Makan Daging Unta, Apakah Membatalkan Wudhu?

Fri 20 March 2015 10:02 | 0
Muhammad Aqil Haidar

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

أرأيت الطعام هل ينقض شيء منه الوضوء مثل لحوم الإبل أو البقر أو الغنم أو اللبن أو غير ذلك مما مسته النار قال ليس شيء من الطعام ينقض الوضوء إنما الوضوء ينتقض مما يخرج وليس مما يدخل

Lihatlah makanan itu, apakah bisa membatalkan wudhu, seperti daging unta, sapi, kambing, susu atau apapun yang disentuh api? Beliau berkata bahwa tidaklah sesuatu dari makanan bisa membatalkan wudhu. Sebab batalnya wudhu itu karena ada yang keluar dan bukan karena ada yang masuk .

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 58 | Imam

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

أكل ما مسته النار أو شربه لا يوجب وضوءا خلافا لأحمد في لحوم الإبل

Memakan makanan yang dibakar atau meminum minuman yang dibakar tidak membatalkan wudhu. Dan Imam Amad berbeda pendapat dalam daging unta .

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 253 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

والقديم أنه ينتقض وهو ضعيف عند الأصحاب ولكنه هو القوي أو الصحيح من حيث الدليل وهو الذي أعتقد رجحانه

Menurut qaul qadim memakan daging unta membatalkan wudhu, namun pendapat ini lemah di kalangan ulama Asy-Syafi’iyah. Padahal itulah yang lebih kuat dan shahih secara dalil. Dan pendapat inilah yang saya yakini kerajihanya .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 57 | Aqil

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

و لا أكل مطلقا ولو لما مسته النار

Dan tidak (membatalkan) memakan makanan secara mutlak. Meskipun makanan yang dipanggang atau dibakar .

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 55 | Syarif

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

أن أكل لحم الإبل ينقض الوضوء على كل حال نيئا ومطبوخا عالما كان أو جاهلا

Bahwa makan daging unta membatalkan wudhu dengan segala bentuknya, mentah atau matang, tahu atau tidak tahu.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 138 | Ajib

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

قوله {السابع: أكل لحم الجزور} هذا المذهب مطلقا بلا ريب ونص عليه

Yang ketujuh (dari yang membatalkan wudhu) adalah memakan daging unta. Dan ini adalah pendapat esmi Mazhab secara mutlak dengan pasti dan disebutkan secara tekstual .

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 216 | Amrozi

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: وأكل لحوم الإبل نيئة ومطبوخة أو مشوية عمدا وهو يدري أنه لحم جمل أو ناقة فإنه ينقض الوضوء، ولا ينقض الوضوء أكل شحومها محضة ولا أكل شيء منها غير لحمها

Permasalahan: Dan memakan daging unta, baik mentah ataupun dimasak ataupun dibakar secara sengaja, dan dia tahu bahwa yang dimakan adalah daging jaml atau naqoh (keduanya berarti unta) maka hal itu membatalkan wudhu. Tetapi tidak membatalkan wudhu memakan hanya lemaknya saja.dan tidak juga ketika memakan selain dagingnya .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 225 | Faisal

Baca Lainnya :

Batasan Mengusap Kepala Dalam Wudhu
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 16 March 2015, 07:07 | published
Menyentuh Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?
Imamuddin Mukhtar | 19 March 2015, 06:44 | published
Menyentuh Wanita, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhamad Amrozi | 18 March 2015, 07:01 | published
Makan Daging Unta, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 20 March 2015, 10:02 | published
Apakah Memakan Makanan Yang Dibakar Membatalkan Wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 17 March 2015, 07:02 | published
Posisi Tidur Seperti Apa Yang Tidak Membatalkan Wudhu?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 10 April 2015, 10:02 | published
Menyentuh Mushaf, Apakah Harus Berwudhu?
Muhamad Amrozi | 8 April 2015, 07:03 | published
Apakah Berwudhu Harus Berurutan ?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 14 April 2015, 10:04 | published
Wajibkah Mengusap Telinga Dalam Wudhu?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 21 April 2015, 10:04 | published
Apa Hukum Mengusap Kepala Secara Keseluruhan?
Imamuddin Mukhtar | 20 April 2015, 10:05 | published
Hukum Membasuh Jenggot Yang Panjang Ketika Berwudhu
Muhamad Amrozi | 22 April 2015, 07:06 | published
Haruskah Wanita Istihadhah Berwudhu' di Setiap Waktu Shalat?
Qathrin Izzah Fithri | 12 May 2015, 06:19 | published
Berwudhu Tanpa Niat, Sah Atau Tidak?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 23 April 2015, 10:06 | published
Tadlik dalam Wudhu, Wajibkah?
Muhammad Aqil Haidar | 24 April 2015, 10:07 | published
Hukum Membasuh Perban
Tajun Nashr, Lc | 11 September 2015, 13:54 | draft
Hukum Wudhu Dalam Thawaf
Muhammad Aqil Haidar | 22 October 2015, 21:11 | draft
Wajibkah wudhu bagi seorang khatib?
Muhammad Aqil Haidar | 29 October 2015, 04:21 | draft
Kapan disunnahkan memperbaharui wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 5 November 2015, 03:32 | draft
Haruskah wudhu dilakukan secara muwalah?
Muhammad Aqil Haidar | 12 November 2015, 03:52 | draft
Sahkah wudhu tanpa membaca bismillah?
Muhammad Aqil Haidar | 19 November 2015, 03:56 | draft
Wajibkah berkumur dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 26 November 2015, 03:02 | draft
Wajibkah istinsyaq dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 3 December 2015, 00:06 | draft
Sunnahkah mengusap leher dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 10 December 2015, 03:19 | draft
Hukum menjatuhkan air bekas wudhu di masjid
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:26 | draft
Apakah murtad membetalkan wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:41 | draft