Hukum Menghadiri Undangan Walimah

Mon 16 November 2015 06:00 | 0
Fatimah Khairun Nisa

Merupakan suatu keumuman ketika ada orang yang mengadakan walimatul 'urs akan mengundang orang-orang yang dia kenal untuk menghadiri jamuan pernikahannya.

Bagaimanakah islam memandang hukum menghadiri undangan pernikahan? Apa para pendapat antar 5 madzhab mengenai hal ini?

Mari kita simak bersama pendapat mereka :

 

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

(ووليمة العرس سنة) قديمة وفيها مثوبة عظيمة(ومن دعي) إليها (فليجب وإن لم يجب أثم)

Dan walimatul ‘urs hukumnya sunnah yang ada sejak dahulu dan di dalamnya terdapat pahala yang sangat besar, dan siapa saja yang diundang untuk menghadiri walimah maka ia harus datang memenuhi undangannya dan apabila ia tidak datang maka ia berdosa..

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 2 hal. 550 | Azizah

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

(قوله دعي إلى وليمة) وهي طعام العرس وقيل الوليمة اسم لكلّ طعام. وفي الهنديّة عن التّمرتاشيّ: اختلف في إجابة الدّعوى قال بعضهم: واجبة لا يسع تركها وقال العامّة: هي سنّة، والأفضل أن يجيب إذا كانت وليمة وإلّا فهو مخيّر والإجابة أفضل، لأنّ فيها إدخال السّرور في قلب المؤمن

وفي الاختيار: وليمة العرس سنّة قديمة إن لم يجبها أثم لقوله - صلّى اللّه عليه وسلّم - «من لم يجب الدّعوة فقد عصى اللّه ورسوله، فإن كان صائما أجاب ودعا، وإن لم يكن صائما أكل ودعا، وإن لم يأكل ولم يجب أثم وجفا» لأنّه استهزاء بالمضيف وقال - عليه الصّلاة والسّلام - «لو دعيت إلى كراع لأجبت» اهـ. ومقتضاه أنّها سنّة مؤكّدة، بخلاف غيرها وصرّح شرّاح الهداية بأنّها قريبة من الواجب.

(Perkataan Al-Hashkafi : Diundang ke walimah) walimah adalah jamuan pernikahan. Dan di kitab Al-Hindiyyah dari At-Tamurtasyi beliau mengatakan : Ulama berselisih pendapat dalam hal memenuhi undangan walimatul’urs, sebagian ulama berpendapat : hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan, sedangkan pendapat mayoritas ulama adalah: hukumnya sunnah, dan yang lebih utama adalah memenuhi undangan jika itu undangan perjamuan, dan jika tidak maka dia boleh memilih antara hadir atau tidak, dan yang lebih utama adalah memenuhi undangannya, karena dalam memenuhi undangan itu dapat membahagiakan hati orang mu’min (hati orang yang mengundangnya)

Dan dalam kitab ‘Al-Ikhtiyar’ : Hukum dari mengadakan walimatul ‘urs adalah sunnah yang sudah ada sejak lama, dan jika dia diundang tapi tidak memenuhinya maka dia berdosa karena sabda Rasulullah SAW : (Barangsiapa yang tidak memenuhi undangan maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jika dia dalam keadaan berpuasa maka dia wajib memenuhi undangan dan mendo’akan, dan apabila dia tidak dalam keadaan berpuasa maka dia boleh makan dan mendo’akan, dan apabila dia tidak makan dan tidak memenuhi undangan maka dia berdosa) karena hal ini termasuk penghinaan terhadap orang yang mengundang. Rasulullah SAW bersabda : (Dan apabila saya diundang makan-makan, maka sungguh saya akan datang) selesai. Hadits ini menyimpulkan bahwa hukum mendatanginya sunnah muakkadah, lain halnya dengan undangan selain pernikahan, sedangkan yang mensyarah kitab Al Hidayah menjelaskan bahwa hukumnya mendekati kepada wajib. .

