Batasan Mengusap Kepala Dalam Wudhu

Mon 16 March 2015 07:07 | 0
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

قَالَ: وَالْمَفْرُوضُ فِي مَسْحِ الرَّأْسِ مِقْدَارُ النَّاصِيَةِ وَهُوَ رُبْعُ الرَّأْسِ

Ibnu al-humam berkata : yang diwajibkan dalam mengusap kepala adalah kadar ubun ubun yaitu seperempat dari kepala.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 18 | Aqil

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

وَمَسْحُ رُبُعِ الرَّأْسِ مَرَّةً) فَوْقَ الْأُذُنَيْنِ وَلَوْ بِإِصَابَةِ مَطَرٍ أَوْ بَلَلٍ بَاقٍ بَعْدَ غَسْلٍ عَلَى الْمَشْهُورِ لَا بَعْدَ مَسْحٍ إلَّا أَنْ يَتَقَاطَرَ، وَلَوْ مَدَّ أُصْبُعَيْنِ لَمْ يَجُزْ

Mengusap seperempat bagian dari kepala atas telinga, walaupun hanya menggunakan air tetesan hujan atau bekas basahan setelah membasuh menurut pendapat ang masyhur. Bukan setelah mengusap kecuali jika bertetesan.dan jika hanya dengan menggunakan dua jari maka tidak boleh.

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 1 hal. 67 | Ajib

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

واختلف أصحاب مالك وسائر أهل المدينة في عموم مسح الرأس فمنهم من قال: لا يجزئ مسح بعض الرأس وهو قول مالك المشهور ومنهم من اجاز مسح بعضه والمسح عندي ليس شأنه الاستيعاب

Ashab imam malik dan ahlu al-madinah berbeda pendapat dalam kadar mengusap kepala.menurut pendapat imam malik yang masyhur adalah tidak cukup mengusap sebagian kepala saja.dan diantara mereka ada yang membolehkan mengusap sebagian kepala. Dan menurutku mengusap memnag tidak harus mencakup semua bagian kepala.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 168 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

الْفَرْضُ الْخَامِسُ مَسْحُ جَمِيعِ الرَّأْسِ فِي الْكِتَابِ يَمْسَحُ الرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ عَلَى الرَّأْسِ كُلِّهِ

Fardhu wudhu yang kelima adalah mengusap seluruh bagian kepala. Laki laki maupun perempuan mengusap kepala seluruhnya.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 256 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

والواجب منه أن يمسح ما يقع عليه اسم المسح وان قل وقال أبو العباس بن القاص أقله ثلاث شعرات كما نقول في الحق في الاحرام والمذهب أنه لا يتقدر لان الله تعالى أمر بالمسح وذلك يقع على القليل والكثير) (الشرح) المشهور في مذهبنا الذي تظاهرت عليه نصوص الشافعي وقطع به جمهور الأصحاب في الطرق أن مسح الرأس لا يتقدر وجوبه بشئ بل يكفي فيه ما يمكن

Wajib mengusap kepala selama itu dinamakan mengusap meskipun hanya sedikit.abu al-abbas mengatakan paling sedikit tiga rambut. Dan pendapat yang benar adalah tidak ada kadarnya.karena Allah memerintahkan untuk mengusap baik sedikit maupun banyak.dan yang masyhur dalam madzhab kami dan yang telah di nnaskan oleh imam Asy-Syafiy dan diakui oleh Ashab adalah mengusap sebagian kepala tanpa ada kadarnya.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal. 398 | Syarif

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

الرَّابِعُ مَسْحُ الرَّأْسِ) قَالَ تَعَالَى {وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ} [المائدة: 6] ، وَرَوَى مُسْلِمٌ «أَنَّهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ، وَعَلَى عِمَامَتِهِ» (وَيُجْزِئُهُ) الْمَسْحُ (وَلَوْ بَعْضَ شَعْرَةٍ

Fardhu yang ke empat adalah mengusap kepala. berdasarkan firman Allah surat al maidah ayat 6 dan hadits bahwa nabi mengusap ubun ubun nya dan imamahnya. Dan cukup mengusap hanya dngan sebagian saja.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 32 | Imam

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

الرابع مسمى مسح) بيد أو غيرها (لبشرة رأسه) ، وإن قل حتى البياض المحاذي لا على الدائر حول الأذن

Fardhu yang ke empat adalah mengusap sebagian kulit kepala. Walaupun hanya sedikit dari bagian sekitar telinga.

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 1 hal. 209 | Amrozi

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

واختلف في قدر الواجب؛ فروي عن أحمد وجوب مسح جميعه في حق كل أحد. وهو ظاهر كلام الخرقي ومذهب مالك وروي عن أحمد يجزئ مسح بعضه. ولنا قول الله تعالى {وامسحوا برءوسكم} [المائدة: 6] ، والباء للإلصاق، فكأنه قال: وامسحوا رءوسكم. فيتناول الجميع. كما قال في التيمم {فامسحوا بوجوهكم

Ada perbedaan mengenai kadar wajib mengusap kepala. Diriwayatkan dari imam ahmad bahwa wajib mengusap seluruh bagian kepala. Dan ini adalah juga pendapat dari al-khiroqy dan imam malik. Ada juga riwayat dari imam ahmad yang mengatakan bahwa cukup dengan mengusap sebagian kepala saja.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 92 | Faisal

