|


 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

فرض لها عليه من النفقة كل شهر ما يكفيها بالمعروف؛ لأن النفقة مشروعة للكفاية. فإنما يفرض بمقدار ما يعلم أنه تقع به الكفاية. ويعتبر المعروف في ذلك، وهو فوق التقتير ودون الإسراف؛

Wajib bagi suami memenuhi kebutuhan istri dengan pantas disetiap bulannya, karena nafkah diharuskan memenuhi kebutuhan. Dan kewajibannya terukur sesuai dengan kebiasaan kebutuhan istri. Dan yang dianggap patut adalah lebih dari cukup akan tetapi tidak berlebih-lebihan..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 181 | Fatimah

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

وقال الله تعالى {: لينفق ذو سعة من سعته} [الطلاق: 7] الآية تبين أن التكليف بحسب الوسع، وأن النفقة على الرجال بحسب حالهم.

Hal ini berdasar firman Allah ta’ala : (Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya) At Talaq : 7. Ayat ini menerangkan bahwasanya tanggungan berdasarkan kelapangan harta suami, dan bahwasanya kewajiban nafkah bagi lelaki tergantung dengan keadaan mereka. .

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 182 | Fatimah

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

فصل " وعلى الزوج أن يسكنها في دار مفردة ليس فيها أحد من أهله إلا أن تختار ذلك " لأن السكنى من كفايتها فتجب لها كالنفقة

Pasal “Merupakan kewajiban suami memberi istri tempat tinggal sendiri, yang tidak bercampur dengan salah satu dari sanak saudaranya, kecuali jika istrinya memilih hal tersebut, hal ini dikarenakan tempat tinggal adalah termasuk kebutuhan istri maka hukumnya wajib seperti nafkah .

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 2 hal. 288 | Fatimah

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

باب النفقة قال: " النفقة واجبة للزوجة على زوجها مسلمة كانت أو كافرة إذا سلمت نفسها إلى منزله فعليه نفقتها وكسوتها وسكناها " والأصل في ذلك قوله تعالى: {لينفق ذو سعة من سعته} [الطلاق: من الآية7] وقوله تعالى: {وعلى المولود له رزقهنّ وكسوتهنّ بالمعروف} [البقرة: 233] وقوله عليه الصلاة والسلام في حديث حجة الوداع: " ولهن عليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف "

Bab nafkah Beliau mengatakan : Bagi seorang suami wajib menafkahi istri muslimah atau kafirah jika dia sudah menikahinya dan membawa istri tersebut kerumahnya, maka wajib bagi suami memberi nafkah istrinya, mencukupkan pakaiannya, dan memberinya tempat tinggal. Hal ini berdasar firman Allah ta’ala : (Hendaklah orang yang mempunyai keluasan rizki memberi nafkah menurut kemampuannya) At Talaq : 7 juga firman Allah : (Dan kewajiban bagi suami menanggung nafkah dan pakaian istri-istrinya dengan cara yang patut) Al Baqarah : 233, juga sabda Rasul ketika haji wada’ : “Wajib bagi kalian memberi nafkah kepada istri-istri kalian dan mencukupkan kebutuhan pakaian dengan cara yang pantas” .

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 2 hal. 285 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وأمّا الإجماع فلأنّ الأمّة أجمعت على أنّ النّفقة والكسوة واجبتان للزّوجة على زوجها

Sedangkan dalil dari ijma’ dikarenakan umat bersepakat bahwa nafkah dan pakaian merupakan kewajiban suami atas istri .

