|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

ولو قرأ المصلي من المصحف فصلاته فاسدة عند أبي حنيفة، وعند أبي يوسف ومحمد تامة ويكره

Jika seseorang membaca mushaf ketika shalat maka rusaklah shalatnya menurut imam Abu Hanifah.Menurut Abu Yusuf dan Muhammad shalatnya sah tapi dimakruhkan.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 236 | Kartika

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

و تفسدها قراءته من مصحف عند الإمام قليلا أو كثيرا

Batal sholat seseorang apabila dia membaca dari mushaf , ketika menjadi imam baik sedikit ataupun banyak.

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 1 hal. 120 | Ahda

Al-Imam Malik (w. 179 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mudawwanah Al-Kubra sebagai berikut :

وقال مالك: لا بأس بأن يؤم الإمام بالناس في المصحف في رمضان وفي النافلة. قال ابن القاسم: وكره ذلك في الفريضة

Imam Malik berkata,” Tidak mengapa seorang imam membaca mushaf saat shalat berjamaah ketika Ramadhan dan saat shalat sunnah. Ibnu Qasim berkata: Makruh hukumnya ketika shalat fardhu.

Al-Imam Malik, Al-Mudawwanah Al-Kubra, jilid 0 hal. 288 | Anis

Khalil bin Ishaq Al-Mishri (w. 776 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

مكروهات الصلاة... وتعمد مصحف فيه ليصلي له

Hal-hal yang dimakruhkan ketika sholat...membaca pada mushaf dalam sholat.

Khalil bin Ishaq Al-Mishri, Mukhtashar Khalil, jilid 1 hal. 33 | Ahda

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

وأكره أن يقرأ في المصحف في المسجد

Dimakruhkan membaca mushaf (saat shalat) di masjid (berjamaah).

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 73 | Anis

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

لو قرأ القرآن من المصحف لم تبطل صلاته سواء كان يحفظه أم لا بل يجب عليه ذلك إذا لم يحفظ الفاتحة كما سبق ولو قلب أوراقه أحيانا في صلاته لم تبطل

membaca Al-Qur'an dari mushaf tidaklah membatalkan sholatnya sama halnya seperti menghafalnya atau tidak, akan tetapi diwajibkan melihat mushaf bagi orang yang belum menghafal Al-Fatihah seperti yang telah disebutkan di awal, meskipun terkadang dengan membolak-balik kertas mushaf di dalam sholat hal itu tidak lah membatalkan sholatnya..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 95 | Irma

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

وتتعين الفاتحة أي قراءتها حفظا أو نظرا في مصحف

Wajib membaca al-fatihah baik dengan hafalan maupun dengan melihat mushaf.

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 2 hal. 34 | Sofyana

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وسئل الزهري عن رجل يقرأ في رمضان في المصحف فقال: كان خيارنا يقرءون في المصاحف

Az-Zuhri ditanya tentang seorang Laki-laki yang membaca mushaf di bulan Ramadhan ,maka beliau berkata : hal ini adalah pilihan menurut pandangan kita, mereka membaca bacaan sholat dengan mushaf-mushafnya..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 412 | Irma

membaca mushaf di bulan Ramadhan ,menurut saya maksudnya adalah membaca mushaf pada tiap-tiap sholat di bulan Ramadhan ,seperti Sholat Tarawih Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يحل لأحد أن يؤم وهو ينظر ما يقرأ به في المصحف، لا في فريضة ولا نافلة، فإن فعل عالما بأن ذلك لا يجوز بطلت صلاته، وصلاة من ائتم به عالما بحاله، عالما بأن ذلك لا يجوز

Dan tidak sah bagi seorang yang menjadi imam melihat mushaf dan membacanya, baik dalam shalat fardhu maupun shalat Sunnah, jika ia mengerjakan sedangkan ia tahu bahwa hal itu tidak diperbolehkan maka batal shalatnya, dan batal juga makmum yang mengetahui kondisinya dan ia mengetahui bahwa perbuatan itu tidak boleh .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 140 | Isnain

Baca Lainnya :