Standar Mahar Mitsl

Fri 9 October 2015 07:00 | 0
Miratun Nisa

Berdasarkan penyebutannya, mahar terbagi menjadi dua:

  1. mahar yang diberikan pada saat akad, disebut mahar musamma
  2. mahar yang diberikan setelah terjadinya jima'. Inilah yang disebut mahar mitsl

Jika ukuran mahar musamma telah disebutkan oleh para ulama baik itu batasan minimum ataupun maksimumnya, berbeda dengan mahar mitsl. Dalam mahar mitsl tidak disebutkan berapa banyak atau sedikitnya tetapi ada yang mengatakan disesuaikan dengan mahar saudarinya, ibunya dan bibinya. Adapula yang mengatakan bahwa ia disesuaikan dengan kecantikan dan kedudukan si istri. Berikut penjelasannya:

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

تفسير مهر المثل هو أن يعتبر مهرها بمهر مثل نسائها من أخواتها لأبيها وأمها أو لأبيها وعماتها وبنات أعمامها

Penafsiran mahar mitsl disesuaikan dengan ukuran mahar para wanita dari saudari perempuannya yang seayah atau mahar ibunya, atau mahar ibu ayahnya (nenek) , atau mahar saudari ayahnya (bibi), dan juga mahar anak perempuan dari pamannya (sepupu dari jalur ayah). .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 287 | Achad

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

بيان صداق المثل معتبر بحال الزوجة في حسبها ومالها وجمالها

Penjelasan tentang mahar mitsli disesuaikan dengan keadaan si istri, dalam hal kedudukannya, hartanya dan kecantikannya..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 136 | Nisa

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Fathu Al-Wahhab bi Syarhi Minhaji Ath-Thullab sebagai berikut :

ومهر المثل ما يرغب به في مثلها من عصباتها القربى

Mahar mitsl yaitu mahar yang serupa/semisal dengan kerabat perempuan yang bisa menjadi 'asobah.

Zakaria Al-Anshari, Fathu Al-Wahhab bi Syarhi Minhaji Ath-Thullab, jilid 2 hal. 69 | Zuria

'Ashobah : ahli waris yang berhak mendapat sisa harta dalam menerima warisan. Adapun 'ashobah dari pihak perempuan yaitu anak perempuan, cucu perempuan, saudari kandung, saudari seayah (beda ibu) Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

قوله : مهر نسائها يعني مهر مثلها من أقاربها

Mahar mitsl yaitu seperti mahar yang nilainya seperti mahar kerabat perempuan dalam keluarganya.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 247 | Zuria

Abu Ishaq Burhanudin (w. 884 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mubdi' Syarhul Muqni sebagai berikut :

ومهر المثل معتبر بمن يساويها من نساء عصبتها من جهة أبيها وجدها كأختها وعمتها وبنت أخيها وعمها

Mahar mistl disesuaikan dengan ukuran mahar yang diterima oleh para wanita dari 'ashobahnya dari jalur ayahnya dan kakeknya, seperti saudarinya, bibinya, keponakan perempuannya dan sepupu perempuannya (seluruhnya dari pihak ayah).

Abu Ishaq Burhanudin, Al-Mubdi' Syarhul Muqni, jilid 225 hal. 6 | Siska

wallahu a'lam bishshawab

Baca Lainnya :

Akad Nikah Tanpa Mahar, Sah atau Tidak?
Ipung Multiningsih | 12 September 2015, 13:16 | draft
Batas Minimal Mahar
Miratun Nisa | 7 October 2015, 18:28 | published
Bolehkah Manfaat Dijadkan Mahar?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:17 | published
Suami Mengatakan Sudah Menyerahkan Mahar, Namun Istri Mengingkarinya
Miratun Nisa | 14 October 2015, 15:50 | published
Mengajarkan Al-Quran Bisakah Dijadikan Mahar?
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:18 | draft
Standar Mahar Mitsl
Miratun Nisa | 9 October 2015, 07:00 | published
Suami Istri Berbeda Pendapat dalam Penyebutan Mahar Saat Akad
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:38 | published
Pengertian Mahar Menurut Ulama
Zuria Ulfi | 11 October 2015, 13:03 | published
Batasan waktu mencicil mahar
Nur Azizah Pulungan | 18 November 2015, 06:00 | published
Hukum meminta pelunasan mahar saat suami kesulitan
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:04 | approved
Ketentuan adil dalam menggilir para istri
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:17 | approved
اشتراط الولي شيئاً من المهر لنفسه
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:18 | draft
Membunuh Suami Sebelum Dukhul, Gugurkah Hak Mendapatkan Mahar ?
Achadiah | 21 November 2015, 16:00 | published
Menikah dibawah umur, Siapakah yang Berhak Memegang Maharnya?
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:43 | approved