|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وللأب قبض صداق ابنته البكر صغيرة كانت أو بالغة ويبرأ الزوج بقبضه أما الصغيرة: فلا شك فيه؛ لأن له ولاية التصرف في مالها.

Maka bagi seorang ayah berhak memegang mahar anak perempuannya baik perawan yang masih kecil atau sudah baligh, dan suami bebas karena ayah yang memegangnya, adapun kalau si istri masih kecil, tidak ada keraguan bagi sang ayah, karena ayah memiliki kewalian dalam bersikap terhadap harta anak perempuannya. .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 240 | Ipung

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وقبض صداق البكر لأبيها ليس إليها منه شيء والصداق لها صغيرة كانت أو كبيرة ليس لأبيها منه شيء

Hak untuk menjaga mahar anak gadis yang masih kecil ada pada ayahnya, bukan pada dia, sedangkan hak kepemilikan atas mahar menjadi hak anak gadisnya, baik dia masih kecil mauapun dewasa. .

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 2 hal. 523 | Isna

Al-Imam Al-Haramain (w. 478 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab sebagai berikut :

أن الأب هل يقبض مهر ابنته؟ فنقول: إن كانت صغيرة، قبض الأب مهرها، ... لو كانت الصغيرة ثيباً، فالأب يقبض مهرها؛ فإن الثيابة لا تؤثر في ولاية المال، وإنما تؤثر في ولاية النكاح،

Seorang ayah, apakah berhak memegang mahar anak perempuannya?

Pendapat kami : Jika anak perempuannya masih kecil, maka ayah yang memegang maharnya.. Jika anak kecil itu janda maka ayah memegang maharnya, karena status janda tidak mempengaruhi hak perwalian dalam harta, hanya mempengaruhi hak perwalian dalam pernikahan. .

Al-Imam Al-Haramain, Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab, jilid 13 hal. 136 | Qathrin

Abul Khatab Al-Kalwadzani (w. 510 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

وللأب قبض مهر ابنته الصغيرة بكل حال

Dan bapaknya yang berhak memegang mahar anaknya yang masih kecil dalam berbagai hal.

Abul Khatab Al-Kalwadzani , Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad, jilid 1 hal. 406 | Sarah

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

(وللأب قبض صداق ابنته المحجور عليها) لصغر أو سفه أو جنون

Ayah berhak memegang mahar anak perempuannya yang (mahjur 'alaiha) seperti masih kecil atau safah atau gila,.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 5 hal. 138 | Sarah

Mahjur alaih: tidak berhak mengelola harta Safih : kurang akal

Baca Lainnya :