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 3 hal. 51 | Fatimah

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

(قوله تجب النّفقة للزّوجة على زوجها والكسوة بقدر حالهما) أي الطّعام والشّراب بقرينة عطف الكسوة والسّكنى عليها والأصل في ذلك قوله تعالى {لينفق ذو سعة من سعته} [الطلاق: 7] وقوله تعالى {وعلى المولود له رزقهنّ وكسوتهنّ بالمعروف} [البقرة: 233]

(Beliau rahimahullah berkata : Wajib bagi suami memberi nafkah kepada istrinya, dan mencukupi kebutuhan pakaiannya sesuai dengan kemampuannya) maksud dari nafkah disini adalah dari segi makanan, minuman, juga pakaian, dan tempat tinggal, hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala :(Hendaklah orang yang mempunyai keluasan rizki memberi nafkah menurut kemampuannya) At Talaq : 7 juga firman Allah : (Dan kewajiban bagi suami menanggung nafkah dan pakaian istri-istrinya dengan cara yang patut .

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 4 hal. 188 | Fatimah

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

إن الواجب ستة أشياء (الواجب الأول) الطعام وهو يختلف بحسب الزوج في ماله والزوجة في مالها ومنصبها وبحسب البلاد عوالوسط من ذلك بالأندلس رطل ونصف في اليوم من قمح أو شعير أو ذرة أو قطنية لى حسب الحال (الواجب الثاني) الإدام وهو على حسب الحال والبلد ولا بد من الماء والحطب والخل والزيت للأكل والوقود ولا تفرض الفاكهة (الواجب الثالث) نفقة الخادم فإن كانت الزوجة ذات منصب وحال والزوج مليء فليس عليها من خدمة بيتها شيء ولزمه أخدامها وإن كانت بخلاف ذلك والزوج فقير فعليها الخدمة الباطنة من عجن وطبخ وكنس وفرش واستقاء ماء إذا كان معها في البيت …(الواجب الرابع) الكسوة على حسب حاله وحالها ومنصبها وأقلها ما يستر الجسد والرأس ويدفع الحر والبرد وذلك يختلف في الشتاء والصيف وكذل السرير على حسب الحال (الواجب الخامس) آلة التنظيف على حسب الحال والمنصب وعوائد البلاد (الواجب السادس) السكنى وعليه أن يسكنها مسكنا يليق بها

Kewajiban dalam nafkah ada enam: (1) Makanan pokok, yang kadarnya disesuaikan dengan kondisi finansial suami dan kondisi fianasial istri, serta status kehormatannya, dan juga keadaan negara. Standar menengah di Negara Andalus itu 1,5 rithl atau kati gandum perhari, tergantung keadaan. (2). Lauk pauk,yang juga disesuaikan dengan kondisi finansial keluarga dan negara.(3)Membayar jasa pembantu, jika istri adalah wanita terhormat, dan keadaan suami orang yang mampu, maka istri tidak diwajibkan melakukan pekerjaan rumah, tapi wajib bagi suami untuk mengkhidmahnya. Tapi jika istri tidak dari kalangan terhormat, dan suaminya faqir, maka istri wajib melakukan pekerjaan rumah, seperti menggiling tepung, memasak, menyapu, menata perabotan, meengambil air selama si suami hidup bersamanya di rumah... (4)Pakaian, yang disesuaikan dengan kondisi suami dan kondisi istri serta kehormatananya. Batasan minimal pakaian adalah yang bisa menutupi badan dan kepala, serta terhindar dari panas dan dingin, dan pakainannya berbeda-beda di saat musim dingin dan musim panas, dan menyediakan temapat tidur disesuaikan dengan keadaan. (5) Menyediakan alat-alat untuk bersih-bersih, yang disesuaikan dengan kondisi yang biasanya dipakai di negara tersebut (6) Tempat tinggal, Wajib bagi suami memberikan tempat tinggal yang layak dan sesuai bagi istri. .

