|


 

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وان قذف الوالد ولده أو قذف الجد ولد ولده لم يجب عليه الحد وقال أبو ثور: يجب عليه الحد لعموم الآية والمذهب الأول

Jika seorang ayah menuduh anaknya berzina, atau seorang kakek menuduh cucunya berzina, ayah/kakek tersebut tidak dihudud. Ini pendapat madzhab Syafi'i. Namun Imam Abu Tsaur berpendapat lain, beliau berpendapat bahwa hudud tetap berlaku untuk ayah/kakek. .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 346 | Wahyudi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ولا يحد الأب والجد بقذف الولد وولد الولد، وقال ابن المنذر: يحد

Ayah atau kakek tidak dihudud jika mengqadzaf anak atau cucunya. Namun Ibnu mundzir berpendapat tetap dihudud. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 10 hal. 106 | Wahyudi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

ولا يحد بقذف الولد وإن سفل

Orang yang mengqadzaf anak keturunan sendiri tidak dihudud. .

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 297 | Wahyudi

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

أن الله تعالى قال {والذين يرمون المحصنات} [النور: 4] الآية، فلم يقل تعالى: إلا الوالد لولده {وما كان ربك نسيا} [مريم: 64] . فلو أن الله تعالى أراد تخصيص الأب بإسقاط الحد عنه لولده لبين ذلك، .... فصح يقينا أن الله تعالى إذ عم ولم يخص، فإنه أراد أن يحد الوالد لولده والولد لوالده بلا شك

Allah SWT. berfirman: "Dan orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik (berbuat zina)" (An-Nur: 4), Allah tidak kemudian berkata "Kecuali ayah menuduh anaknya" ("Dan tidaklah Tuhanmu lupa." Maryam: 64). Jika seandainya Allah berkehendak untuk mengkhususkan ayah dengan mengugurkan had baginya ketika menuduh anaknya berzina, tentu saja Allah akan menjelaskan hal tsb. (tetapi kenyataanya tidak) ... Maka tepatlah dengan seyakin-yakinnya bahwa ketika Allah SWT. menggeneralisir (hukum had bagi siapa saja yang melakukan qadzaf) maka saat itu Allah berkehendak untuk memberikan had (bagi siapa saja termasuk) Ayah yang menuduh anaknya dan juga anak yang menuduh ayahnya tanpa diragukan lagi..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 12 hal. 266 | Wahab

Baca Lainnya :