Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?

Mon 12 October 2015 05:21 | 0
Ipung Multiningsih

setiap ibadah selalu ada syarat yang menjadikan ibadah tersebut sah, seperti syarat shalat adalah bersuci, dan seterusnya. Begitu pula dalam menikah. Apakah pasangan yang selevel adalah syarat nikah? Lalu mari simak paparan perkataan ulama mengenai kafaah.

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

أحدها: في بيان أن الكفاءة في باب النكاح هل هي شرط لزوم النكاح في الجملة؟ أم لا؟ . أما الأول: فقد قال عامة العلماء: أنها شرط.

Diantaranya adalah penjelasan tentang apakah kafa’ah dalam bab nikah itu termasuk syarat yang lazim dalam suatu pernikahan atau tidak? Maka yang pertama menurut berpendapat umum para fuqoha bahwa kafa’ah termasuk syarat lazim dalam pernikahan .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 317 | Azizah

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

فصل في الكفاءة] ولما كانت الكفاءة شرط اللزوم على الولي إذا عقدت بنفسها حتى كان له الفسخ عند عدمها

Dikarenakan kafa’ah merupakan syarat lazim atas wali ketika seorang wanita menikahkan dirinya sendiri sehingga ketika tidak adanya kafa’ah, wali boleh menfasakh pernikahannya. .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 2 hal. 291 | Azizah

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

والمذهب أنها ليست حقا لله ولا شرط في صحة العقد.

Madzhab malikiyah menganggap bahwa kafaah bukanlah hak Allah, dan bukan pula syarat sah pernikahan.

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 205 | Isna

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

الرابعة والعشرون) أن الكفاءة ليست بشرط في النكاح

(Poin ke dua puluh empat) bahwa kafaah bukan syarat dalam pernikahan.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 16 hal. 265 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

فالكفاءة ليست شرطا للصحة

Kafaah bukan syarat sah (pernikahan).

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 84 | Qathrin

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

يصح النكاح بغير كفء برضاها ورضاهم؛ لأن الكفاءة ليست شرطا للصحة؛ «لأنه - صلى الله عليه وسلم - زوج بناته من غيره ولا كفء لهن» ولأنه «أمر فاطمة بنت قيس بنكاح أسامة فنكحته وهو مولى وهي قرشية»

Sah menikah dengan yang tidak sekufu jika wanita dan walinya telah ridha, karena kafaah bukan merupakan syarat sah pernikahan ; karena Rasulullah SAW menikahkan anak-anak perempuannya dengan orang lain yang tidak sekufu dengan mereka. Dan karena beliau memerintahkan Fatimah binti Qais untuk menikah dengan Usamah maka menikahlah ia dan dia (Usamah) adalah budak yang telah merdeka sedangkan dia adalah seorang Quraisy. .

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 139 | Qathrin

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

فصل في الكفاءة المعتبرة في النكاح دفعا للعار، وليست شرطا في صحة النكاح، بل هي حق للمرأة والولي فلهما إسقاطها،

Pasal: Tentang kafaah yang dianggap penting dalam pernikahan untuk mencegah aib. Kafaah bukan syarat sah pernikahan, akan tetapi hak bagi wanita dan walinya dan mereka boleh menggugurkan hak tersebut... .

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 4 hal. 270 | Qathrin

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

والصحيح أنها غير مشترطة…وذلك لأن للزوجة ولكل واحد من الأولياء فيها حقا، ومن لم يرض منهم فله الفسخ .ولذلك لما زوج رجلٌ ابنته من ابن أخيه، ليرفع بها خسيسته، جعل لها النبي - صلى الله عليه وسلم - الخيار، فأجازت ما صنع أبوها.

Pendapat yang shahih bahwasanya kafaah bukanlah syarat sah nikah… hal ini karena istri maupun walinya mempunyai hak, dan jika salah satu dari mereka ada yang tidak ridha maka ia berhak memfasakh. Maka dari itu ketika ada seorang ayah yang menikahkan putrinya dengan anak saudaranya untuk mengangkat status sosialnya, Nabi memberikan hak khiyar kepada perempuan tersebut, maka ia menyetujui atas perlakuan ayahnya. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 34 | Maryam

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published