Hukum Mengadakan Walimah

Sun 15 November 2015 05:28 | 0
Ipung Multiningsih

Walimah adalah makanan yang disuguhkan kepada para tamu undangan. Dan mempelai biasanya mengadakan walimah supaya keluarga bisa kumpul dan tujuan lainnya. Lalu sebenarnya mengadakan walimahtul 'urs bagaimana hukumnya? Berikut pendapat para ulama madzhab mengenai hukum mengadakan walimatul 'urs.

 

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

ووليمة العرس سنة) قديمة وفيها مثوبة عظيمة)

Dan hukum mengadakan walimatul ‘urs sunnah yang ada sejak dahulu dan di dalamnya terdapat pahala yang sangat besar. .

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 2 hal. 550 | Azizah

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

وفي الاختيار: وليمة العرس سنّة قديمة

Dan dalam kitab ‘Al-Ikhtiyar’ : Hukum dari mengadakan walimatul ‘urs adalah sunnah yang sudah ada sejak lama... .

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 6 hal. 347 | Fatimah

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

(المسألة الثالثة) في الوليمة وهي مأمور بها ومحلها بعد البناء

Mengadakan walimah itu diperintahkan, dan waktunya setelah terjadinya hubungan suami istri..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 130 | Isna

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

وظاهر كلام المصنف استحباب الوليمة ولو ماتت المرأة أو طلقت.

Perkataan penulis lebih jelasnya adalah dianjurkannya mengadakan walimah, meskipun sang istri telah meninggal atau dithalaq..

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 337 | Isna

Muhammad 'Illisy (w. 1299 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Manhu Al-Jalil Syahru 'Ala Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

المذهب ندبها …وتحصل السنة بأي شيء أطعمه ولو بمدي شعير

Menurut Madzab Maliki, Disunnahkan mengadakan walimah, dan sunnah tersebut bisa terlaksana dengan menyuguhkan makanan apapun, meski hanya dengan satu mud gandum.

Muhammad 'Illisy, Manhu Al-Jalil Syahru 'Ala Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 528 | Isna

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وأما وليمة العرس فقد اختلف أصحابنا فيها فمنهم من قال هي واجبة وهو المنصوص لما روى أنس رضي الله عنه قال: تزوج عبد الرحمن بن عوف رضي الله عنه فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: "أولم ولو بشاة1" ومنهم من قال هي مستحبة لأنه طعام لحادث سرور فلم تجب

Mengenai walimatul 'urs, Para ulama dalam mazhab kami berbeda pendapat, sebagian mereka mengatakan wajib dan dalilnya jelas sebagaimana diriwayatkan oleh Anas RA berkata : telah menikah Abdurrahman bin Auf RA, kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya : 'Adakanlah walimah walau dengan seekor kambing'. Dan sebagian mereka berkata mustahab karena merupakan ajakan makan untuk berbagi kebahagiaan maka tidak wajib. .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 477 | Qathrin

Dalam hal ini Imam Asy-Syirazi tidak merajihkan salah satu pendapat dari para ulama. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

وفي وليمة العرس قولان، أو وجهان. أحدهما: أنها واجبة، لقوله صلى الله عليه وسلم في الحديث الصحيح: «أولم ولو بشاة» وأصحهما: أنها مستحبة كالأضحية وسائر الولائم،

Tentang walimatul 'urs ada dua pendapat : Yang pertama : hukumnya wajib, sebagaimana perkataan Rasulullah SAW dalam hadits shahih : 'Adakanlah walimah walau dengan seekor kambing'. Dan pendapat yang paling kuat : hukumnya mustahab sebagaimana qurban dan walimah secara umum. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 333 | Qathrin

Al-Hishni (w. 829 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Kifayatul Akhyar sebagai berikut :

والوليمة على العرس مستحبة ...

Mengadakan walimatul 'urs hukumnya mustahab ... .

Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, jilid 1 hal. 373 | Qathrin

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

(والكل مستحب) ودليل استحباب الوليمة ... أنه «قال لعبد الرحمن بن عوف وقد تزوج أولم ولو بشاة» والأمر فيه للندب قياسا على الأضحية ... ولو كان الأمر للوجوب لوجبت وهي لا تجب إجماعا لا عينا ولا كفاية

(Hukum semua (walimah) mustahab). Dalilnya adalah ... Rasulullah (berkata kepada Abdurrahman bin 'Auf yang telah menikah 'adakanlah walimah walau dengan seekor kambing'). Dan maksud perintah dalam hadits ini adalah nadb (sunnah) karena diqiyaskan kepada qurban ... Jika maksud perintah disini adalah wajib, pasti sudah diwajibkan, akan tetapi tidak ada yang mewajibkan secara ijma'. Tidak wajib 'ain dan tidak juga wajib kifayah. .

