|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

ولنا ما روي أن النبي - صلى الله عليه وسلم - صلى بأصحابه ثم تذكر جنابة فأعاد وأمر أصحابه بالإعادة

Menurut madzhab kami dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah SAW shalat bersama para sahabatnya kemudian beliau sadar bahwa sedang junub maka beliau mengulang shalatnya dan memerintahkan para sahabat untuk mengulangi juga.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 140 | Kartika

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

فإن حدث الإمام إذا تبين للقوم بعد الفراغ فصلاتهم فاسدة

Seorang imam berhadats dan kaum mengetahuinya setelah selesai shalat maka batal lah shalat mereka.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 180 | Kartika

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وَإِنْ ظَهَرَ أَنَّ إمَامَهُ مُحْدِثٌ أَعَاد

Jika diketahui bahwa imam nya berhadats maka harus mengulang sholatnya..

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 144 | Ahda

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ومن صلى بالناس جنبا أو على غير وضوء وهو ساه لم يضر القوم ذلك وصلاتهم ماضية لأنهم لم يكلفوا علم ما غاب عنهم من أمره فإن تعمد ذلك أفسد عليهم عند مالك وأكثر أصحابه ويعيد هو صلاته على كل حال.

Siapa yang memimpin shalat dalam keadaan junub atau tidak berwudhu sedangkan ia lupa, maka hal itu tidak memberi pengaruh apapun bagi jamaahnya. Shalat mereka sah karena mereka tidak dibebankan untuk mengetahui apa yang tidak terlihat (terlewat) pada yang menjadi urusan imam. Jika sang imam melakukannya dengan sengaja, hal tersebut membatalkan shalatnya makmum menurut Imam Malik dan sebagian besar sahabat beliau. bagaimanapun juga ia harus mengulang shalatnya. .

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 212 | Anis

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

إذا صلى الإمام بجنابة أو على غير وضوء بطلت صلاته اتفاقا في العمد والنسيان وتبطل صلاة المأموم في العمد دون النسيان

Jika imam shalat dalam keadaan junub atau tanpa wudhu, batallah shalatnya menurut kesepakatan ulama baik itu sengaja ataupun lupa. Dan shalat makmum batal jika sengaja, tidak dalam kondisi lupa.

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 49 | Anis

Khalil bin Ishaq Al-Mishri (w. 776 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

أَنَّ الْإِمَامَ إذَا صَلَّى بِمَنْ خَلْفَهُ عَالِمًا بِحَدَثِهِ أَوْ تَذَكَّرَهُ فِيهَا وَتَمَادَى جَاهِلًا أَوْ مُسْتَحِيًا فَإِنَّ صَلَاةَ مَنْ خَلْفَهُ بَاطِلَةٌ كَمَا إذَا تَعَمَّدَ الْحَدَثَ فِيهَا وَلَوْ لَمْ يَعْمَلْ عَمَلًا أَوْ لَمْ يَتَعَمَّدْهُ بَلْ نَسِيَهُ لَكِنْ عَلِمَ مُؤْتَمُّهُ بِحَدَثِ إمَامِهِ حَالَ ائْتِمَامِهِ وَتَمَادَى فَإِنْ تَذَكَّرَ الْإِمَامُ حَدَثَهُ وَلَمْ يَعْمَلْ عَمَلًا فَاسْتَخْلَفَ أَوْ اسْتَمَرَّ نَاسِيًا لِلْحَدَثِ وَلَمْ يَعْلَمْ الْمَأْمُومُ إلَّا بَعْدَ فَرَاغِهِ صَحَّتْ صَلَاةُ الْقَوْمِ دُونَهُ عَلَى الْمَشْهُور

.

Khalil bin Ishaq Al-Mishri, Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 23 | Ahda

Al-Muzani (w. 264 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mukhtashar sebagai berikut :

: الْقِيَاسُ أَنَّ كُلَّ مُصَلٍّ خَلْفَ جُنُبٍ وَامْرَأَةٍ وَمَجْنُونٍ وَكَافِرٍ يُجْزِئُهُ صَلَاتُهُ إذَا لَمْ يَعْلَمْ بِحَالِهِمْ

Diqiyaskan setiap yang melaksanakan shalat dibelakang imam yang junub, perempuan, orang gila dan kafir sah shalatnya apabila tidak mengetahui keadaan mereka.

Al-Muzani, Mukhtashar, jilid 8 hal. 116 | Sofyana

Al-Imam Al-Haramain (w. 478 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab sebagai berikut :

فمن اقتدى بإنسان ثم تبيّن أنه كان محدثاً أو جنباً، فالإمام يعيد الصلاة، وليس على القوم إعادة عندنا، إذا لم يعلموا بطلان صلاة الإمام

Barangsiapa yang berimam kepada seseorang kemudian diketahui bahwa imamnya berhadats atau junub maka imam tersebut wajib mengulangi shalatnya sedangkan makmum tidak perlu mengulanginya, ini adalah pendapat kami, hal ini jika para makmum tidak tahu jika imam berhadats.1.

Al-Imam Al-Haramain, Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab, jilid 1 hal. 289 | Sofyana

Ibnu Muflih (w. 763 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Furu' sebagai berikut :

فمن صلى بعض الصلاة وشك في وضوئه لم يجزئه "ألا أن يتيقن" أنه كان على وضوء، ولا تفسد صلاتهم، إن شاءوا قدموا وإن شاءوا صلوا فرادى

Bagi siapa yang sedang mengerjakan sholat dan dia ragu akan wudhu'nya, maka itu tidak diperbolehkan, kecuali dia yakin dengan wudhunya. dan tidak batal sholatnya, jika berkehendak melanjutkan atau sholat sendiri. .

Ibnu Muflih, Al-Furu', jilid 3 hal. 26 | Irma

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ومن صلى جنبا أو على غير وضوء - عمدا أو نسيانا - فصلاة من ائتم به صحيحة تامة، إلا أن يكون علم ذلك يقينا فلا صلاة له

Barang siapa yang shalat dalam keadaan junub atau dalam keadaan tidak berwudhu baik dengan sengaja atau tidak, maka shalat orang yang bermakmum kepadanya sah, kecuali jika ia mengetahui dngan pasti keadaan imam (junub/tidak berwudhu) maka shalatnya tidak sah..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 131 | Isnain

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

والصلاة خلف من يدري المرء أنه كافر باطل وكذلك خلف من يدري أنه متعمد للصلاة بلا طهارة

Dan shalat dibelakang imam yang ia ketahui bahwa dia kafir adalah batal, begitu juga dibelakang orang yang ia ketahui bahwa dia shalat tanpa thaharah. .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 2 hal. 371 | Isnain

Baca Lainnya :