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 6 hal. 347 | Fatimah

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

وفي الجواهر يجعلها بعد البناء قال اللخمي هي قبله وبعده واسع فقد أولم - صلى الله عليه وسلم - على صفية بعد البناء وإتيانها واجب خيفة العداوة وأن لا يهدون إن لم يحضرها من يشهد النكاح به ومباح إن حضرها وخالفه صاحب الجواهر قال ويجب إتيانها على من دعي إليها عند مالك والأئمة وأكثر العلماء لما في مسلم قال - صلى الله عليه وسلم - إذا دعي أحدكم إلى الوليمة فليأتها وصفة ما تجب الإجابة أن يعين الرجل الدعوة فإن قال للرسول ادع من تحب لم تجب لعدم التعيين

Dalam kitab Al- Jawahir : Pelaksanaan walimah diadakan itu setelah terjadinya hubungan suami istri. Al-Lakhami mengatakan: Waktu pelaksaan walimah itu luas, boleh diadakan sebelum atau sesudah terjadinya hubungan suami istri, dan menghadiri acara walimah itu wajib bagi sesorang yang mengkhawatirkan terjadinya permusuhan dengan ketidak hadirannya, dan menjadi mubah hukum menghadirinya jika yang mengundang tidak merasa tenang tanpa kehadiran orang yang bisa menyaksikan pernikahannya. Ini berbeda dengan yang dikatakan dalam kitab Al-Jawahir,menghadiri undangan walimah itu wajib menurut Malik dan menurut mayoritas ulama, sebagaimana hadis nabi yang artinya: Jika salah satu dari kalian diundang untuk menghadiri walimah, maka hadirilah. Sifat undangan yang wajib dihadiri adalah ketika undangan itu ditujukan kepada personal, sedangkan undangan yang tidak ditujukan untuk personal atau umum, maka tidak wajib..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 4 hal. 451 | Isna

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

وتجب الإجابة على من دعى إليها

Menghadiri acara walimah itu diwajibkan bagi yang diundang .

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 131 | Isna

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

ووجوب إجابة الدعوة والحضور إنما هو لوليمة العرس

Menjawab dan menghadiri undangan walimah pernikahan itu wajib..

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 337 | Isna

Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Umm sebagai berikut :

[الوليمة]

إتيان دعوة الوليمة حق والوليمة التي تعرف وليمة العرس وكل دعوة كانت على إملاك أو نفاس أو ختان أو حادث سرور دعي إليها رجل فاسم الوليمة يقع عليها ولا أرخص لأحد في تركها ولو تركها لم يبن لي أنه عاص في تركها كما يبين في وليمة العرس.

(Bab Walimah)

... Menghadiri undangan walimah hukumnya wajib, dan walimah yang biasa dimaksud adalah walimatul 'urs. Ketika seseorang diundang dalam undangan apapun, baik imlak, setelah melahirkan, khitan, atau moment bahagia, itu juga termasuk walimah. Aku tidak tidak mengizinkan siapapun mengabaikannya. Jika seseorang mengabaikan undangan walimah, maka dalam pandanganku dia telah berdosa sebagaimana telah jelas dalam walimatul 'urs. .

Al-Imam Asy-Syafi'i, Al-Umm, jilid 6 hal. 195 | Qathrin

Di dalam kitab Nihayah al-Muhtaj ila Syarhi al-Minhaj karangan Imam Ar-Ramli, juz 6 halaman 378 disebutkan bahwa maksud dari imlak adalah akad nikah. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

قال المصنف رحمه الله:

(فصل) ومن دعى إلى وليمة وجب عليه الاجابة

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :

Fasl : Orang yang diundang untuk menghadiri walimah, dia wajib datang... .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 16 hal. 396 | Qathrin

Al-Hishni (w. 829 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Kifayatul Akhyar sebagai berikut :

... والإجابة إليها واجبة إلا من عذر

... Dan menghadiri (walimah) hukumnya wajib kecuali ada udzur...

Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, jilid 1 hal. 373 | Qathrin

Al-Malibari (w. 987 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Mu'in sebagai berikut :

وتجب على غير معذور بأعذار الجمعة وقاض الإجابة إلى وليمة عرس عملت بعد عقد لا قبله

Menghadiri walimatul 'urs yang diadakan setelah akad bukan sebelum akad hukumnya wajib kecuali yang udzur karena udzur jum'at dan Qadhi. .

Al-Malibari, Fathul Mu'in, jilid 1 hal. 491 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

(والإجابة إليها) بناء على أنها سنة (فرض عين)

(Dan hukum menghadiri (walimah)) yang mana hukum mengadakannya sunnah (adalah fardhu 'ain).

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 371 | Qathrin

Al-Khiraqi (w. 334 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Mukhtshar Al-Khiraqi sebagai berikut :

من دعي إليها أن يجيب فإن لم يحب أن يطعم دعا وانصرف

Seseorang uang diundang untuk mendatangi undangan walimah pernikahan maka hendaknya memenuhi undangan tersebuit, apabila ia tidak mau makan, maka hendaknya mendo'akan lalu pergi..

Al-Khiraqi, Mukhtshar Al-Khiraqi, jilid 0 hal. 108 | Ipung

Abul Khatab Al-Kalwadzani (w. 510 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

وإجابة الداعي إليها إذا كان مسلما واجبة، فإن دعاه في اليوم الثاني استحب له الإجابة، فإن دعاه في اليوم الثالث لم يستحب له الإجابة

Dan hukum menghadiri undangan walimah pernikahan wajib jika yang mengundang adalah muslim, dan jika ia mengundang pada hari kedua hukumnya mustahab, dan hari ketiga bukan mustahab lagi hukumnya..

Abul Khatab Al-Kalwadzani , Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad, jilid 0 hal. 410 | Ipung

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

[مسألة وجوب الإجابة إلى الوليمة لمن دعي إليها] مسألة قال: (وعلى من دعي أن يجيب)

(Permasalahan wajibnya menghadiri undangan walimah bagi seseorang yang mendapatkan undangan)

(Dan seseorang yang diundang hendaknya menghadiri) .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 276 | Ipung

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

(5665) فصل: وإنما تجب الإجابة على من عين بالدعوة، بأن يدعو رجلا بعينه، أو جماعة معينين.

Pasal (5665)

Wajib menghadiri undangan bagi seseorang yang diundang dengan namanya, atau sebuah kelompok dengan namanya..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 277 | Ipung

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

فصل: وإجابة الداعي إليها واجبة...وإن دعا ثلاثة أيام، وجبت الإجابة في اليوم الأول، واستحب في الثاني، ولم تستحب في الثالث...

Pasal:

Dan memenuhi undangan seseorang yang mengundang walimah pernikahan adalah wajib...jika ia mengundang 3 hari, maka menghadiri undangan hari pertama wajib, hari kedua mustahab, dan hari ketiga bukan mustahab lagi..

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 3 hal. 78 | Ipung

Az-Zarkasyi (w. 772 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Syarah Az-Zarkasyi ala Mukhtashar Al-Khiraqi sebagai berikut :

قال: وعلى من دعي إليها أن يجيب. ش: يعني إلى وليمة العرس، وهذا هو المذهب المعروف في الجملة، وقول عامة العلماء...

Al-Khiraqy berkata : dan siapa yang diundang maka wajib untuk menghadiri, yaitu walimah pernikahan, dan ini adalah pendapat madzhab yang terkenal secara keseluruhan, begitupun perkataan para ulama..

Az-Zarkasyi, Syarah Az-Zarkasyi ala Mukhtashar Al-Khiraqi, jilid 5 hal. 328 | Ipung

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

قوله (والإجابة إليها واجبة) . هذا المذهب مطلقا بشروطه. وعليه جماهير الأصحاب. ....

