Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?

Tue 27 October 2015 05:00 | 0
Qathrin Izzah Fithri

Sebagaimana telah dibahas pada judul sebelumnya 'Kriteria Sekufu dalam Syariah', sebagian mazhab menyebutkan secara jelas bahwa kesamaan profesi merupakan kriteria kafaah. Dan telah kita ketahui di zaman kita sekarang profesi telah berkembang sangat luas dan bermacam-macam. Lalu seperti apakah kesamaan profesi yang dimaksud oleh para ulama? Mari kita simak penjelasan lebih detail dari para ulama.

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

(والرابع): الكفاءة في الحرف، والمروي عن أبي حنيفة - رحمه الله تعالى - أن ذلك غير معتبر أصلا، وعن أبي يوسف - رحمه الله تعالى - أنه معتبر حتى إن الدباغ والحجام والحائك والكناس لا يكون كفؤا لبنت البزاز والعطار، وكأنه اعتبر العادة في ذلك،

(Kriteria kafaah yang keempat) : Profesi termasuk dalam kriteria kafaah, diriwayatkan dari Abu Hanifah – semoga Allah merahmatinya - sebenarnya profesi tidak termasuk dalam kriteria kafaah, sedangkan riwayat dari Abu yusuf – semoga Allah merahmatinya – bahwasanya profesi merupakan kriteria kafaah, sampai-sampai tukang jilid kulit, tukang bekam, tukang rajut, tukang sapu tidak dianggap sekufu dengan anak perempuan dari seorang penjual kain dan tukang parfum, dalam hal ini sepertinya beliau melihat dari segi adat setempat. .

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 25 | Fatimah

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما الحرفة، فقد ذكر الكرخي أن الكفاءة في الحرف، والصناعات معتبرة عند أبي يوسف،

Maka dalam masalah profesi, Al-Kurkhi telah menyebutkan bahwasanya profesi termasuk dalam kriteria kafa’ah, dan jenis profesi atau pekerjaan termasuk dalam kriteria kafa’ah menurut Abu Yusuf... .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 320 | Azizah

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

و " تعتبر " في الصنائع " وهذا عند أبي يوسف ومحمد رحمهما الله وعن أبي حنيفة في ذلك روايتان وعن أبي يوسف أنه لا تعتبر --- وجه القول الآخر أن الحرفة ليست بلازمة ويمكن التحول عن الخسيسة إلى النفيسة منها.

Profesi merupakan kriteria dalam kafaah, dan ini adalah pendapat Abu Hanifah dan Muhammad – rahimahullah – sedangkan Abu Hanifah dalam masalah ini mempunyai dua riwayat, melalui jalur Abu yusuf beliau mengatakan profesi bukan termasuk kriteria kafaah...dan menurut pendapat lain bahwa profesi tidak dianggap kriteria kafaah sebab profesi seseorang bisa berubah-ubah, dari posisi yang rendah ke posisi yang terhormat .

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 196 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قَوْلُهُ: وَحِرْفَةً أَيْ تُعْتَبَرُ الْكَفَاءَةُ فِي الْحِرَفِ وَهِيَ الصَّنَائِعُ؛ لِأَنَّ النَّاسَ يَفْتَخِرُونَ بِشَرَفِ الْحِرَفِ وَيَتَعَيَّرُونَ بِدَنَاءَتِهَا،

Beliau berkata : Profesi. Profesi termasuk dalam kriteria kafaah, dan yang dimaksud dengan profesi disini adalah pekerjaan pertukangan. Dikarenakan manusia itu saling berbangga-bangga dengan tinginya profesi dan saling menghina atas rendahnya profesi.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 130 | Fatimah

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

الحاصل أن الأوصاف التي اعتبروها وفاقا وخلافا ستة أشار لها بعضهم بقوله: نسب ودين صنعة حرية ... فقد العيوب وفي اليسار تردد (اهـ) . فإن ساواها الرجل في تلك الستة فلا خلاف في كفاءته وإلا فلا، واقتصر المصنف على ثلاثة منها وهي المماثلة في الدين والحال والحرية ولا يشترط فيها المماثلة في غير ذلك على المعتمد فمتى ساواها الرجل في تلك الثلاثة كان كفئا.

Hasilnya adalah, kriteria-kriteria kafaah yang disepakati dan diperselisihkan dikalangan ulama madzhab malikiyah ada enam:(1)Nasab.(2) Agama.(3)Profesi. (4) Merdeka. (5)Tidak cacat. (6)Kekayaan (akan tetapi faktor kekayaan ini terjadi perbedaan pendapat)

Jika Pasangan suami istri ini memiliki kesamaan dalam enam hal tersebut, maka keduanya sudah dipastikan sekufu. Namun penulis membatasi kriteria kafaah bagi pasangan suami istri dalam tiga hal saja, yaitu: agama, keadaan fisik dan status merdeka. Selain itu tidak termasuk kafaah menurut pendapat yang kuat. Jika keduanya memiliki kesamaan dalam tiga hal tersebut sudah bisa dikatakan telah sekufu.

