Apa Yang Didahulukan Ketika Hendak Sujud ?

Mon 27 April 2015 11:43 | 0
Muhammad Aqil Haidar

 

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Istidzkar sebagai berikut :

فإن وقع منه إلى الأض ركبتاه ثم يداه ثم وجهه فحسن وإلا فلا حرج في الرتبة في ذلك ولا حرج فيه عندنا

Kemudian jika yang terlebih dahulu menyentuh tanah adalah lututnya, baru diikuti kedua tanganya maka hasan(baik). Dn ketika terjadi sebaliknya, maka tidak mengapa dengan urutan tersebut didalam madzhab kami.

Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar, jilid 1 hal. 207 | Ajib

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

فَإِذَا نَزَلَ لِلسُّجُودِ هَلْ يَنْزِلُ عَلَى يَدَيْهِ أَوْ رُكْبَتَيْهِ؟ قَالَ الْقَاضِي عَبْدُ الْوَهَّابِ ذَلِكَ وَاسْعٌ وَالْيَدَانِ أَحْسَنُ

Dan ketika menunduk untuk sujud, tangan terlebih dahulu ataukah lutut? Al-qodhi Abdul Wahhab mengatakan: bebas memilih keduanya. Tetapi mendahulukan tangan lebih baik.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 195 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُقَدِّمَ فِي السُّجُودِ الرُّكْبَتَيْنِ ثُمَّ الْيَدَيْنِ ثُمَّ الْجَبْهَةَ وَالْأَنْفَ

Madzhab kami berpendapat bahwa disunahkan mendahulukan kedua lutut dalam sujud, kemudian kedua tangan dan diikuti kening dan hidung..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 421 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

فِي السُّجُودِ (أَنْ يَضَعَ رُكْبَتَيْهِ) وَقَدَمَيْهِ (ثُمَّ يَدَيْهِ) أَيْ كَفَّيْهِ....فَلَوْ خَالَفَ التَّرْتِيبَ أَوْ اقْتَصَرَ عَلَى الْجَبْهَةِ كُرِهَ

Dalam sujud, dengan meletakan dua lutut dan telapak kaki kemudian diikuti kedua tangan(telapak tangan).....Dan jika menyelisihi runtutan tersebut , atau hanya sujud diatas kening maka dimakruhkan.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 162 | Imam

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وَيَكُونُ أَوَّلُ مَا يَقَعُ مِنْهُ عَلَى الْأَرْضِ رُكْبَتَاهُ، ثُمَّ يَدَاهُ، ثُمَّ جَبْهَتُهُ وَأَنْفُهُ) هَذَا الْمُسْتَحَبُّ فِي مَشْهُورِ الْمَذْهَبِ

Adapun yang pertama kali menyentuh tanah adalah lutut, diikuti kedua tangan serta kening dan hidung. Dan cara ini mustahab menurut madzhab yang masyhur.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 370 | Faisal

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Majmu' Fatawa sebagai berikut :

إنْ شَاءَ الْمُصَلِّي يَضَعُ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ وَإِنْ شَاءَ وَضَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ رُكْبَتَيْهِ وَصَلَاتُهُ صَحِيحَةٌ فِي الْحَالَتَيْنِ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ

Jika musholi menghendaki boleh baginya meletakan kedua lutut sebelum tanganya. Dan jika menghendaki boleh juga meletakan kedua tanganya sebelum lututnya. Dan sholatnya tetap sah dengan kedua cara tersebut melalui kesepakatan ulama.

Ibnu Taimiyah, Majmu' Fatawa, jilid 22 hal. 449 | Imam

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

فَيَضَعُ رُكْبَتَيْهِ، ثُمَّ يَدَيْهِ) هَذَا الْمَذْهَبُ، وَعَلَيْهِ الْأَصْحَابُ، وَهُوَ الْمَشْهُورُ عَنْ أَحْمَدَ، وَعَنْهُ يَضَعُ يَدَيْهِ ثُمَّ رُكْبَتَيْهِ

Kemudian meletakan lututnya diikuti kedua tanganya. Ini adalah pendapat resmi madzhab (Hanbali). Dan pendapat ini juga yang dipilih ulama Hanabilah. Dan juga yang masyhur dari Imam Ahmad. Tetapi diriwayatkan juga dari Imam Ahmad meletakan tangan terlebih dahulu kemudian lutut.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 2 hal. 65 | Syarif

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وَفَرْضٌ عَلَى كُلِّ مُصَلٍّ أَنْ يَضَعَ - إذَا سَجَدَ - يَدَيْهِ عَلَى الْأَرْضِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ وَلَا بُدَّ

Fardhu Bagi setiap musholli untuk meleakan (ketika sujud) kedua tanganya terlebih dahulu sebelum lututnya. Dan itu harus.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 44 | Aqil

Baca Lainnya :

Mana Yang Benar Tentang Qunut Subuh, Sunnah Atau Bid'ah?
Muhamad Amrozi | 23 March 2015, 03:41 | published
Kapan menggerakkan jari telunjuk dalam tahiyat ?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 25 March 2015, 07:42 | published
Apa Yang Didahulukan Ketika Hendak Sujud ?
Muhammad Aqil Haidar | 27 April 2015, 11:43 | published
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 24 March 2015, 09:29 | published
Pembatasan Surat Panjang, Menengah dan Pendek
Imamuddin Mukhtar | 11 September 2015, 13:56 | draft
Hukum Sujud Syukur
Imamuddin Mukhtar | 29 September 2015, 13:58 | draft
Hukum Mengqadha Shalat Yang Terlewat
Muhamad Amrozi | 11 September 2015, 13:59 | draft
Hukum Shalat Bagi Yang Tidak Mendapatkan Air atau Tanah (faqidu ath-thahurain)
Muhammad Aqil Haidar | 11 September 2015, 13:59 | draft
Hukum Membaca Ta'awwudz Sebelum Fatihah
Faisal Reza Amaradja | 1 October 2015, 14:02 | draft
Berbagai Macam versi lafadz Iftitah
Muhammad Aqil Haidar | 11 September 2015, 14:02 | draft
Hukum Menjaharkan Amin
Muhammad Aqil Haidar | 2 October 2015, 14:03 | draft
Hukum Qunut Dalam Shalat Witir
Muhamad Amrozi | 3 October 2015, 14:03 | draft
Hukum Sujud Tilawah di Dalam Sholat
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 September 2015, 14:04 | draft