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 224 | Qathrin

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

فإنها (سنة) مؤكدة لثبوتها عنه - صلى الله عليه وسلم - قولا وفعلا

Hukum walimatul 'urs (sunnah) muakkadah sebagaimana telah ditetapkan oleh Nabi -Shallallahu 'alahi wa sallam- baik perkataan dan perbuatan. .

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 4 hal. 404 | Qathrin

Al-Malibari (w. 987 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Mu'in sebagai berikut :

الوليمة لعرس سنة مؤكدة

Hukum walimatul 'urs sunah muakkadah .

Al-Malibari, Fathul Mu'in, jilid 1 hal. 490 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

(وليمة العرس سنة) مؤكدة

(Hukum walimatul 'urs sunnah) muakkadah ... .

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 369 | Qathrin

Al-Khiraqi (w. 334 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Mukhtshar Al-Khiraqi sebagai berikut :

كتاب الوليمة ويستحب لمن تزوج أن يولم ولو بشاه

Kitab walimah

Dan mustahab hukumnya bagi yang menikah untuk mengadakan walimah walaupun dengan seekor kambing.

Al-Khiraqi, Mukhtshar Al-Khiraqi, jilid 0 hal. 108 | Ipung

Abul Khatab Al-Kalwadzani (w. 510 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

2. الهداية على مذهب الإمام أحمد (ص: 409) باب الوليمة والنثر (4) وليمة العرس مستحبة

(bab walimah dan pesta) Walimah pernikahan hukumnya mustahab..

Abul Khatab Al-Kalwadzani , Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad, jilid 0 hal. 409 | Ipung

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

[باب الوليمة] وهي: الإطعام في العرس. وهي مستحبة،... وليست واجبة

(Bab walimah)

Yaitu makanan dihidangkan ketika walimah pernikahan, hukumnya mustahab... dan bukan wajib..

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 3 hal. 77 | Ipung

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

[مسألة يستحب لمن تزوج أن يولم ولو بشاة] مسألة (5662) ؛ قال (ويستحب لمن تزوج أن يولم ولو بشاة) . لا خلاف بين أهل العلم في أن الوليمة سنة في العرس مشروعة

(Permasalahan mengadakan walimah mustahab bagi yang mengadakan pernikahan walaupun dengan sesekor kambing)

(Masalah ke 5662): Ibnu Qudamah berkata: Mustahab hukum walimah bagi yang menikah walaupun dengan seekor kambing, dan tidak ada perbedaan diantara para ulama bahwa walimah pernikahan sunnah serta disyari'atkan. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 275 | Ipung

Ibn qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Umdatu Al-Fiqhi sebagai berikut :

باب الوليمة وهي دعوة العرس وهي مستحبة

Bab Walimah

Yaitu undangan untuk pernikahan hukumnya mustahab.

Ibn qudamah, Umdatu Al-Fiqhi, jilid 0 hal. 113 | Ipung

Abdul Qodir Asy-Syaibani (w. 1135 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Nail Al-Marib bi Syarhi Dalil Ath-Tholib sebagai berikut :

وكل هذه الدعوات مباحة لا تكره ولا تستحب، والإجابة إليها مستحبة، إلا (وليمة العرس) (4) فإنها (سنة مؤكدة)

Semua undangan acara tersebut diatas (seperti walimah aqiqah dst) mubah dan tidak makruh dan bukan mustahab, dan menghadirinya mustahab, kecuali walimah pernikahan hukumnya sunnah muakkad..

Abdul Qodir Asy-Syaibani, Nail Al-Marib bi Syarhi Dalil Ath-Tholib, jilid 2 hal. 202 | Ipung

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: وفرض على كل من تزوج أن يولم بما قل أو كثر.

Permasalahan : Dan barang siapa yang telah menikah maka hukumnya fardhu untuk mengadakan walimah baik secara kecil-kecilan atau besar-besaran..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 20 | Azizah

Demikianlah pemaparan pendapat para ulama mengenai hukum mengadakan walimah.

Dengan kesimpulan, bahwa pendapat ulama malikiyah,hanabilah dan sebagian ulama syafi'iyyah sunnah mustahab muakkad mengadakan walimah.

Dan menurut pendapat imam Malik, Imam Syafi'i, dan Dzahiry bahwa hukum mengadakan walimah adalah wajib.

Baca Lainnya :

Kapan Seharusnya Walimah Diadakan?
Isnawati | 19 November 2015, 08:36 | published
Hukum Menghadiri Undangan Walimah
Fatimah Khairun Nisa | 16 November 2015, 06:00 | published
Hukum Mengadakan Walimah
Ipung Multiningsih | 15 November 2015, 05:28 | published
Menghadiri Walimah dalam Keadaan Berpuasa, Haruskah Membatalkan Puasanya?
Qathrin Izzah Fithri | 17 November 2015, 06:29 | published