|


 

Hasan Asy-Syarbilali (w. 1069 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Nurul Idhah wa Najatul Arwah sebagai berikut :

ويستحب للإمام بعد سلامه... أن يستقبل بعده الناس

Imam disunnahkan setelah salam menghadap manusia (makmum).

Hasan Asy-Syarbilali , Nurul Idhah wa Najatul Arwah, jilid 1 hal. 67 | Taslima

Syihabuddin An-Nafrawi (w. 1126 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Fawakih Ad-Dawani 'ala Risalah Ibni Abi Zaid Al-Qayrawani sebagai berikut :

إذا سلّم الإمام يستقبل الناس ندبا

jika imam salam, disunnahkan menghadap manusia (jamaah).

Syihabuddin An-Nafrawi, Al-Fawakih Ad-Dawani 'ala Risalah Ibni Abi Zaid Al-Qayrawani, jilid 1 hal. 281 | Taslima

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

كَمَا يُسْتَحَبُّ لَهُ إِذَا فَرَغَ مِنَ الصَّلاةِ أَنْ يُقْبِلَ عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ يَمِينًا أَوْ شِمَالا

“Sebagaimana disunnahkan baginya (imam) apabila telah selesai dari shalat untuk menghadap makmum baik mengarah ke kanan maupun ke kiri”.

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 1 hal. 0 | Neng

Baca Lainnya :