Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?

Fri 18 September 2015 17:19 | 0
Taslima Husin

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

إذَا كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَاءِ مِيلٌ جَازَ التَّيَمُّمُ مِنْ غَيْرِ تَفْصِيلٍ

“ Apabila jarak seseorang dengan keberadaan air satu mil maka diperbolehkan baginya tayammum tanpa syarat”..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 137 | Nimah

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

فيكون طلب الماء واجبا حتى يتبين العجز فيتيمم حينئذ ولأن المفهوم من قوله تعالى ! ( فلم تجدوا ماء ) ! أي بعد الطلب

"bahwa mencari air dalam bab tayammum itu hukumnya wajib sampai terasa letih, pada saat itulah ia boleh bertayammum dan dikarenakan juga firman Allah ta'ala :"apabila kalian tidak menemukan air..." maksudnya adalah setelah mencarinya".

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 335 | Mega

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

طلبا لا يشق به

“Mencari air sesuai kemampuan (tidak memberatkan)” .

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 424 | Mega

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

كَانَ مُحَقَّقَ الْوُجُودِ أَوْ مَظْنُونَهُ أَوْ مَشْكُوكَهُ فَيَلْزَمُهُ الطَّلَبُ فِيمَا دُونَ الْمِيلَيْنِ إنْ لَمْ يَشُقَّ وَإِلَّا فَلَا

“Apabila seseorang itu yakin atau berperasangka akan keberadaan air maka baginya wajib mencari untuk (air itu) selama tidak lebih dari dua mil, Namun apabila ia tidak sanggup maka tidak wajib baginya”..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 1 hal. 188 | Nimah

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الْحَالَةُ الثَّالِثَةُ: أَنْ يَتَيَقَّنَ وُجُودَ الْمَاءِ حَوَالَيْهِ. وَلَهُ ثَلَاثُ مَرَاتِبَ. الْأُولَى: أَنْ يَكُونَ عَلَى مَسَافَةٍ يَنْتَشِرُ إِلَيْهَا النَّازِلُ ونَلِلْحَطَبِوَالْحَشِيشِ وَالرَّعْيِ الْمَرْتَبَةُ الثَّانِيَةُ: أَنْ يَكُونَ بَعِيدًا،بِحَيْثُ لَوْسَعَى إِلَيْهِ فَاتَهُ فَرْضُالْ وَقْتِ الْمَرْتَبَةُ الثَّالِثَةُ: أَنْ يَكُونَ بَيْنَ الْمَرْتَبَتَيْنِ،فَيَزِيدُعَلَى مَايَنْتَشِرُ إِلَيْهِا لنَّازِلُونَ،وَيَقْصُرُعَنْ خُرُوجِ الْوَقْتِ.

“(keadaan yang ketiga): yakinnyaseseorangakankeberadaan air disekitarnya, makabaginyaadatigatingkatan: (tingkatan) pertama: dalamkisaran radius (yang biasadigunakkan) pencarikayu, ataupencarirumputataupengembala. (tingkatan) kedua: yaitudalamjarak yang jauh, yang apabilamenempuhnyaakanmenjaadikankeluardariwaktunya”. (tingkatan) ketiga: beradadiantaraduatingkatandiatas, yaitumelebihijarakparapencarikayunamuntidaksampaikeluardari waktunya. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 1 hal. 94 | Neng

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

وحيث طلب الماء فإنما يطلبه من محل يتوهم وجوده فيه، وإذا وجب تردده فيما ذكر تردد (إلى حد تسمع استغاثته) بأن يسمعها رفقته (مع ما الرفقة فيه) بضم الراء وكسرها من تشاغلهم بأشغالهم وتفاوضهم في أقوالهم ويختلف ذلك باستواء الأرض واختلافها صعودا وهبوطا ويسمى ذلك حد الغوث

Apabila seseorang mencari air dia harus mencarinya di tempat yang kira-kira terdapat air di sana, tempat tersebut tidak terlalu jauh sehingga teman-temannya dapat mendengar teriakannya untuk minta tolong dalam kondisi apapun, meskipun mereka sedang sibuk ataupun berisik dengan urusan mereka, dan jaraknya pun relatif, tergantung tinggi rendahnya sebuah dataran. Dan jarak inilah yang biasa disebut jarak pendengaran (jarak di mana seseorang dapat mendengar teriakan atau permintaan tolong).

