Hukum Kencing Berdiri

Mon 13 April 2015 09:57 | 0
Muhamad Amrozi

 

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

ويكره أن يبول قائما أو مضطجعا أو متجردا عن ثوبه من غير عذر، فإن كان لعذر فلا بأس

Dan dimakruhkan bagi seseorang kencing berdiri atau berbaring atau tanpa pakaian tanpa adanya ‘udzur, dan jika ada ‘udzur maka tidak apa-apa.

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 1 hal. 256 | Aqil

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ولا بأس أن يبول قائما في الموضع الدمث مثل التراب المهيل وشبهه مما يأمن فيه أن ينتضح من بوله عليه

Tidak mengapa seseorang kencing berdiri ditempat yang lunak seperti tanah berpasir dan yang serupa jika aman dari percikan kencing yang mengenai dirinya.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 2 hal. 1141 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

أما حكم المسألة فقال أصحابنا يكره البول قائما بلا عذر كراهة تنزيه ولا يكره للعذر وهذا مذهبنا

adapun masalah ini, para ulama syafiiyah mengatakan bahwa dimakruhkan karahah tanzih kencing berdiri tanpa adanya ‘udzur, dan tidak dimakruhkan jika ada ‘udzur, dan ini adalah madzhab kami.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 85 | Imam

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

ولا يكره البول قائما بلا حاجة، على الصحيح من المذهب، نص عليه، إن أمن تلوثا وناظرا. وعنه يكره

Dan tidak dimakruhkan kencing berdiri tanpa adanya keperluan menurut pendapat yang shahih dalam madzhab jika tidak khawatir mengotori dirinya dan tidak ada yang melihat seperti yang dinaskan, dan diriwayatkan juga dari imam ahmad bahwa hukumnya makruh.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 99 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Khitan
Muhammad Aqil Haidar | 1 April 2015, 04:55 | published
Hukum Istinja Wajibkah atau Sunnah?
Imamuddin Mukhtar | 16 April 2015, 09:56 | published
Hukum Kencing Berdiri
Muhamad Amrozi | 13 April 2015, 09:57 | published
Samak Itu Mensucikan Bangkai Atau Tidak
Muhammad Syarif Hidayatullah | 13 October 2015, 13:53 | draft
Hukum Buang Hajat Membawa Ayat Quran atau Lafadz Allah
Imamuddin Mukhtar | 11 September 2015, 13:54 | draft
Bolehkah istinja Menggunakan Tangan Kanan
Imamuddin Mukhtar | 20 October 2015, 20:49 | draft
Media Yang Digunakan Dalam Istinja
Imamuddin Mukhtar | 27 October 2015, 21:32 | draft
Apakah Disyariatkan Tiga Batu Dalam Istinja
Imamuddin Mukhtar | 3 November 2015, 21:36 | draft
Hukum Menggunakan Sutroh (Penghalang) Ketika Istinja
Imamuddin Mukhtar | 10 November 2015, 21:55 | draft
Hukum Menghadap Kiblat Ketika Beristinja
Imamuddin Mukhtar | 18 November 2015, 18:12 | draft
Hukum istinja bagi orang yang sering hadats
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:50 | draft
Apakah Istijmar mensucikan tempat keluarnya najis
Imamuddin Mukhtar | 1 December 2015, 19:54 | draft