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 400 | Isna

Dalam madzhab ini kesamaan profesi termasuk kriteria kafaah, tapi bukan kriteria yang disepakati, hanya pendapat dari seabagian ulama madzhabnya saja. Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فإذا ثبت هذا فالشروط التي تعتبر بها الكفاءة سبعة وهي: الدين، والنسب، والحرية، والمكسب، والمال، والبشر، والسلامة من العيوب.

Syarat-syarat yang dipertimbangkan sebagai kriteria kafaah ada 7: agama, keturunan, merdeka, profesi, financial, … dan bebas dari aib. .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 101 | Ipung

Salah satu kriteria dalam kafaah adalah kesepadanan profesi atau pekerjaan. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الخامسة: الحرفة. فأصحاب الحرف الدنية ليسوا أكفاء لغيرهم. فالكناس، والحجام، وقيم الحمام، والحارس، والراعي ونحوهم، لا يكافئون بنت الخياط، والخياط لا يكافئ بنت تاجر أو بزاز، ولا المحترف بنت القاضي والعالم.

Poin Kelima (dalam hal kafaah) : Profesi. Maka yang profesinya rendah tidak sekufu dengan yang lebih tinggi darinya. Seperti tukang sapu, tukang bekam, penjaga kamar mandi, satpam, penggembala dan sejenisnya tidak sekufu dengan anak perempuan dari tukang jahit. Dan seorang penjahit tidak sekufu dengan anak perempuan seorang pedagang atau penjual kain. Begitu pula seorang laki-laki yang profesional tidak sekufu dengan anak perempuan dari seorang qadhi dan alim. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 81 | Qathrin

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

(وفي الحرف لا يكافئ الكناس والحجام وقيم الحمام والحارس) والراعي ونحوهم (بنت الخياط والخياط لا يكافئ بنت البزاز) والتاجر (ولا) يكافئ (المحترف بنت القاضي والعالم)

(Dalam hal profesi, tukang sapu, tukang bekam, penjaga kamar mandi, satpam), penggembala dan sejenisnya (tidak sekufu dengan anak perempuan dari tukang jahit. Dan seorang penjahit tidak sekufu dengan anak perempuan penjual kain) dan seorang pedagang. Begitu pula seorang yang profesional tidak sekufu dengan anak perempuan dari seorang qadhi dan 'alim. ..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 138 | Qathrin

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

ويظهر أن كل ذي حرفة فيها مباشرة نجاسة كالجزارة على الأصح ليس كفؤ الذي حرفته لا مباشرة فيها لها وأن بقية الحرف التي لم يذكروا فيها تفاضلا متساوية إلا إن اطرد في العرف التفاوت

Telah jelas, bahwa seseorang yang profesinya bersinggungan dengan hal-hal najis seperti tukang jagal, tidak sekufu dengan orang yang profesinya tidak bersinggungan langsung dengan hal-hal najis. Dan profesi lain yang tidak disebutkan kelebihannya maka kedudukannya sama kecuali jika ada standar lain pada masing-masing daerah. .

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 7 hal. 281 | Qathrin

Abu An-Naja (w. 968 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal sebagai berikut :

الرابع الصناعة: فلا يكون صاحب صناعة دنيئة كالحجام والحائك والكساح والزبال والنفاط كفئا من هو صاحب صناعة جليلة كالتاجر والبزار

Kriteria keempat: pekerjaan, seorang yang rendah pekerjaannya seperti tukang bekam, perajut, pemulung, tukang sampah maupun penjual minyak tidak sekufu dengan anak pedagang kaya, ataupun penjual benih. .

Abu An-Naja, Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal, jilid 3 hal. 179 | Maryam

Setelah mengetahui pendapat para ulama dari 4 mazhab bisa kita simpulkan bahwa :

1. Mazhab Al-Hanafiyah memliki dua pendapat, sebagian menganggap profesi merupakan kriteria kafaah dan sebagian lagi tidak.

2. Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa profesi merupakan salah satu pertimbangan dalam penilaian kafaah, namun tidak termasuk skala prioritas.

3. Mazhab Asy-Syafi'iyah sangat rinci dan detail dalam membahas profesi sebagai syarat kesekufuan pasangan. Dan mazhab inilah yang menganggap bahwa kesamaan profesi sangat penting dalam sebuah pernikahan.

4. Mazhab Al-Hanabilah sependapat dengan mazhab Asy-Syafiiyah.

Wallahu a'lam.

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published