|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما) تفسير المتعة الواجبة، فقد قال أصحابنا: إنها ثلاثة أثواب درع، وخمار، وملحفة

Dalam penafsiran makna ukuran mut’ah yang wajib, Menurut ulama golongan kami : Sesungguhnya ia terdiri dari 3 pakaian yaitu : pakaian dalam rumah, kerudung, kain penutup badan (jubah).

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 304 | Achad

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

قدر المتعة يعتبر بحال الرجل في يساره، وإعساره، وهو قول أبي يوسف بعضهم: تعتبر بحال المرأة في يسارها، وإعسارها، وقال بعضهم: تعتبر بحالهما جميعا وقال بعضهم: المتعة الواجبة تعتبر بحالها، والمستحبة تعتبر بحاله.

Kadar mut’ah dapat diukur berdasarkan tingkat kemampuan finansial suami, ini adalah pendapat Abu Yusuf, sedangkan menurut sebagian golongan kami berdasarkan kemampuan finansial istri, dan menurut sebagian golongan kami yang lain, berdasarkan tingkat kemampuan finansial kedua belah pihak, dan menurut sebagian golongan kami yang lain juga berkata : ukuran mut’ah yang wajib berdasarkan tingkat kemampuan finansial istri, akan tetapi mut'ah yang dianjurkan berdasarkan kemampuan suami..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 304 | Achad

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

وتكون على قدر حال الزوج فقط ولو كان عبدا لأن الإذن له في النكاح إذن في توابعه لقوله تعالى {على الموسع قدره وعلى المقتر قدره} [البقرة: 236] وإنما روعي قدر حاله فقط لأن كسرها جاء من قبله فقط فيراعى جبرها منه وبه يظهر الفرق بينها وبين النفقة المراعى فيها وسعه وحالها

Dan ukuran mut’ah itu disesuaikan dengan kemampuan si suami saja, sekalipun dia seorang budak. Karena izin darinya dalam menikah mencakup semua yang berhubungan dengannya. Sebagaimana firman Allah ta’ala: “bagi yang mampu menurut kemampuannya, dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah 236). Dan alasan diperhatikannya ukuran mut’ah disesuaikan dengan kemampuan suami adalah karena talak itu terjadi hanya dari pihak suami saja. Dan dari situ terlihat perbedaan antara mut’ah dan nafaqah dimana nafaqah itu disesuaikan dengan kemampuan suami dan keadaan istri..

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 4 hal. 87 | Nisa

An-Nafarawi (w. 1126 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Fawakih Ad-Dawani sebagai berikut :

وتكون على قدر حال الزوج فقط ولو كان عبدا

Dan ukuran mut’ah itu disesuaikan dengan kemampuan si suami, sekalipun dia seorang budak..

An-Nafarawi, Al-Fawakih Ad-Dawani, jilid 2 hal. 36 | Nisa

Ar-Rafi'i (w. 623 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyyah menuliskan dalam kitabnya Fathu Al-Aziz bi Syarhi Al-Wajiz sebagai berikut :

المستحب: فقد قال في "المختصر": استحسن قدر ثلاثين درهما

Yang dianjurkan dalam nilai minimal mut’ah sebagaimana disebutkan dalam kitab ‘mukhtashor’ adalah 30 dirham.

Ar-Rafi'i, Fathu Al-Aziz bi Syarhi Al-Wajiz, jilid 8 hal. 332 | Zuria

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

المستحب في فرض المتعة ثلاثون درهما أو ما قيمته ذلك وأن لا تبلغ نصف المهر أي مهر المثل فلو بلغته أو جاوزته جاز

Dianjurkan dalam penentuan mut’ah 30 dirham atau sesuatu yang senilai dengan itu dan tidak lebih dari setengah mahar yakni mahar mitsli, namun bila berlebih maka dibolehkan. .

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 220 | Zuria

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

أنها غير مقدرة، وأنها معتبرة بيساره وإعساره

Tidak ada ukuran untuk kadar mut'ah, dan sesungguhnya ia disesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 8 hal. 301 | Siska

Baca Lainnya :