|


 

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الهدي الملتزم معينا، يتعين ابتداء، إذا ضل بغير تقصيره، لم يلزمه ضمانه، فإن وجده، ذبحه. والأضحية، إن وجدها في وقت التضحية، ذبحها، وإن وجدها بعد الوقت، فله ذبحها قضاء، ولا يلزمه الصبر إلى قابل. وإذا ذبحها، صرف لحمها مصارف الضحايا. وفي وجه لابن أبي هريرة: يصرفه إلى المساكين فقط، ولا يأكل، ولا يدخر، وهو شاذ ضعيف.

Hadyu dengan hewan yang spesifik, maka harus hewan tersebut yang disembelih sebagai hadyu. Jika hilang bukan atas kesalahan orang yang mau berhadyu, maka orang tersebut tidak wajib mengganti. Jika ia berhasil menemukan kembali hewan tersebut, maka ia harus menyembelih. Adapun hewan qurban jika ketemu dan waktu penyembelihan qurban masih ada, maka segera disembelih. Namun jika waktunya sudah habis, ia boleh menyembelih hewan tersebut dan status hukumnya sebagai qadla. Ia tidak harus menunggu tahun depan untuk menyembelihnya. Dagingnya pun tetap dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima daging qurban. Namun Ibnu Abi Hurairah berpendapat daging hewannya hanya dibagikan kepada orang-orang miskin saja. Ia tidak boleh memakan ataupun menyimpannya. Ini pendapat syadz dan lemah.

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 3 hal. 219 | Wahyudi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

إذا ضل هديه، أو ضحيته المتطوع بها، لم يلزمه شيء ، قلت: لكن يستحب ذبحها إذا وجدها، والتصدق بها ، ممن نص عليه القاضي أبو حامد ، فإن ذبحها بعد أيام التشريق، كانت شاة لحم يتصدق بها. والله أعلم.

Jika hewan untuk hadyu dan qurban yang sunah hilang, maka tidak wajib mencari gantinya. Penulis ( Imam Nawawy ) berkata: Namun disunahkan menyembelih hewan tersebut jika ketemu dan dagingnya disedekahkan. Diantara ulama yang me-nash hal ini adalah Qadli Abu Hamid. Dan jika penyembelihannya setelah habis hari tasyriq, maka hewan tersebut dihukumi sembelihan biasa yang disedekahkan. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 3 hal. 219 | Wahyudi

Jika penyembelihannya setelah lewat hari tasyriq maka pahalanya pahala sedekah biasa dan bukan hadyu atau qurban.

Baca Lainnya :