Berapakah Jumlah Minimal Jamaah Shalat Jumat?

Sat 12 September 2015 03:21 | 0
Muhammad Aqil Haidar

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

ويختلفون في مقدار العدد فقال أبو حنيفة - رضي الله عنه - ثلاثة نفر سوى الإمام وقال أبو يوسف - رضي الله عنه - اثنان سوى الإمام

Mereka (para ulama hanafiyah) berbeda pendapat tentang jumlah jama'ah shalat Jum'at. Imam Abu Hanifah berpendapat tiga orang selain imam, Abu Yusuf berpendapat dua orang selain imam..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 2 hal. 24 | Amrozi

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما الكلام في مقدار الجماعة فقد قال أبو حنيفة ومحمد: أدناه ثلاثة سوى الإمام، وقال أبو يوسف: اثنان سوى الإمام،

Adapun masalah jumlah minimal jamaah shalat Jumat , maka Imam Abu Hanifah dan Muhammad berkata : Minimal 3 orang tanpa Imam , dan Abu Yusuf berkata : Dua orang selain Imam . .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 268 | Imam

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وعدد تقام به الجمعة عشرون ولم يحد مالك في ذلك شيئا وحد فيه بعض أصحابه ثلاثين ومن أهل المدينة من حد في ذلك أربعين ومنهم من قال: خمسين ومنهم من قال: تجوز بثلاثة سوى الإمام ولغيرهم في ذلك أقاويل غير هذه والاحتياط في هذا أولى.

Jumlah jamaah yang harus dipenuhi untuk mendirikan shalat Jumat adalah 20 orang. Namun Imam Malik tidak memberikan batasan dalam hal ini. Sehingga dari kalangan Malikiyah ada yang memberi batasan 30 orang. Dan dari Ahli Madinah ada yang membatasi 40 orang. Ada juga yang berpendapa 50 orang. Dan ada pula yang berpendapat boleh hanya dengan 3 orang tanpa imam. Terdapat banyak pendapat dalam masalah ini. Namun ihtiyath dalam masalah ini lebih baik.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 249 | Syarif

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

والاثنا عشر الأحرار حضورهم في المسجد شرط صحة

Kehadiran dua belas orang di masjid menjadi syarat sahnya shalat Jumat.

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 1 hal. 377 | Faisal

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

( يحضرهما الجماعة ) الاثنا عشر ؛ فإن لم يحضروا من أولهما لم يجزيا

(Syarat shalat Jumat selanjutnya) Dikuti oleh dua belas orang secara berjamaah sejak rakaat pertama.Sehingga apabila dua belas orang tersebut tidak hadir sejak rakaat pertama (masbuq) maka belum sah shalat Jumat tersebut..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 347 | Faisal

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فلا تصح الجمعة إلا بأربعين رجلا بالغين عقلاء احرارا مستوطنين للقرية أو البلدة التي يصلى فيها الجمعة

Tidak sah shalat jum'at kecuali dengan 40 orang laki-laki baligh, berakal, merdeka dan musthauthin di kampung atau kota yang didirikan di tempat tersebut shalat Jum'at.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 502 | Amrozi

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

"الرابع" من الشروط: "الجماعة" فلا تصح بأربعين فرادى لأنه لم ينقل "وشروطها" أي الجماعة ليعتد بها في الجمعة "أربعون" بالإمام لأن الأمة أجمعوا على اشتراط العدد فيها وإلا صلى الظهر

Syarat keempat dari shalat Jumat adalah berjamaah. Sehingga tidak sah ketika empat puluh orang shalat sendiri-sendiri. Karena tidak ada riwayat semacam itu. Dan syarat berjamaah agar bisa dianggap dalam shalat Jumat adalah adanya empat puluh orang termasuk imam. Dengan dalil ijma' umat Islam disyaratkanya bilangan tertentu. maka ketika tidak terpenuhi, dilaksanakan sebagai shalat Dzuhur..

