|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وكذلك الوطء عن إكراه لا يوجب الحد.

.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 7 hal. 34 | Mardoni

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

واختلف هل يحد المكره على الزنى وقال القاضي عبد الوهاب إن انتشر قضيبه حتى أولج فعليه الح

Ulama berselisih pendapat, apakah orang zina sebab dipaksa tetap dihudud atau tidak. Qadhi Abdul Wahhab berpendapat jika dia bersyahwat sampai memasukan kemaluannya maka dia dihudud..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 232 | Anam

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

ولا يجب على المرأة إذا أكرهت على التمكين من الزنا لقوله صلى الله عليه وسلم: "رفع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه". ولأنها مسلوبة الإختيار فلم يجب عليها الحد كالنائمة. وهل يجب على الرجل إذا أكره على الزنا فيه وجهان ك أحدهما: وهو المذهب أنه لا يجب عليه لما ذكرناه في المرأة والثاني: أنه يجب لأن الوطء لا يكون إلا بالانتشار الحاث عن الشهوة والاختيار.

Wanita jika dipaksa melakukan zina tidak dikenai hudud, karena Rasulullah saw bersabda :"Umatku tidak dihisab dalam tiga hal; ketidak-sengajaan, lupa, dan hal-hal yang mereka dipaksa melakukannya. disamping itu, dalam kondisi dipaksa si wanita tidak bisa menolak,sehingga tidak dikenai hudud dan hukumnya seperti orang tidur yang dizina. Apakah pria yang dipaksa berzina dihudud? Dalam hal ini ada dua pendapat, pertama tidak dikenai hudud. Alasannya sama seperti alasan wanita tidak dikenai hudud. Dan inilah pendapat madzhab Syafi'i. Pendapat kedua, pria dikenai hukuman hudud. Karena jima' tidak mungkin dilakukan tanpa ereksi, dan ereksi tidak mungkin terjadi tanpa adanya keinginan..

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 3 hal. 337 | Wahyudi

Ar-Ruhaibani (w. 1243 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Mathalib Ulin Nuha sebagai berikut :

أو زنى مكرها) حد، هذا المذهب، نص عليه جمهور الأصحاب)

Atau berzina dengan orang yang dipaksa maka dia (orang yang dipaksa) dihudud. Ini pendapat madzhab, yang ditetapkan oleh mayoritas ashab..

Ar-Ruhaibani, Mathalib Ulin Nuha, jilid 6 hal. 187 | Ali

Baca Lainnya :