|


 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

وإذا ادعت المرأة الخلع، وأنكره الزوج، فأقامت شاهدين: شهد أحدهما بالخلع بألف، والآخر بألف وخمسمائة، فالشهادة باطلة؛ لأنها تدعي أحد الأمرين لا محالة، فتكون مكذبة للشاهد الآخر

Apabila istri mengaku melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, kemudian istri menghadirkan dua orang saksi, dimana saksi yang pertama menyatakan bahwa istri akan memberikan tebusan sebesar seribu, dan saksi yang kedua berkata seribu lima ratus, maka kesaksian dua orang tersebut dianggap tidak sah, karena kesaksian mereka saling bertentangan, seakan-akan mereka saling mendustai satu sama lain..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 6 hal. 185 | Achad

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وإذا ادعت المرأة الخلع، والزوج ينكره فأقامت بينة فشهد أحدهما بالألف، والآخر بألف، وخمسمائة أو اختلفا في جنس الجعل فالشهادة باطلة

Apabila istri mengaku melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, kemudian istri menghadirkan dua orang saksi, dimana saksi yang pertama menyatakan bahwa istri akan memberikan tebusan sebesar seribu, dan saksi yang kedua berkata seribu lima ratus, maka kesaksian dua orang tersebut dianggap tidak sah.

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 4 hal. 94 | Achad

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Fathu Al-Wahhab bi Syarhi Minhaji Ath-Thullab sebagai berikut :

فصل: ادعت خلعا فأنكر حلف أو ادعاه فأنكرت بانت

Apabila istri mengaku melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, maka suami diwajibkan untuk bersumpah. Tetapi apabila suami yang mengakui adanya khulu’ sedangkan istri mengingkarinya, maka jatuhlah khulu’ tersebut..

Zakaria Al-Anshari, Fathu Al-Wahhab bi Syarhi Minhaji Ath-Thullab, jilid 2 hal. 86 | Achad

Al-Qalyubi wa Umairah (w. 1069 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyata Al-Qalyubi wa Umairah sebagai berikut :

(ادعت خلعا فأنكر صدق بيمينه) إذ الأصل عدمه، فإن أقامت به بينة رجلين قضي بها ولا مال لأنه ينكره إلا أن يعود ويعترف بالخلع

Apabila istri mengaku melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, maka pengingkaran tersebut akan berlaku apabila suami telah bersumpah, Karena hukum asalnya adalah ketiadaan perkara tersebut. Apabila istri telah menghadirkan dua orang saksi, maka jatuhlah khulu’ dan suami tidak mendapatkan tebusan apapun sebab pengingkarannya, kecuali jika suami mengklarifikasi pengingkarannya dan mengakui adanya khulu’ tersebut..

Al-Qalyubi wa Umairah, Hasyiyata Al-Qalyubi wa Umairah, jilid 3 hal. 323 | Achad

Sulaiman Al Jamal (w. 1204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafiiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiah Al Jamal 'Ala Syarhi Al Minhaj sebagai berikut :

لو (ادعت خلعا فأنكر حلف) فيصدق إذ الأصل عدمه، فإن أقامت به بينة رجلين عمل بها ولا مال؛ لأنه ينكره إلا أن يعود ويعترف بالخلع فيستحقه

Apabila istri mengaku melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, maka pengingkaran tersebut akan berlaku apabila suami telah bersumpah, Karena hukum asalnya adalah ketidakadaan perkara tersebut. Apabila istri telah menghadirkan dua orang saksi, maka jatuhlah khulu’ dan suami tidak mendapatkan tebusan apapun sebab pengingkarannya, kecuali jika suami mengklarifikasi pengingkarannya dan mengakuai adannya khulu’ tersebut. .

Sulaiman Al Jamal, Hasyiah Al Jamal 'Ala Syarhi Al Minhaj, jilid 4 hal. 319 | Achad

Abul Khatab Al-Kalwadzani (w. 510 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

وإن ادعت المرأة و الخلع وأنكر الزوج لم يثبت الخلع إلا بشهادة رجلين،

Apabila istri mengaku telah melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, maka tidak akan ditetapkan sebagai khulu’ sampai dihadirkannya dua orang saksi yang membenarkan pengakuan istri. .

Abul Khatab Al-Kalwadzani , Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad, jilid 0 hal. 599 | Achad

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وإن ادعته المرأة، وأنكره الزوج، فالقول قوله لذلك، ولا يستحق عليها عوضا

Apabila istri mengaku telah melakukan khulu’, sedangkan suami mengingkarinya, maka khulu’ tidak jatuh, dan suami tidak berhak mendapat imbalan apapun. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 359 | Achad

Baca Lainnya :