|


 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

لو قدم الإمام المحدث صبيا فسدت صلاتهم وصلاته

Apabila seorang imam yang berhadats menyuruh anak kecil menjadi imam maka batal lah shalat makmum dan imam tersebut.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 180 | Kartika

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

اقتداء البالغين بالصبيان في الفرائض أنه لا يجوز عندنا

Orang-orang yang baligh tidak boleh bermakmum pada anak kecil dalam shalat fardhu menurut madzhab kami.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 143 | Kartika

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

ولا يجوز للرجال أن يقتدوا بامرأة أو صبي

dan tidak diperbolehkan kepada laki-laki untuk berimam kepada perempuan dan anak kecil.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 57 | Ahda

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وجائز صلاة النافلة خلف من لم يحتلم إذا كان يعقل حدود الصلاة ويتحفظ من الأنجاس

Diperbolehkan shalat sunnah di belakang anak yang belum baligh jika ia mengerti hukum-hukum shalat dan mampu menjaga dirinya dari najis.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 213 | Anis

Al-Mawaq (w. 897 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya At-Taju wa Al-Iklil sebagai berikut :

لا يؤم الصبي في نافلة الرجال ولا النساء وروي عنه أنه قال: يؤم الصبي في النافلة. والذي اقتصر عليه في التلقين وفي التفريع أن الصبي تجوز إمامته في النافلة

tidak diperbolehkan bagi laki-laki dan perempuan berimam kepada anak kecil dalam sholat sunnah, dan diriwayatkan darinya ( imam malik ) bahwa dibolehkan berimam kepadanya jika itu sholat sunnah. dan dalam kitab talqin dan tafri' dibolehkan berimam kepada anak kecil dalam sholat sunnah .

Al-Mawaq, At-Taju wa Al-Iklil, jilid 2 hal. 422 | Ahda

Muhammad 'Illisy (w. 1299 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Manhu Al-Jalil Syahru 'Ala Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

(أو) باقتداء ب (صبي في فرض) لأنه متنفل (وبغيره) أي الفرض صلة (تصح) إمامته للبالغ

Sah shalat seseorang jika berimam dengan anak kecil baik dalam shalat sunnah ataupun shalat wajib.

Muhammad 'Illisy, Manhu Al-Jalil Syahru 'Ala Mukhtashar Khalil, jilid 1 hal. 361 | Anis

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

إذا بلغ الصبي حدا يعقل وهو من أهل الصلاة صحت إمامته

Apabila seorang anak kecil sudah mencapai baligh maka dia sudah wajib shalat dan sah apabila ia menjadi imam .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal. 183 | Sofyana

dari statemen diatas dapat dipahami dengan dengan pemahaman 'mafhumul mukhalafah" bahwa seorang anak kecil yang belum baligh dan mumayyiz tidak sah jika ia menjadi imam karena ia sendiri belum wajib melaksanakan shalat1 Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا تجوز إمامة من لم يبلغ الحلم، لا في فريضة، ولا نافلة

Tidak boleh menjadi imam anak yang belum mencapai usia baligh, tidak dalam shalat fardhu tidak pula dalam shalat Sunnah, .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 3 hal. 134 | Isnain

Baca Lainnya :