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 175 | Aqil

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

وأهل القرية مثلا إن كان فيهم جمع تصح به الجمعة أي تنعقد بهم وهم أربعون

Penduduk desa jika di dalamnya ada sekumpulan orang, maka sudah dianggap sah sholat Jumatnya. Artinya sholat jumatnya sah dengan Jumlah empat puluh orang.

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 2 hal. 289 | Ajib

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

فأما الأربعون , فالمشهور في المذهب أنه شرط لوجوب الجمعة وصحّتها

mengenai jumlah 40 orang dalam shalat jumat, hal itu menurut pendapat yang masyhur dalam mazhab Hanbali adalah termasuk syarat wajib dan sahnya mendirikan jumat. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 2 hal. 243 | Faisal

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

الثالث: حضور أربعين من أهل القرية في ظاهر المذهب فإن نقصوا قبل إتمامها استأنفوا ظهرا

Syarat yang ketiga adalah hadirnya empat puluh orang dalam suatu desa menurut pendapat dzohir madzhab hanbali. Jika jumlahnya kurang sempurna maka mereka harus sholat dzuhur..

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 2 hal. 378 | Ajib

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

والجمعة إذا صلاها اثنان فصاعدا ركعتان يجهر فيهما بالقراءة. ومن صلاهما وحده صلاهما أربع ركعات يسر فيها كلها، لأنها الظهر.

Shalat Jumat ketika diikuti dua orang lebih, maka dilaksanakan 2 rakaat dengan bacaan dijahrkan. Namun ketika diikuti seorang saja, maka dilaksanakan 4 rakaat dengan bacaan yang dipelankan. Karena seketika itu shalat tersebut menjadi shalat Dzuhur.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 248 | Syarif

Demikian beberapa pendapat ulama mengenai jumlah minimal jamaah pada shalat Jumat.Dalam kondisi tertentu, bolehlah kita memilih pendapat yang paling kecil. Terutama untuk muslim minoritas di tengah-tengah kaum kafir. Namun sebaiknya lebih berhati-hati dengan memilih pendapat jumhur yaitu minimal 40 orang jika hal tersebut mungkin dilakukan. Wallahu a'lam

Baca Lainnya :

Adakah Masyru'iyah Shalat Qabliyah Jumat?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 September 2015, 04:13 | published
Adzan Shalat Jumat, Sekali atau Dua Kali?
Imamuddin Mukhtar | 9 September 2015, 03:21 | draft
Bolehkah Menjamak Shalat Jumat dengan Shalat Ashar?
Muhamad Amrozi | 10 September 2015, 04:10 | published
Berapakah Jumlah Minimal Jamaah Shalat Jumat?
Muhammad Aqil Haidar | 12 September 2015, 03:21 | published
Apakah Shalat Jumat Harus Dilaksanakan di Masjid?
Faisal Reza Amaradja | 11 September 2015, 19:25 | draft
Apakah Khatib Harus Menjadi Imam ?
Tajun Nashr, Lc | 8 September 2015, 16:39 | published
Hari Raya Jatuh pada Hari Jum'at, Apakah Tetap Wajib Shalat Jum'at?
Tajun Nashr, Lc | 8 September 2015, 06:08 | published
Rukun Khutbah Jumat Versi Lima Mazhab
Muhammad Syarif Hidayatullah | 4 October 2015, 07:25 | published
Kapan Waktu Yang Dibolehkan Untuk Mulai Shalat Jumat
Tajun Nashr, Lc | 11 September 2015, 14:16 | published
Haruskah Khutbah Jumat Dengan Bahasa Arab?
Muhamad Amrozi | 23 September 2015, 08:36 | draft
Haruskah Mendapatkan Satu Rakaat Bersama Imam?
Imamuddin Mukhtar | 7 September 2015, 18:02 | draft
Haruskah Khutbah Jumat Dua Kali?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 11 September 2015, 14:15 | draft