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 147 | Isna

Jadi,menurut madzhab ini tidak ada kadar tertentu dalam nafkah, semuanya hanya disesuaikan dengan keadaan kedua belah pihak. Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Umm sebagai berikut :

[باب قدر النفقة] …(قال الشافعي) :… قال والنفقة نفقتان نفقة الموسر ونفقة المقتر عليه رزقه وهو الفقير ..قال وأقل ما يلزم المقتر من نفقة امرأته المعروف ببلدهما قال فإن كان المعروف أن الأغلب من نظرائها لا تكون إلا مخدومة عالها وخادما لها واحدا لا يزيد عليه وأقل ما يعولها به وخادمها ما لا يقوم بدن أحد على أقل منه وذلك مد بمد النبي - صلى الله عليه وسلم –

في كل يوم من طعام البلد الذي يقتاتون حنطة كان أو شعيرا أو ذرة أو أرزا أو سلتا ولخادمها مثله ومكيلة من أدم بلادها زيتا كان أو سمنا بقدر ما يكفي ما وصفت من ثلاثين مدا في الشهر ولخادمها شبيه به.

ويفرض لها في دهن ومشط أقل ما يكفيها ولا يكون ذلك لخادمها لأنه ليس بالمعروف لها

(قال الشافعي) : وإن كانت ببلد يقتاتون فيه أصنافا من الحبوب كان لها الأغلب من قوت مثلها في ذلك البلد وقد قيل لها في الشهر أربعة أرطال لحم في كل جمعة رطل وذلك المعروف لها،

وفرض لها من الكسوة ما يكسي مثلها ببلدها عند المقتر وذلك من القطن الكوفي والبصري وما أشبههما ولخادمها كرباس وتبان وما أشبهه

وفرض لها في البلاد الباردة أقل ما يكفي في البرد من جبة محشوة وقطيفة أو لحاف وسراويل وقميص وخمار أو مقنعة ولخادمها جبة صوف وكساء تلتحفه يدفئ مثلها وقميص ومقنعة وخف وما لا غنى بها عنه وفرض لها للصيف قميصا وملحفة ومقنعة قال وتكفيها القطيفة سنتين والجبة المحشوة كما يكفي مثلها السنتين ونحو ذلك.. إلخ..

Imam syafi’i berkata : dan nafkah itu terdapat dua macam: nafkah ketika lapang dan nafkah ketika sempit rezekinya yaitu seorang yang faqir… dan nafkah yang paling sedikit yang harus dikeluarkan oleh seorang suami yang sempit rezekinya adalah yang sesuai dengan adat negaranya, walaupun yang ma’ruf namun mayoritas adalah dilayani kebutuhannya, pembantu untuknya, dan tidak lebih dari itu.

Dan paling sedikit dari apa yang dia berikan kepadanya dan melayaninya apa yang tidak dilakukan seseorang yang lebih sedikit darinya, yaitu 1 mud dengan ukuran mudnya Nabi setiap hari dari makanan yang dia makan di negaranya baik itu gandum dengan segala jenisnya hinthah, sya’ir (jelai), jagung, nasi, atau jenis gandum (jenis makanan), dan untuk pembantunya juga sama seperti itu.

Dan lauk yang sesuai dengan negaranya, baik itu minyak, lemak secukupnya kira-kira 30 mud dalam waktu sebulan, dan begitu pula sama dengan pembantunya, dan menyediakan baginya minyak rambut dan sisir sesuai dengan kecukupannya, dan tidak memberikan itu kepada pembantunya, karena ini bukan suatu adat untuknya.

(Imam syafi’I berkata): jika si istri dari Negara yang makanan pokoknya adalah segala jenis biji-bijian maka untuknya biji-bijian yang mayoritas dikonsumsi di Negara tersebut. Dan ada yang berpendapat: untuknya daging 4 rithl dalam sebulan, setiap jum’at 1 rithl daging dan itu yang ma’ruf di negaranya.

Dan menyediakan untuknya pakaian yang sesuai dengan kebiasaan negaranya sesuai dengan kondisi suaminya yang kurang, yaitu bahan kapas buatan Kufah , Bashrah dan sejenisnya, dan untuk pembantunya seperti ribas (katun putih), tubban (pakaian) dan sejenisnya.