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Majmu' Fatawa sebagai berikut :

اتفق الأئمة كلهم على أن السنة مسح جميع الرأس كما ثبت في الأحاديث الصحيحة والحسنة عن النبي صلى الله عليه وسلم فإن الذين نقلوا وضوءه لم ينقل عنه أحد منهم أنه اقتصر على مسح بعض رأسه وما يذكره بعض الفقهاء - كالقدوري في أول مختصره وغيره - أنه توضأ ومسح على ناصيته: إنما هو بعض الحديث الذي في الصحيح من حديث المغيرة بن شعبة: {أن النبي صلى الله عليه وسلم توضأ عام تبوك ومسح على ناصيته} . ولهذا ذهب طائفة من العلماء إلى جواز مسح بعض الرأس وهو مذهب أبي حنيفة والشافعي وقول في مذهب مالك وأحمد. وذهب آخرون إلى وجوب مسح جميعه وهو المشهور من مذهب مالك وأحمد وهذا القول هو الصحيح

Seluruh imam sepakat bahwa wajib mengusap seluruh bagian kepala.hal ini berdasarkan hadits hadits nabi. Adapun riwayat yang mengatakn bahwa nabi hanya mengusap sebagian kepala saja ini hanya riwayat beberapa hadits saja.maka dari itu ada beberapa kalangan yang membolehkan mengusap sebagian kepala saja seperti imam abu hanifah dan imam syafi’iy. Dan ini juga pendapat imam malik dan ahmad.sementara kalangan yang lain mewajibkan mengusap seluruh bagian kepala. Dan ini juga pendapat masyhur imam malik dan ahmad. Dan inilah yang benar.

Ibnu Taimiyah, Majmu' Fatawa, jilid 21 hal. 124 | Imam

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وكذلك بما مسح من أصبع أو أقل أو أكثر وأحب إليه العموم ثلاثا، وهذا هو الصحيح، وأما الاقتصار على بعض الرأس فإن الله تعالى يقول: {وامسحوا برءوسكم} [المائدة: 6] والمسح في اللغة التي نزل بها القرآن هو غير الغسل بلا خلاف، والغسل يقتضي الاستيعاب والمسح لا يقتضيه

Begitu juga mengusap kepala dengan jari atau lebih dikit dari itu atau lebih banyak. Adapun dalil bolehnya mengusap hanya dengan sebagian kepala saja adalah firman Allah surat al-maidah. Al-mashu itu berbeda dengan membasuh.membasuh itu harus keseluruhan. Tapi jika mengusap tidak harus seluruh anggota.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 297 | Faisal

Baca Lainnya :

Batasan Mengusap Kepala Dalam Wudhu
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 16 March 2015, 07:07 | published
Menyentuh Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?
Imamuddin Mukhtar | 19 March 2015, 06:44 | published
Menyentuh Wanita, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhamad Amrozi | 18 March 2015, 07:01 | published
Makan Daging Unta, Apakah Membatalkan Wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 20 March 2015, 10:02 | published
Apakah Memakan Makanan Yang Dibakar Membatalkan Wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 17 March 2015, 07:02 | published
Posisi Tidur Seperti Apa Yang Tidak Membatalkan Wudhu?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 10 April 2015, 10:02 | published
Menyentuh Mushaf, Apakah Harus Berwudhu?
Muhamad Amrozi | 8 April 2015, 07:03 | published
Apakah Berwudhu Harus Berurutan ?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 14 April 2015, 10:04 | published
Wajibkah Mengusap Telinga Dalam Wudhu?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 21 April 2015, 10:04 | published
Apa Hukum Mengusap Kepala Secara Keseluruhan?
Imamuddin Mukhtar | 20 April 2015, 10:05 | published
Hukum Membasuh Jenggot Yang Panjang Ketika Berwudhu
Muhamad Amrozi | 22 April 2015, 07:06 | published
Haruskah Wanita Istihadhah Berwudhu' di Setiap Waktu Shalat?
Qathrin Izzah Fithri | 12 May 2015, 06:19 | published
Berwudhu Tanpa Niat, Sah Atau Tidak?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 23 April 2015, 10:06 | published
Tadlik dalam Wudhu, Wajibkah?
Muhammad Aqil Haidar | 24 April 2015, 10:07 | published
Hukum Membasuh Perban
Tajun Nashr, Lc | 11 September 2015, 13:54 | draft
Hukum Wudhu Dalam Thawaf
Muhammad Aqil Haidar | 22 October 2015, 21:11 | draft
Wajibkah wudhu bagi seorang khatib?
Muhammad Aqil Haidar | 29 October 2015, 04:21 | draft
Kapan disunnahkan memperbaharui wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 5 November 2015, 03:32 | draft
Haruskah wudhu dilakukan secara muwalah?
Muhammad Aqil Haidar | 12 November 2015, 03:52 | draft
Sahkah wudhu tanpa membaca bismillah?
Muhammad Aqil Haidar | 19 November 2015, 03:56 | draft
Wajibkah berkumur dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 26 November 2015, 03:02 | draft
Wajibkah istinsyaq dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 3 December 2015, 00:06 | draft
Sunnahkah mengusap leher dalam wudhu?
Muhammad Aqil Haidar | 10 December 2015, 03:19 | draft
Hukum menjatuhkan air bekas wudhu di masjid
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:26 | draft
Apakah murtad membetalkan wudhu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:41 | draft