Hukum Istinja Wajibkah atau Sunnah?

Thu 16 April 2015 09:56 | 0
Imamuddin Mukhtar

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

فالاستنجاء سنة عندنا، وعند الشافعي فرض، حتى لو ترك الاستنجاء أصلا جازت صلاته عندنا، ولكن مع الكراهة، وعنده لا يجوز

Adapun masalah Istinja’ maka hal itu merupakan Sunah dalam mazhab kami , dan merupakan Fardhu dalam mazhab Syafi’i , bahkan jika seseorang meninggalkan/melupakan Istinja’ maka ia tetap boleh melaksanakan shalat , tetapi hal tersebut makruh , adapun dalam mazhab Syafi’i maka hal itu tidak boleh ..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 18 | Ajib

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

(فصل في الاستنجاء) هو إزالة ما على السبيل من النجاسة، فإن كان للمزال به حرمة أو قيمة كره كقرطاس وخرقة وقطنة وخل قيل يورث ذلك الفقر (قوله واظب عليه) ولذا كان كما ذكر في الأصل سنة مؤكدة ولو تركه صحت صلاته.

Bab Istinja : Ialah metode/tata cara membersihkan diri dari kotoran/najis , jika yang digunakan ialah hal yang berharga seperti kertas , kain dan sejenisnya maka hal tersebut ialah makruh , dan merupakan pendapat asal bahwa istinja merupakan sunnah Muakkadah dan apabila ditinggalkan maka shalatnya tetap sah ..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 212 | Aqil

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

إزالة النجاسة من الأبدان والثياب سنة مؤكدة عند مالك وأصحابه ووعند غيرهم فرض وهو قول أبى الفرج ولا يجوز تطهيرها بغير الماء إلا من مخرج الغائط والبول خاصة فإن المخرجين مخصوصان بالأحجار، والاستنجاء بالأحجار رخصة والماء أطهر وأطيب وأحب

Menghilangkan Najasah dari badan dan pakaian merupakaى Sunnah Muakkadah dalam mazhab Imam Malik dan pegikutnya , adapun yang lain berpendapat bahwa hal tersebut merupakan fardhu , sebagaimana dikatakanى oleh Abi Al-faraj . Dan tidak boleh membersihkan nya selain dengan air kecuali dua tempat keluarnya kotoran manusia , karena dua tempat tersebut khusus dan boleh dengan menggunakan batu , dan Istinja dengan batu merupakan Rukhshoh (Keringanan) tapi tetap menggunakan air merupakan hal yang lebih suci dan baik ..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 159 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الِاسْتِنْجَاءُ وَاجِبٌ. وَلِقَضَاءِ الْحَاجَةِ آدَابٌ

Istinja itu merupakan hal yang Wajib , adapun dalam membuang hajat maka ada beberapa adab . .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 65 | Amrozi

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

يجب" لا على الفور بل عند خشية تنجس غير محله وعند إرادة نحو الصلاة "

Diwajibkan istinja namun hal tersebut tidak wajib secara langsung (seketika) tetapi wajib ketika ditakutkan najis tersebut tersebar , dan juga ketika ingin melaksanakan shalat . .

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 45 | Syarif

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

مسألة: قال: والاستنجاء لما خرج من السبيلين هذا فيه إضمار، وتقديره: والاستنجاء واجب

Permasalahan Istinja : dalam pembahasan Istinja (Mensucikan) diri dari kedua tempat keluarnya kotoran di sini terdapat hal yang tersirat , dan hasilnya : Istinja itu wajib ..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 111 | Imam

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

(ويجب الاستنجاء من كل خارج إلا الريح) . شمل كلامه الملوث وغيره، والطاهر والنجس. أما النجس الملوث: فلا نزاع في وجوب الاستنجاء منه. وأما النجس غير الملوث والطاهر: فالصحيح من المذهب، وعليه جماهير الأصحاب: وجوب الاستنجاء منه.

Diwajibkan Istinja dari segala hal yang keluar kecuali kentut . Kalimat ini bersifat umum baik yang kotor , suci atau pun yang najis , adapun jika yang keluar adalah yang najis lagi kotor maka tak khilaf akan wajibnya Istinja (membersihkan diri) dari hal tersebut . Dan jika yang keluar bukan hal yang kotor dan suci maka pendapat yang shahih dalam mazhab Hanafi ialah : Wajibnya Istinja dari itu juga . .

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 113 | Faisal

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وتطهير القبل والدبر من البول والغائط والدم من الرجل والمرأة لا يكون إلا بالماء حتى يزول الأثر أو بثلاثة أحجار متغايرة

Membersihkan qubul dan dubur bagi laki laki dan wanita dari yang keluar dari kedua tempat harus dengan menggunaka air hingga hilang bekas nya atau denga tiga batu berbeda . .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 108 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Khitan
Muhammad Aqil Haidar | 1 April 2015, 04:55 | published
Hukum Istinja Wajibkah atau Sunnah?
Imamuddin Mukhtar | 16 April 2015, 09:56 | published
Hukum Kencing Berdiri
Muhamad Amrozi | 13 April 2015, 09:57 | published
Samak Itu Mensucikan Bangkai Atau Tidak
Muhammad Syarif Hidayatullah | 13 October 2015, 13:53 | draft
Hukum Buang Hajat Membawa Ayat Quran atau Lafadz Allah
Imamuddin Mukhtar | 11 September 2015, 13:54 | draft
Bolehkah istinja Menggunakan Tangan Kanan
Imamuddin Mukhtar | 20 October 2015, 20:49 | draft
Media Yang Digunakan Dalam Istinja
Imamuddin Mukhtar | 27 October 2015, 21:32 | draft
Apakah Disyariatkan Tiga Batu Dalam Istinja
Imamuddin Mukhtar | 3 November 2015, 21:36 | draft
Hukum Menggunakan Sutroh (Penghalang) Ketika Istinja
Imamuddin Mukhtar | 10 November 2015, 21:55 | draft
Hukum Menghadap Kiblat Ketika Beristinja
Imamuddin Mukhtar | 18 November 2015, 18:12 | draft
Hukum istinja bagi orang yang sering hadats
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:50 | draft
Apakah Istijmar mensucikan tempat keluarnya najis
Imamuddin Mukhtar | 1 December 2015, 19:54 | draft