|


 

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

وندب ذبح واحدة أي سواء كان المولود ذكرا أو أنثى

Disunnahkan menyembelih satu kambing, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 126 | Syafri

Al-Hishni (w. 829 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Kifayatul Akhyar sebagai berikut :

والعقيقة مستحبة وهي الذبيحة عن المولود يوم السابع ويذبح عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة

Aqiqah itu hukumnya mustahab, yaitu menyembelih hewan di hari ke tujuh dari kelahiran bayi, untuk bayi laki laki dua kambing, dan untuk bayi perempuan satu kambing.

Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, jilid 1 hal. 534 | Syafaat

Ibnu Muflih (w. 763 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Furu' sebagai berikut :

عن الغلام شاتان متقاربتان في السن والشبه ، نص عليه ، فإن عدم فواحدة ، والجارية شاة

bagi bayi laki-laki dua kambing yang seumuran dan sama mirip sebagaimana yang ada dalam nash, dan jika tidak ada maka boleh dengan satu kambing,dan bagi bayi perempuan satu ekor kambing. .

Ibnu Muflih, Al-Furu', jilid 6 hal. 183 | Hamam

Baca Lainnya :