Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?

Fri 16 October 2015 04:53 | 0
Qathrin Izzah Fithri

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap orang pasti menginginkan pasangan yang sekufu. Pemuda shalih mencari wanita yang shalihah, pemuda terhormat mencari wanita terhormat, dan seterusnya. Lalu apakah yang tampan pun harus mencari yang cantik? Apakah ketampanan dan kecantikan juga merupakan kriteria sekufu?

 

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قال - رحمه الله - (والكفاءة تعتبر نسبا ------ وحرية وإسلاما، ---- ومالا وحرفة)

Beliau – semoga Allah merahmatinya – berkata (kafa’ah dilihat dari sisi nasab, ----- merdeka dan beragama islam, ----- dari sisi harta dan juga profesi.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 128 | Fatimah

Dalam memberi pengertian tentang kafaah, pengarang buku tidak menuliskan adanya kecantikan masuk dalam kriteria kafa’ah. Maka dapat disimpulkan bahwa kecantikan bukan termasuk kriteria kafa’ah dalam pernikahan menurut madzhab ini Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

ولا يشترط الجمال ولا يعتبر النسب والحسب لهما

Kecantikan/ketampanan tidak menjadi menjadi syarat bagi pasangan suami istri, begitu juga nasab dan kehormatan..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 132 | Isna

Kecantikan atau ketampanan, tidak menjadi tolak ukur sekufu bagi pasangan suami istri menurut madzhab malikiyah. Al-Imam Al-Haramain (w. 478 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab sebagai berikut :

لم يعتبر أحد من الأصحاب الجمال، ونقيضه في الكفاءة.

Dan dari para ulama madzhab syafi'i tidak ada yang menganggap kecantikan/ketampanan ataupun sebaliknya termasuk dalam kafa'ah (kesepadanan).

Al-Imam Al-Haramain, Nihayatul Mathlab Fii Diroyatil Madzhab, jilid 12 hal. 153 | Ipung

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ليس من الخصال المعتبرة في الكفاءة الجمال ونقيضه، لكن ذكر الروياني، أن الشيخ لا يكون كفئا للشابة ... قلت: الصحيح خلاف ما قاله الروياني.

Kecantikan dan ketampanan atau sebaliknya tidak termasuk dalam kriteria kafaah, akan tetapi Imam Ar-Ruyani menyebutkan bahwa seorang lelaki yang lanjut usia tidak sekufu dengan gadis muda ... Menurut pendapat saya : Yang paling benar adalah kebalikan dari pendapat Imam Ar-Ruyani. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 83 | Qathrin

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

ولا يعتبر الجمال

Kecantikan dan ketampanan tidak termasuk kriteria kafaah.

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 7 hal. 238 | Qathrin

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

ولا يعتبر أيضا الجمال

Kecantikan dan ketampanan juga tidak termasuk kriteria kafaah. .

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 4 hal. 276 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

ولا يعتبر الجمال

Kecantikan dan ketampanan tidak termasuk kriteria kafaah..

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 260 | Qathrin

Al-Qalyubi wa Umairah (w. 1069 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyata Al-Qalyubi wa Umairah sebagai berikut :

ولا يعتبر أيضا الجمال

Dan kecantikan/ketampanan tidaklah temasuk dalam kriteria kafaah..

Al-Qalyubi wa Umairah, Hasyiyata Al-Qalyubi wa Umairah, jilid 3 hal. 237 | Ipung

Setelah membaca pendapat para ulama di atas, bisa disimpulkan bahwa kecantikan atau ketampanan tidak termasuk dalam kriteria kafaah. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang maknanya Allah tidak melihat rupa kamu tetapi melihat hati dan amal kamu. Dan sesungguhnya yang paling baik di mata Allah adalah yang bertaqwa. Maka begitupun dalam memilih pasangan, kecantikan atau ketampanan adalah bonus dari keimanan yang ada dalam diri pasangan. Ketika keimanan dan akhlak yang indah telah menyelimuti seseorang, maka otomatis dia akan indah dipandang mata dan merasa tenang jika berdekatan dengannya. Wallahu a'lam.

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published