Dan menyediakan untuknya di Negara yang dingin paling tidak yang cukup untuk menahan dingin dari jubbah yang kasar, jaket, selimut, celana, baju kemeja, penutup kepala, jenis baju untuk menahan dingin. Dan untuk pembantunya jubah dari bulu, baju yang dapat memberikan rasa hangat, baju kemeja, penutup kepala, sepatu diatas mata kaki, dan apa saja yang ia butuhkan.

Dan menyediakan untuknya ketika musim panas baju, pakaian yang dapat menutup, dan tutup kepala, dan cukup baginya beludru (sutra) dipakai selama dua tahun, dan jubah dari kain kasar bisa di pakai selama 2 tahun... Dan seterusnya....

Al-Imam Asy-Syafi'i, Al-Umm, jilid 5 hal. 95 | Ipung

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

إذا كان الزوج موسراً وهو الذي يقدر على النفقة بماله أو كسبه لزمه في كل يوم مدان وإن كان معسرا وهولا يقدر على النفقة ولا كسب لزمه في كل يوم مد

وتجب النفقة عليه من قوت البلد

ويجب لها الأدم بقدر ما يحتاج إليه من أدم البلد

ويجب لها ما تحتاج إليه من المشط والسدر والدهن للرأس وأجرة الحمام إن كان عادتها دخول الحمام

ويجب لها الكسوة...ويجب لامرأة الموسر من مرتفع ما يلبس في البلد من القطن والكتان والخز والإبريسم ولامرأة المعسر من غليظ القطن والكتان ولامرأة المتوسط ما بينهما

ويجب لها ملحفة أو كساء ووسادة ومضربة محشوة للنوم ... ويكون ذلك لامرأة الموسر من المرتفع ولامرأة المعسر من غير المرتفع ولامرأة المتوسط ما بينهما

ويجب لها مسكن .... ويكون المسكن على قدر يساره وإعساره وتوسطه كما قلنا في النفقة

وإن كانت المرأة ممن لا تخدم نفسها بأن تكون من ذوات الأقدار أو مريضة وجب لها خادم ...ولا يجب لها أكثر من خادم واحد ... ولا يجوز أن يكون الخادم إلا امرأة أو ذا رحم محرم

وإن كان الخادم مملوكاً لها واتفقا على خدمته لزمه نفقته فإن كان موسراً لزمه للخادم مد وثلث من قوت البلد وإن كان متوسطاً أو معسراً لزمه مد

ويجب أن يدفع إليها نفقة كل يوم إذا طلعت الشمس لأنه أول وقت الحاجة ويجب أن يدفع إليها الكسوة في كل ستة أشهر لأن العرف في الكسوة أن تبدل في هذه المدة

Jika suami seorang yang mapan dan mampu menafkahi dengan hartanya atau hasil kerjanya maka wajib baginya menafkahi setiap hari 2 mud, jika suami tidak mapan dan tidak terlalu mampu menafkahi maka wajib baginya 1 mud.

Dan suami wajib memberi nafkah berupa makanan yang biasa dimakan di negaranya.

Suami juga wajib memberi kepada istri makanan pelengkap atau lauk sesuai standar kebutuhan di negara tersebut.

Suami wajib menyediakan kebutuhan istri berupa sisir, wewangian, minyak rambut, dan anggaran biaya kamar mandi jika dia terbiasa menggunakan kamar mandi.

Suami wajib menyediakan pakaian ... jika istri dari kalangan berada maka wajib baginya pakaian yang terbaik baik dari katun, linen, khaz, dan sutera. Jika suaminya tidak mapan maka bagi istrinya pakaian dari katun kasar dan linen. Jika dari kalangan menengah maka diantara keduanya (antara standar berada dan biasa).

Suami wajib menyediakan selimut dan seprainya, dan bantal, dan hal yang lazim dibutuhkan untuk tidur... dan bagi istri yang suaminya mapan maka dia berhak mendapatkan kualitas terbaik. Dan jika suami tidak mapan maka dia mendapatkan yang kualitaas biasa. Dan istri dari kalangan menengah diantara keduanya.

