|


 

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

الفصل الأول في صريح القذف وهو الرمي بالزنا أو اللواط قال بعض العلماء يجب الحد بذلك

Fasal Pertama: Tentang kata-kata yang sharih (jelas) dalam qadzf, yaitu dengan menuduh orang berzina atau menyodomi. Sebagian ulama berpendapat bahwa wajib dihudud dalam hal ini.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 12 hal. 90 | Anam

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وإن قال لطت أو لاط بك فلان باختيارك فهو قذف

Jika seseorang berkata : "Kamu telah berbuat liwath", atau berkata "si Fulan berbuat liwath denganmu dan kamu mengizinkannya", maka perkataan tersebut termasuk qadzaf.

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 347 | Wahyudi

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وهو (أي اللواط) ليس عندنا زنا فلا حد في الرمي به

Liwath (sodomi) itu bukan zina menurut kami, maka tidak ada had dalam kasus menuduh orang melakukan liwath..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 12 hal. 250 | Wahab

Baca Lainnya :