang keluar sebelum melahirkan adalah nifas. Disamakan dengan darah yang keluar sesudahnya (nifas). Dan hal itu diketahui jika darah yang keluar mendekati waktu melahirkan (HPL). Adapun jika darah yang keluar tidak diikuti dengan tanda-tanda melahirkan maka dia adalah darah fasid dan wanita itu tidak boleh meninggalkan ibadah..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 262 | Nisa

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وكل دم رأته الحامل ما لم تضع آخر ولد في بطنها، فليس حيضا ولا نفاسا، ولا يمنع من شيء

Semua darah yang keluar pada masa kehamilan bukanlah haid ataupun nifas. Dan dia tetap berkewajiban untuk melakukan semua ibadah (shalat, puasa dll). Maka itu dianggap sebagai darah istihadhah..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 414 | Nisa

Wallahu a'lam bishshawab

Baca Lainnya :

Bolehkah Wanita Haid Menyentuh Mushaf?
Achadiah | 2 May 2015, 02:04 | published
Bolehkah Wanita Haidh Masuk dan Berdiam di dalam Masjid?
Isnawati | 9 September 2015, 10:51 | draft
Batasan Minimal dan Maksimal Usia Haidh
Fatimah Khairun Nisa | 9 September 2015, 11:08 | published
Batasan Durasi Minimal dan Maksimal Masa Haidh
Siti Sarah Fauzia | 5 May 2015, 08:05 | published
Darah Keluar Sebelum Melahirkan, Haidh atau Istihadhah?
Miratun Nisa | 6 May 2015, 19:30 | published
Darah Keluar Melewati Maksimal Nifas. Haid Atau Istihadhah?
Siti Maryam | 6 May 2015, 01:00 | published
Darah Keluar Karena Keguguran, Nifas atau Bukan?
Siska | 7 May 2015, 07:12 | published
Hukum Tawaf Dalam Keadaan Haidh
Nur Azizah Pulungan | 8 September 2015, 12:00 | draft
Jima Ketika Darah Haidh Sudah Berhenti Tapi Belum Mandi Janabah
Qathrin Izzah Fithri | 10 September 2015, 06:11 | draft
Warna Kekuningan & Keruh, Darah Haid Atau Bukan?
Siti Maryam | 13 May 2015, 04:25 | published
Bolehkah Wanita Haidh Melafadzkan Al-Quran?
Ipung Multiningsih | 14 November 2015, 20:19 | published