Wajib menyediakan tempat tinggal .... dan tempat tinggal ini disesuaikan dengan kemampuan suami, mapan, tidak mapan, atau menengah, sebagaimana telah disebutkan di bab nafkah.

Jika istri tidak biasa melayani diri sendiri karena dia dari kalangan berada atau karena sakit maka wajib menyediakan pembantu ... dan suami tidak wajib menyediakan lebih dari satu ... dan pembantu tersebut haruslah seorang wanita atau mahram. Jika pembantu itu adalah milik istri dan mereka sepakat bahwa budak itu digunakan untuk mebnatu suami maka si suamilah yang wajib menafkahi pembantu itu. Jika dia mampu maka wajib memberi 1 dan sepertiga mud makanan pokok di negeri tersebut, jika sari kalangan menengah dan tidak mampu maka wajib memberi 1 mud.

Suami wajib memberi istrinya nafkah harian kepada ketika matahari terbit karena merupakan awal waktu kebutuhan istri dimulai, dan wajib memberi pakaian setiap enam bulan karena biasanya pakaian akan berubah pada masa waktu ini. .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 150 | Qathrin

1 mud setara dengan 675 gram atau kurang lebih 7 ons. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

أما نفقة الزوجة، فواجبة بالنصوص، والإجماع، ...: الأول في قدر الواجب وكيفيته وفيه طرفان: الأول فيما يجب وهو ستة أنواع: الأول الطعام، أما قدره، فيختلف باختلاف حال الزوج باليسار والإعسار

الواجب الثاني: الأدم وجنسه غالب أدم البلد من الزيت والشيرج والسمن والتمر والخل والجبن وغيرها ... ويعود الوجه السابق في الطعام أن الاعتبار بما يليق بالزوج، وأما قدره، فقال الأصحاب: لا يتقدر

الواجب الثالث: الخادم. النساء صنفان، صنف لا يخدمن أنفسهن في عادة البلد، بل لهن من يخدمهن، فمن كانت منهن، فعلى الزوج إخدامها على المذهب وبه قطع الجمهور... والاعتبار بالمرأة في بيت أبيها

الواجب الرابع: الكسوة فتجب كسوتها على قدر الكفاية، وتختلف بطول المرأة وقصرها وهزالها وسمنها، وباختلاف البلاد في الحر والبرد

الواجب الخامس: آلات التنظف، فعلى الزوج للزوجة ما تتنظف به، ...والرجوع في قدرها إلى العادة

الواجب السادس: الإسكان فيجب لها مسكن يليق بها في العادة

Nafkah untuk istri merupakan kewajiban berdasarkan nash-nash dan ijma'.... Pembahasan pertama tentang hal-hal yang wajib ada enam macam :

Pertama : Makanan pokok, kadarnya berbeda-beda tergantung kondisi finansial suami sedang lapang atau sempit (rezekinya)...

Kedua : Lauk atau makanan pelengkap, dan jenisnya disesuaikan dengan kebiasaan di tempat tersebut seperti; minyak, minyak wijen, mentega, kurma, cuka, keju dan sebagainya... dan seperti yang telah dibahas pada makanan pokok, kadarnya disesuaikan dengan kondisi suami...

Ketiga : Pembantu. Wanita ada dua macam, ada yang tidak biasa melayani kebutuhan dirinya sendiri seperti terdapat di beberapa negara, selalu ada yang melayani kebutuhannya, jika istrinya dari kalangan seperti ini, maka suami harus menyediakannya menurut pendapat mazhab ini dan jumhur... dan hal ini kembali kepada kondisi wanita tersebut ketika di rumah orang tuanya...

Keempat : Pakaian, maka wajib memberikan pakaian yang cukup, yang sesuai dengannya; tinggi, pendek, kurus, dan gemuk. Dan juga sesuai dengan kondisi tempat tinggal saat musim panas dan dingin...

Kelima : Alat-alat yang dibutuhkan untuk membersihkan diri. Seorang suami wajib menyediakan untuk istrinya alat-alat yang dibutuhkan untuk membersihkan diri, kadarnya disesuaikan dengan kondisi setempat....

