Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?

Fri 17 April 2015 10:10 | 0
Muhammad Aqil Haidar

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

أن التيمم بدل عن الوضوء ثم الوضوء في اليدين إلى المرفقين فالتيمم كذلك

Tayammum adalah ganti daripada wudhu. Sedangkan wudhu dalam (membasuh) kedua tangan sampai kedua siku. Maka tayammum juga seperti itu.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 107 | Aqil

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

التيمم ضربتان: يمسح بإحداهما وجهه وبالأخرى يديه إلى المرفقين

Tayammum dua kali usapan. Salah satunya untuk muka. Dan yang kedua untuk kedua tangan sampai siku.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 27 | Ajib

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

ولنا حديث عمار أنه - عليه الصلاة والسلام - مسح وجهه ويديه إلى المرفقين

Dan hujjah kami adalah hadist Ammar, bahwasanya Nabi ﷺ mengusap wajah dan kedua tangannya sampai kedua siku.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 38 | Aqil

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ولو تيمم إلى الكوعين فقد اختلف أهل المدينة وأصحاب مالك في ذلك وقيل: يعيد على كل حال إذا لم يتيمم إلى المرفقين وهو قول ابن نافع وابن عبد الحكم وابن سحنون وهذا أحب إلى

Jika seseorng bertayammum namun hanya sampai pergelangan tangan, maka ahlu madinah dan ulama Malikiyah berbeda pendapat. Salah satunya adalah mengulangi secara mutlak ketika tidak sampai siku dalam tayammum. Dan ini adalah pendapat Abu Nafi’, Ibnu Abdil Hakam dan Ibn Sahnun. Dan saya cenderung mengikuti pendapat ini.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 182 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

أن اليد أطلقت في السرقة فحملت على الكوع فكذلك ههنا ولأن اليد لو لم تصدق على الكوعين لما قيل في الوضوء {إلى المرافق}

Kata “al-yad” dalam bab pencurian diartikan tangan sampai pergelangan saja. Maka dalam tayamum juga demikian. Karena kata “al-yad” kalau artinya bukan tangan sampai pergelangan, maka tidak perlu disebutkan kalimat “sampai kedua siku” dalam bab wudhu.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 53 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الركن السادس: مسح اليدين. ويجب استيعابهما إلى المرفقين على المذهب

Rukun yang keenam adalah mengusap kedua tangan. Dan wajib meratakan debu sampai siku menurut pendapat madzhab.

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 112 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

السادس مسح اليدين مع المرفقين

Rukun yang keenam adalah mengusap kedua tangan sampai siku.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 86 | Imam

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

الرابع: مسح يديه إلى المرفقين للآية كالوضوء

Rukun yang keempat adalah mengusap kedu tangan sampai siku seperti yang tertera di dalam ayat wudhu.

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 63 | Faisal

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ويجب مسح اليدين إلى الموضع الذي يقطع منه السارق، أومأ أحمد إلى هذا لما سئل عن التيمم، فأومأ إلى كفه ولم يجاوزه

Dan yang wajib dibasuh pada tangan adalah sampai batas dipotongnya pencuri (sampai pergelangan). Imam Ahmad mengisyaratkan seperti itu ketika ditanya tentang tayammum. Beliau mengisyaratkan kaff (ujung jari sapai pergelangan) dan tidak lebih.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 187 | Syarif

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Fatawa Al-Kubra sebagai berikut :

وصفة التيمم أن يضرب بيديه الأرض يمسح بهما وجهه وكفيه

Adapun sifat tayammum adalah dengan menghentakan tangan ke tanah. Kemudian diusapkan ke wajah dan kaffnya (ujung jari sampai pergelangan tangan).

Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa Al-Kubra, jilid 5 hal. 310 | Faisal

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ويمسح وجهه وظهر كفيه إلى الكوعين بضربة واحدة فقط

Dan mengusap wajah dan sisi luar dari telapak tangan sampai pergelangan dengan sekali mengambil tanah.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 368 | Aqil

Baca Lainnya :

Tayammum, Sampai Siku atau Pergelangan Tangan?
Imamuddin Mukhtar | 3 April 2015, 10:09 | published
Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum
Kartika Ande | 11 September 2015, 19:57 | published
Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?
Muhammad Aqil Haidar | 17 April 2015, 10:10 | published
Apakah Tayamum Menghilangkan Hadats Atau Sekedar Membolehkan Shalat
Isnaini Mangasiroh | 11 September 2015, 20:00 | published
Waktu Diperbolehkannya Tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 11 September 2015, 20:01 | published
Apakah Tayammum Hanya Untuk Satu Kali Shalat?
Anisah Nurul Sholihah | 11 September 2015, 20:02 | published
Bolehkah Tayammum Shalat Sunnah Dipakai lagi Untuk Shalat Wajib
Mega Cahyati | 11 September 2015, 20:03 | published
Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?
Rahmi Fitriani | 11 September 2015, 20:04 | published
Apakah Tartib Dalam Tayammum Itu Termasuk Rukun?
Kholisnawati | 11 September 2015, 20:05 | published
Apakah Muwalat Termasuk Rukun Dalam Tayammum?
Mardliyatun Nimah | 11 September 2015, 20:07 | published
Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum
Irma Suri Handayani | 11 September 2015, 20:07 | published
Tayammum Itu Satu Tepukan Atau Dua kali?
Ahda Sabila | 11 September 2015, 20:08 | published
Hukum menunda shalat untuk menunggu adanya air
Neng Ani | 18 September 2015, 17:17 | published
Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?
Taslima Husin | 18 September 2015, 17:19 | published