|


 

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

وتجب استتابة المرتد والمرتدة وفي قول تستحب

Istitabah orang murtad hukumnya wajib. Namun ada juga yang berpendapat hukumnya sunah. .

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 293 | Wahyudi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ويستتاب المرتد قبل قتله، وهل الاستتابة واجبة أم مستحبة؟ قولان، ويقال: وجهان، أظهرهما: واجبة، وعلى التقديرين في قدرها قولان، أحدهما: ثلاثة أيام، وأظهرهما: في الحال، فإن تاب وإلا قتل ولم يمهل، وقيل: لا يجب الإمهال ثلاثا قطعا، وإنما الخلاف في استحبابه

Disunahkan meminta orang murtad bertaubat. Apakah memintainya bertaubat wajib atau sunah? Dalam hal ini ada dua "Qaul", atau "Wajh". Yang paling dzahir adalah memintai murtad bertaubat hukumnya wajib. Adapun berapa lama ia dimintai bertaubat? Ada dua pendapat : 1) Diberi waktu tiga hari. 2) Saat itu juga, jika si murtad tidak bertaubat, maka dihukum mati dan hukumannya tidak ditunda. Dan ini pendapat yang lebih dzahir. Ada juga yang mengatakan bahwa, tidak wajibnya memberi waktu tiga hari adalah sesuatu yang disepakati. Perbedaan di atas hanya terkait sunah tidaknya..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 10 hal. 76 | Wahyudi

Baca Lainnya :