Keenam : Tempat tinggal, suami wajib menyediakan tempat tinggal yang layak disesuaikan dengan kondisi setempat ....

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 9 hal. 40 | Qathrin

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

ويختلف ذلك بيسار الزوج وإعساره، لقول الله تعالى: {لينفق ذو سعة من سعته ومن قدر عليه رزقه فلينفق مما آتاه الله لا يكلف الله نفسا إلا ما آتاها} [الطلاق: 7] . وتعتبر حال المرأة أيضا، لقول النبي - صلى الله عليه وسلم -: «خذي ما يكفيك وولدك بالمعروف» ، فيجب للموسرة تحت الموسر من أرفع خبز البلد وأدمه بما جرت به عادة مثلها ومثله، وللفقيرة تحت الفقير من أدنى خبز البلد وأدمه، على قدر عادتهما، وللمتوسطة تحت المتوسط، أو إذا كان أحدهما غنيا والآخر فقيرا، ما بينهما، كل على حسب عادته. ويجب للموسرة تحت الموسر من مرتفع ما يلبس في البلد، من الإبريسم. والخز والقطن والكتان. وللفقيرة تحت الفقير من غليظ القطن والكتان، وللمتوسطة تحت المتوسط، أو إذا كان أحدهما موسرا، والآخر معسرا، ما بينهما على حسب عوائدهم في الملبوس، كما قلنا في النفقة. ويجب لها مسكن؛ لأنها لا تستغني عنه للإيواء، والاستتار عن العيون، للتصرف والاستمتاع، ويكون ذلك على قدرهن، كما ذكرنا في النفقة.

Kadar nafkah suami untuk istri tergantung kepada keadaan lapang atau tidaknya sang suami, sebagai mana yang disebut dalam surat At-Talaq ayat 7 : (Hendaklah orang yang mempunyai keluasan rizki memberi nafkah menurut kemampuannya). Dan dilihat juga keadaan perempuan. Sebgaimana hadits nabi kepada Hindun. “Ambilah secukupnya untukmu dan anakmu dengan cara yang baik.” Jika perempuan itu dari kalangan yang lebih mampu dibandingkan suaminya, maka ia berhak mendapatkan roti (makanan pokok) yang terbaik kualitasnya ditempat nya, demikian juga lauknya . Jika perempuan tersebut lebih miskin tidak apa-apa mendapatkan roti (makanan pokok) yang lebih rendah kualitasnya sesuai adat keduanya. Jika perempuan tersebut dari kalangan menengah atau salah satunya kaya atau miskin maka nafkahnya sesuai adat mereka masing-masing. Adapun pakaiannya maka ia wajib mendapatkan pakaian. Jika perempuan dari kalangan yang lebih mampu maka baginya pakaian dengan kualitas yang terbaik seperti terbuat dari sutra yang terbaik, wol, kapas, linen. Jika dari kalangan miskin maka cukup baginya pakaian yang terbuat dari kapas dan linen yang kasar. Jika dari kalangan menengah atau salah satunya kaya ataupun miskin maka diukur sesuai adat pakaian mereka sebagai mana dalam hal dalam nafkah. Istri juga wajib mendapatkan tempat tinggal, karena istri butuh tempat untuk pulang, menjaganya dari penglihatan orang-orang. Standar tempat tinggal diukur sebagaimana adat keduanya yaitu sebagaimana dalam hal nafkah. .

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 3 hal. 232 | Maryam

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

فالموسر: خبز الحواري، واللحم، وفاكهة الوقت - على حسب مقداره - والمتوسط على قدر طاقته، والمقل أيضا على حسب طاقته.

Maka bagi suami yang mapan : roti alhawari (jenis roti), daging, buah, -tergantung kemampuannya- dan jika termasuk pendapatannya menengah maka tergantung kemampuannya, dan bagi yang kurang mampu juga tergantung kemampuannya..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 249 | Ipung

Baca Lainnya :