( Dan menghadiri undangan wajib hukumnya). Ini adalah pendapat madzhab secara muthlaq dengansyarat-syaratnya. Dan pendapat para jumhur ulama,.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 8 hal. 318 | Ipung

Abdul Qodir Asy-Syaibani (w. 1135 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Nail Al-Marib bi Syarhi Dalil Ath-Tholib sebagai berikut :

[حكم إجابة الدعوة] (والإجابة إليها) أي الوليمة (في المرة الأولى واجبة) لما روي عن ابن عمر رضي الله عنهما، مرفوعا "أجيبوا هذه الدعوة إذا دعيتم إليها" (1) (إن كان لا عذر) له فإن كان المدعو مريضا،...، أو مشغولا بحفظ مال، أو كان في شدة حر أو برد أو مطر يبل الثياب، أو وحل، أو كان أجيرا خاصا ولم يأذن له المستأجر، لم تجب الإجابة، (ولا منكر).

... (و) الإجابة إلى الوليمة إذا دعي (في) المرة (الثانية سنة) كما لو دعي إليها في اليوم الثاني (وفي الثالثة مكروهة).

(Hukum menghadiri undangan)

Menghadiri undangan) yaitu walimah (pada hari pertama wajib hukumnya) sebagaimana yang telah diriwayatkan dari ibnu Abdil barr " penuhilah undangan jika kalian diundang" (dengan syarat jika tidak ada halangan) karena sakit atau sibuk menjaga harta, atau karena udara yang sangat panas, udara yang sangay dingin, atu karena hujan lebat,lumpur, atau karena disewa oleh seseorang, maka tidak wajib memenuhi undangan.(dan tidak ada yang menyelisihi tentang hal ini)

Dan sunnah hukum menghadiri undangan walimah pernikahan jika diundang kedua kali, sebagaimana jika diundang pada hari yang kedua. dan jika yang ketiga hukumnya makruh. .

Abdul Qodir Asy-Syaibani, Nail Al-Marib bi Syarhi Dalil Ath-Tholib, jilid 2 hal. 203 | Ipung

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: وفرض على كل من دعي إلى وليمة أو طعام أن يجيب - إلا من عذر - فإن كان مفطرا ففرض عليه أن يأكل، فإن كان صائما فليدع الله لهم،

Permasalahan : dan siapa saja yang diundang untuk acara walimah atau makan maka hukumnya fardhu untuk memenuhi undangan tersebut kecuali ada halangan tertentu, apabila ia tidak berpuasa maka hukumnya fardhu untuk makan , dan apabila ia berpuasa maka cukup baginnya mendoakan mereka..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 23 | Azizah

Setelah pemaparan diatas telah jelas pendapat ulama antar 5 madzhab. Al-Hanafiyyah berpendapat bahwa hukum menghadiri perjamuan pernikahan adalah sunnah muakkadah, bahkan ulama dalam madzhab ini ada yang berpendapat bahwa hukumnya sunnah mendekati pada wajib.

Sedangkan, madzhab Al-Malikiyyah berpendapat hukumnya adalah wajib, apalagi jika undangan ditunjukkan secara personal, alias bukanlah satu undangan yang ditujukan kepada khalayak umum.

Madzhab Asy-Syafi'iyyah, Al-Hanabilah dan Adz-Dzahiriyyah berpendapat sama dengan madzhab Al-Malikiyyah, yaitu hukum mendatanginya adalah wajib, kecuali jika ada udzur yang menghalangi dia dari menghadiri undangan tersebut.

Itulah pendapat para ulama antar madzhab dalam permasalahan ini. Wallahu a'lam bisshawab.

Baca Lainnya :

Kapan Seharusnya Walimah Diadakan?
Isnawati | 19 November 2015, 08:36 | published
Hukum Menghadiri Undangan Walimah
Fatimah Khairun Nisa | 16 November 2015, 06:00 | published
Hukum Mengadakan Walimah
Ipung Multiningsih | 15 November 2015, 05:28 | published
Menghadiri Walimah dalam Keadaan Berpuasa, Haruskah Membatalkan Puasanya?
Qathrin Izzah Fithri | 17 November 2015, 06:29 | published