|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

إذا كان مع الإمام امرأة أقامها خلفه

Jika bersama imam ada seorang makmum wanita maka posisikanlah ia di belakangnya.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 159 | Kartika

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

والمرأة خلفه ان كانت واحدا

Seorang makmum perempuan berdiri di belakang imam jika ia (perempuan) sendirian.

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 49 | Anis

Al-Mawaq (w. 897 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya At-Taju wa Al-Iklil sebagai berikut :

قال ابن القاسم في المرأة تصلي في صف من صفوف الرجال. عن يمينها رجل وعن يسارها رجل. قال ابن القاسم: لا تفسد صلاتهم

Ibnu Qasim berpendapat tentang keberadaan perempuan yang shalat diantara shaf jamaah laki-laki. Jamaah laki-laki disebelah kanannya ataupun kirinya tidak batal shalat mereka.

Al-Mawaq, At-Taju wa Al-Iklil, jilid 2 hal. 343 | Anis

Dalam hal ini Imam Al Mawaq memaparkan perkataan ibnul qasim yang berarti setuju dengan pendapatnya. Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فلو أن رجلا أم امرأة وحدها وقفت خلفه ولم تقف إلى جنبه

Apabila seorang laki-laki menjadi imam bagi seorang wanita, baginya berdiri di belakang imam dan tidak boleh berdiri di sampingnya .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 2 hal. 340 | Sofyana

Al-Imam Al-Haramain (w. 478 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab sebagai berikut :

ولو كان يصلي مع الرجل امرأة واحدة، فتقف وراء الإمام وتتستر به

Apabila seorang wanita bermakmum kepada laki-laki, maka hendaknya berdiri di belakang imam dan menutup dirinya.

Al-Imam Al-Haramain, Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab, jilid 2 hal. 398 | Sofyana

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

تقف واحدتهن خلف الرجل لا بجنبه بخلاف الرجل

satu orang wanita berdiri (pada waktu sholat) adalah dibelakang laki-laki bukan disampingnya berbeda dengan posisi laki-laki..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 527 | Irma

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وإن صلت خلف رجل قامت خلفه

jika wanita tersebut bermakmum kepada laki-laki maka posisinya dibelakang laki-laki.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 2 hal. 149 | Irma

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

وإن (أم رجل) امرأة وقفت خلفه

Dan jika seorang laki-laki mengimami wanita, maka wanita tersebut berdiri di belakangnya.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 488 | Isnain

Baca Lainnya :