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 73 | Rahmi

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

وإن تيقن وجودالماء وجب طلبه في حد القرب - وهوستة آلاف خطوة- فإن كان فوق حد القرب تيمم

“Apabilatelahyakinakanadanya air, makawajibuntukmencarinya (dalam radius terdekat) –yaitusejauh radius enamribulangkah – apabilamelebihi radius terdekatmakabertayammumlah”. .

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 57 | Neng

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وصفة الطلب أن يطلب في رحله، ثم إن رأى خضرة أو شيئا يدل على الماء قصده فاستبرأه، وإن كان بقربه ربوة أو شيء قائم أتاه وطلب عنده، وإن لم يكن نظر أمامه ووراءه، وعن يمينه ويساره، وإن كانت له رفقة يدل عليهم طلب منهم، وإن وجد من له خبرة بالمكان سأله عن مياهه، فإن لم يجد فهو عادم

Cara mencarinya yaitu dengan mencarinya menggunakan kendaraan yang dia naiki, apabila dia melihat tanaman hijau atau sesuatu yang berpotensi mengandung air dia harus mendatanginya dan memastikannya, kemudian apabila di dekatnya terdapat bukit dia harus mendatanginya dan mencari air di sana, dan jika dia tidak menemukan air di tempat tersebut dia harus melihat sekeliling, di depan, belakang, kanan dan kiri. Kemudian apabila dia mempunyai rekan-rekan dia juga harus mencarinya pada mereka. Dan yang terakhir apabila dia menemukan seseorang yang mengetahui di mana air berada maka dia harus bertanya pada orang itu. Dan apabila dia tidak menemukan semua itu barulah dia bisa dikatakan tidak menemukan air..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 174 | Rahmi

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

قال القاضي لو خرج الى ضيعة له تقارب البنيان والمنازل, ولو بخمسين خطوة, جاز له التيمم

qodhi berkata: jika keluar ke suatu daerah yang masih dekat dengan bangunan dan perumahan, walau hanya 50 langkah, maka boleh tayamum.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 161 | Taslima

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

أن ابن عمر تيمم ثم صلى العصر وبينه وبين المدينة ميل أو ميلان… قال علي: وهو قول داود وأصحابنا

Umar bertayamum kemudian shalat ashar, jarak antara dia dan kota adalah satu atau dua mil... ali berkata: itu pendapt Daud dan sahabat.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 350 | Taslima

Baca Lainnya :

Tayammum, Sampai Siku atau Pergelangan Tangan?
Imamuddin Mukhtar | 3 April 2015, 10:09 | published
Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum
Kartika Ande | 11 September 2015, 19:57 | published
Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?
Muhammad Aqil Haidar | 17 April 2015, 10:10 | published
Apakah Tayamum Menghilangkan Hadats Atau Sekedar Membolehkan Shalat
Isnaini Mangasiroh | 11 September 2015, 20:00 | published
Waktu Diperbolehkannya Tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 11 September 2015, 20:01 | published
Apakah Tayammum Hanya Untuk Satu Kali Shalat?
Anisah Nurul Sholihah | 11 September 2015, 20:02 | published
Bolehkah Tayammum Shalat Sunnah Dipakai lagi Untuk Shalat Wajib
Mega Cahyati | 11 September 2015, 20:03 | published
Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?
Rahmi Fitriani | 11 September 2015, 20:04 | published
Apakah Tartib Dalam Tayammum Itu Termasuk Rukun?
Kholisnawati | 11 September 2015, 20:05 | published
Apakah Muwalat Termasuk Rukun Dalam Tayammum?
Mardliyatun Nimah | 11 September 2015, 20:07 | published
Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum
Irma Suri Handayani | 11 September 2015, 20:07 | published
Tayammum Itu Satu Tepukan Atau Dua kali?
Ahda Sabila | 11 September 2015, 20:08 | published
Hukum menunda shalat untuk menunggu adanya air
Neng Ani | 18 September 2015, 17:17 | published
Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?
Taslima Husin | 18 September 2015, 17:19 | published