|


 

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

ومن شرب مسكراً وهو مسلم بالغ عاقل مختار وجب عليه الحد

Orang yang meminum minuman memabukkan dan dia seorang muslim, baligh dan atas kemauan sendiri ia dihudud. .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 370 | Wahyudi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

وحد شاربه إلا صبيا ومجنونا وحربيا وذميا ومؤجرا وكذا مكره على شربه على المذهب

Orang yang meminum minuman yang memabukkan dihudud, kecuali anak yang belum baligh, orang gila, kafir harbiy, kafir dzimmy, orang yang dituangi minuman memabukkan ke tenggorokannya. Begitu juga jika dipaksa meminum, ia tidak dihudud menurut madzhab Syafii. .

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 303 | Wahyudi

Imam Nawawy membedakan antara مؤجر dan مكره . Kata مؤجر lebih spesifik, yaitu si pemaksa menuangkan minuman itu ke kerongkongan yang dipaksa (lihat mughnil muhtaj). Sedangkan kata مكره lebih umum, karena ia sendiri yang menuangkan minuman tersebut ke mulutnya. Meski keduanya sam-sama dipaksa.

Baca Lainnya :