Batas Minimal Mahar

Wed 7 October 2015 18:28 | 0
Miratun Nisa

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah nilai minimal mahar. Sebagian ada yang membatasi nilainya tidak boleh kurang dari 1/4 dinar atau 10 dirham. Namun sebagian lagi membolehkan kurang dari itu, bahkan ulama lainnya menyebutkan bahwa tidak ada batasan minimal untuk mahar

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

لا مهر أقل من عشرة دراهم

Tidak ada mahar yang kurang dari 10 dirham.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 66 | Achad

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما بيان أدنى المقدار الذي يصلح مهرا فأدناه عشرة دراهم أو ما قيمته عشرة دراهم

Penjelasan tentang batas minimal yang layak dijadikan mahar adalah 10 dirham atau yang senilai dengannya.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 275 | Achad

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

لم تحل الموهوبة إلا لرسول الله صلى الله عليه وسلم خاصة قال الله عز وجل: {خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ} الأحزاب فلا يحل لأحد بعده نكاح يشرط فيه أن لا صداق ولا بد لغيره من صداق قل أو كثر إلا أن مالكا وأصحابه يجيزون في أقله ربع دينار من الذهب

Al-Mauhubah tidak dihalalkan bagi selain Rasulullah. Sebagaimana firman Allah:” hal itu adalah kekhususan bagimu (rasulullah) dari orang-orang mukmin lainnya”. (al-ahzab). Maka tidak dibolehkan bagi siapapun sesudahnya menikah dengan mensyaratkan tidak adanya mahar. Dan bagi selain rasulullah diharuskan membayar mahar banyak ataupun sedikit, dan Malik membolehkan mahar minimalnya seperempat dinar emas..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 2 hal. 551 | Nisa

Yang dimaksud dengan mauhubah adalah wanita yang mau dinikahi tanpa meinta mahar dari suaminya. Dia hanya sekedar menghibahkan dirinya saja kepada suaminya. Hal ini hanya dibolehkan berlaku bagi Rasulullah SAW saja, sedangkan untuk umatnya harus dengan mahar. Ibnu Rusyd Al-Hafid (w. 595 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid sebagai berikut :

فأما مالك فقال: أقله ربع دينار من الذهب أو ثلاثة دراهم كيلا من فضة، أو ما ساوى الدراهم الثلاثة

Imam malik berkata: “minimalnya mahar adalah seperempat dinar emas atau tiga dirham perak atau yang senilai dengan tiga dirham..

Ibnu Rusyd Al-Hafid, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 3 hal. 45 | Nisa

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

وأقله ربع دينار ذهبا شرعياأو ثلاثة دراهم فضة خالصة

Dan mahar yang paling sedikit adalah seperempat dinar emas murni atau tiga dirham perak murni..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 428 | Nisa

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ليس للصداق حد مقدر، بل كل ما جاز أن يكون ثمنا أو مثمنا أو أجرة، جاز جعله صداقا. ويستحب أن لا ينقص عن عشرة دراهم

Tidak ada batasan minimal dalam mahar, bahkan apa saja yang berharga dan memiliki nilai dapat dijadikan mahar. Namun hukumnya mustahab untuk tidak kurang dari sepuluh dirham.

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 249 | Zuria

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

أن الصداق غير مقدر لا أقله ولا أكثره

Sesungguhnya tidak ada batasan dalam mahar, baik minimal ataupun maksimalnya.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 6 hal. 681 | Siska

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: وجائز أن يكون صداقا كل ما له نصف قل أو كثر ولو أنه حبة بر أو حبة شعير أو غير ذلك، وكذلك كل عمل حلال موصوف، كتعليم شيء من القرآن أو من العلم أو البناء أو الخياطة أو غير ذلك إذا تراضيا بذلك

Dan segala sesuatu yang bisa dibelah boleh dijadikan sebagai mahar, sedikit ataupun banyak, sekalipun hanya sebiji gandum atau biji jelai atau selainnya. Dan begitu juga jasa, seperti mengajarkan alqur'an atau mengajarkan ilmu, membuat bangunan, menjahit dan selainnya jika keduanya ridho dengan hal itu..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 91 | Nisa

Baca Lainnya :

Akad Nikah Tanpa Mahar, Sah atau Tidak?
Ipung Multiningsih | 12 September 2015, 13:16 | draft
Batas Minimal Mahar
Miratun Nisa | 7 October 2015, 18:28 | published
Bolehkah Manfaat Dijadkan Mahar?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:17 | published
Suami Mengatakan Sudah Menyerahkan Mahar, Namun Istri Mengingkarinya
Miratun Nisa | 14 October 2015, 15:50 | published
Mengajarkan Al-Quran Bisakah Dijadikan Mahar?
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:18 | draft
Standar Mahar Mitsl
Miratun Nisa | 9 October 2015, 07:00 | published
Suami Istri Berbeda Pendapat dalam Penyebutan Mahar Saat Akad
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:38 | published
Pengertian Mahar Menurut Ulama
Zuria Ulfi | 11 October 2015, 13:03 | published
Batasan waktu mencicil mahar
Nur Azizah Pulungan | 18 November 2015, 06:00 | published
Hukum meminta pelunasan mahar saat suami kesulitan
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:04 | approved
Ketentuan adil dalam menggilir para istri
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:17 | approved
اشتراط الولي شيئاً من المهر لنفسه
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:18 | draft
Membunuh Suami Sebelum Dukhul, Gugurkah Hak Mendapatkan Mahar ?
Achadiah | 21 November 2015, 16:00 | published
Menikah dibawah umur, Siapakah yang Berhak Memegang Maharnya?
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:43 | approved