|


 

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

الاقتداء شركة وموافقة فلا بد من الاتحاد

mengikuti imam maksudnya adalah berserikat dan sepakat, maka harus sama satu dan yang lainnya.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 59 | Taslima

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وجائز إمامة المسافر للحضريين

“Diperbolekah bagi musafir menjadi imam orang yang bermukim (bukan musafir)”..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 211 | Nimah

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

(وكره اقتداء مقيم بمسافر) : لمخالفة نية إمامه

makruh hukumnya seorang yang mukim bermakmum kepada musafir, karena perbedaan niat imamnya"..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 1 hal. 482 | Nimah

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فإن ائتم بمسافر أو بمن الظاهر من حاله أنه مسافر جاز أن ينوي القصر خلفه

"Apabila bermakmum kepada musafir atau orang yang terlihat seperti musafir (yang tengah melakukan perjalanan), maka dibolehkan sholat dibelakangnya dengan niat mengqashar"..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 355 | Neng

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وإن ائتم بالمسافر جاز، ويتم الصلاة بعد سلام إمامه

Apabila seseorang bermakmum kepada seorang musafir maka hal itu diperbolehkan, akan tetapi makmum diharuskan menyempurnakan sholatnya setelah imam salam.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 2 hal. 151 | Rahmi

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

فإن قصر إمام مسافر قضى ) أي أتم ( المقيم كمسبوق ) ما بقي من صلاته

Apabila imam musafir mengqasar shalatnya maka makmum yg muqim harus melengkapi shalatnya seperti makmum masbuq .

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 474 | Mega

Baca Lainnya :