Kapan menggerakkan jari telunjuk dalam tahiyat ?

Wed 25 March 2015 07:42 | 0
Muhammad Syarif Hidayatullah

 

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ويضع كفيه على فخذيه ويقبض أصابع يده اليمنى إلا التي تلي الإبهام فإنه يرسلها ويشير بها إن شاء ويضع كفه اليسرى على فخذه اليسرى مبسوطة

Dan meletakkan dua telapak tangannya diatas dua pahanya dalam kondisi semua jari-jari tangan kanan yang menggenggam kecuali jari telunjuk, karena sesungguhnya jari telunjuk itu ditegakkan (tidak mengepal melainkan posisi jarinya keluar dan diangkat), dan berisyarat dengannya bagi orang yang mau. Adapun telapak tangan yang kiri diletakan diatas paha kiri dalam kondisi terjulur..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 204 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

يقبض الجميع إلا المسبحة وهو قول مالك الذي رواه عن ابن عمر في صفة صلاته عليه السلام وإذا قبض الإبهام جعله تحت الثلاثة

Semua jari dalam kondisi menggenggam kecuali jari telunjuk, ini adalah ucapannya imam Malik yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘umar tentang sifat shalat nabi Muhammad saw. dan jika posisi ibu jari menggenggam maka tempatkan pada posisi dibawah tiga jari lainnya (kelingking,jari manis dan jari tengah)..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 212 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

(يستحب أن يرفع مسبحته في كلمة الشهادة، إذا بلغ همزة: (إلالله

Mengangkat jari telunjuk ketika membaca lafadz “illAllah” dalam tahiyat hukumnya adalah mustahab..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 262 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

ولا يستحب تحريكها بل يكره؛ لأنه قد يذهب الخشوع (فإن حرك لم تبطل) صلاته؛ لأن الحركات الخفيفة لا تؤثر

Dan tidak disukai apabila menggerak-gerakkan telunjuknya bahkan makruh hukumnya, karena bisa menghilangkan khusyu’. Jika digerakkan shalatnya tetap tidak batal karena gerakan yang sedikit tidak berpengaruh..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 165 | Imam

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

ولا يحركها عند رفعها للاتباع وصح تحريكها فيحمل للجمع بينهما على أن المراد به الرفع لا سيما وفي التحريك قول بأنه حرام مبطل للصلاة فمن ثم قلنا بكراهته

(dan tidak menggerak-gerakkannya) ketika mengangkatnya, dan boleh juga apabila menggerak-gerakkannya. Maka Ibnu hajar Ibn Hajar Al-Haitamimenjama’ kedua pendapat (yang membolehkannya dengan pendapat yang mengatakan bahwa hal itu haram [membatalkan shalat]) dengan hukum makruh..

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 2 hal. 80 | Amrozi

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ويشير بالسبابة، يرفعها عند ذكر الله تعالى في تشهده؛ لما روينا، ولا يحركها

Dan berisyarat dengan jari telunjuk, mengangkatnya ketika menyebutkan nama Allah swt. dalam tasyahudnya. sebagaimana yang kita riwayatkan, dan tidak menggerak-gerakannya..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 383 | Syarif

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ونستحب أن يشير المصلي إذا جلس للتشهد بأصبعه ولا يحركها

Mustahab hukumnya bagi orang yang shalat untuk mengisyaratkan (tauhid) dengan jari telunjuknya ketika duduk tasyahud dan tanpa menggerak-gerakkannya..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 64 | Faisal

Baca Lainnya :

Mana Yang Benar Tentang Qunut Subuh, Sunnah Atau Bid'ah?
Muhamad Amrozi | 23 March 2015, 03:41 | published
Kapan menggerakkan jari telunjuk dalam tahiyat ?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 25 March 2015, 07:42 | published
Apa Yang Didahulukan Ketika Hendak Sujud ?
Muhammad Aqil Haidar | 27 April 2015, 11:43 | published
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 24 March 2015, 09:29 | published
Pembatasan Surat Panjang, Menengah dan Pendek
Imamuddin Mukhtar | 11 September 2015, 13:56 | draft
Hukum Sujud Syukur
Imamuddin Mukhtar | 29 September 2015, 13:58 | draft
Hukum Mengqadha Shalat Yang Terlewat
Muhamad Amrozi | 11 September 2015, 13:59 | draft
Hukum Shalat Bagi Yang Tidak Mendapatkan Air atau Tanah (faqidu ath-thahurain)
Muhammad Aqil Haidar | 11 September 2015, 13:59 | draft
Hukum Membaca Ta'awwudz Sebelum Fatihah
Faisal Reza Amaradja | 1 October 2015, 14:02 | draft
Berbagai Macam versi lafadz Iftitah
Muhammad Aqil Haidar | 11 September 2015, 14:02 | draft
Hukum Menjaharkan Amin
Muhammad Aqil Haidar | 2 October 2015, 14:03 | draft
Hukum Qunut Dalam Shalat Witir
Muhamad Amrozi | 3 October 2015, 14:03 | draft
Hukum Sujud Tilawah di Dalam Sholat
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 September 2015, 14:04 | draft