Haruskah menikah dengan sekufu?

Sun 11 October 2015 05:01 | 0
Isnawati

Menikah dengan orang yang tidak sepadan kadang mendapat pandangan negatif di masyarakat, maka haruskah seseorang menikah dengan orang yang sekufu atau sepadan menurut syariah? Berikut pendapat ulama masing-masing madzhab tentang menikah sekufu:

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

باب الأكفاء (قال:) اعلم أنّ الكفاءة في النّكاح معتبرة من حيث النّسب وبه نقول: إنّ عند الرّضا يجوز العقد

(beliau berkata : ) Ketahuilah bahwasanya sekufu dalam pernikahan dapat dilihat dari sisi nasab ----- dan dengan hal itu kami berpendapat : Jika pihak yang menikah ridha maka, akad nya sah walau tidak sekufu.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 22 | Fatimah

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

(قال:) وإذا تزوجت المرأة غير كفء فرضي به أحد الأولياء جاز ذلك،

(beliau berkata : ) apabila seorang wanita menikah dengan seorang lelaki yang tidak sekufu, lalu walinya ridha dengan hal ini, maka hal ini diperbolehkan.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 26 | Fatimah

Disini As-Sarakhsi menjelaskan bahwa wanita boleh menikahkan dirinya dengan seseorang yang tidak sekufu dengannya dengan syarat ridha dari wali Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

ولما كانت الكفاءة شرط اللزوم على الولي إذا عقدت بنفسها حتى كان له الفسخ عند عدمها

Wali dapat mensyaratkan adanya kafa'ah apabila wanita yang di bawah perwaliannya menikahkan dierinya sendiri, bahkan jika tidak ditemukan adanya kafa'ah wali boleh menfasakh keduanya. .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 291 | Azizah

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

فيعتبر فيهما سبعة أوصاف … (الوصف الخامس) الكفاءة بين الزوجين… ونكاح عبد لحرة فيجوز برضاها فإن غرها من نفسه فلها الخيار

Sifat yang harus ada pada keduanya (suami istri)ada tujuh sifat...

Sifat yang kelima: Pasangan suami istri sekufu...

Dan seorang budak boleh menikah wanita merdeka dengan ridhanya, jika dia menipu si wanita, maka wanita boleh mengkhiyar. .

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 131 | Isna

Menurut madzhab ini, sifat-sifat yang harus ada pada pasangan suami istri itu salah satunya kafaah, dan diantara kriteria kafaah adalah merdeka, jika seorang wanita rela dinikahkan dengan seorang budak maka boleh. Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Umm sebagai berikut :

قال: وليس نكاح غير الكفء محرما فأرده بكل حال إنما هو نقص على المزوجة والولاة فإذا رضيت المزوجة ومن له الأمر معها بالنقص لم أرده.

Imam Syafi'i berkata: Menikah dengan yang tidak sekufu bukanlah sesuatu yang haram jikapun aku menolaknya semata-mata agar tidak ada kerugian bagi wanita yang dinikahi dan walinya. Namun, jika sang wanita telah ridha begitupun yang bertanggung jawab atas dirinya (walinya) dengan kekurangan tersebut maka aku tidak menolaknya. . .

Al-Imam Asy-Syafi'i, Al-Umm, jilid 5 hal. 16 | Qathrin

Imam Syafi'i dengan jelas mengatakan bahwa pernikahan pasangan yang tidak sekufu tidak masalah selama semua pihak yang terkait dalam pernikahan tersebut yakni mempelai pengantin dan para walinya telah ridha. Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

قال الشافعي رحمه الله: " وليس نكاح غير الكفؤ بمحرم فأرده بكل حال إنما هو تقصير عن المزوجة والولاة ".

"Syafi'i berkata: nikah dengan yang bukan sekufu bukanlah sesuatu yang haram maka jikapun aku menolaknya semata-mata agar tidak ada kekurangan yang diterima oleh wanita yang dinikahi dan bagi walinya. .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 100 | Ipung

Imam Syafi'i tidak mengharamkan pernikahan dengan yang tidak sekufu' apabila pihak wanita ridha. Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

قال الماوردي: وأما الكفاءة في النكاح فمعتبرة بين الزوجين في لحوق الزوجة والأولياء ...

Mawardi berkata: "Adapun kafaah (kesepadanan) dalam pernikahan adalah sesuatu yang dapat dipertimbangkan oleh kedua pihak, yaitu dalam pernikahan dan (dibawah) perwalian".

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 100 | Ipung

Beliau berdalil dengan Hadist yang diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah, dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda: "Pilihlah tempat engkau menanamkan air mani (benih)mu, dan nikahilah wanita-wanita yang sekufu (sederajat), dan nikahkanlah mereka (dengan wanita-wanita yang berada di bawah perwalianmu). ( Sunan Ibnu Majah,no.1968, Al-Mustadrok, no.2687 ) Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فصل: ولا يجوز للولي أن يزوج المنكوحة من غير كفء إلا برضاها ورضى سائر الأولياء

Fasl : Wali tidak boleh menikahkan seorang wanita dengan seseorang yang tidak sekufu dengannya kecuali wanita tersebut dan para walinya ridha....

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 432 | Qathrin

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فصل: وإن دعت المنكوحة إلى غير كفء لم يلزم الولي تزويجها لأنه يلحقه العار فإن رضيا جميعاً جاز تزويجها

Fasl : Jika seorang wanita minta dinikahkan dengan laki-laki yang tidak sekufu maka wali tidak harus menikahkan mereka karena terdapat aib. Akan tetapi jika masing-masing pihak telah ridha maka wali boleh menikahkan wanita tersebut. .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 432 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

(فصل) ولا يجوز للولى أن يزوج المنكوحة من غير كفء إلا برضاها ورضى سائر الاولياء

Fasl : Seorang wali tidak boleh menikahkan seorang wanita dengan seseorang yang tidak sekufu kecuali mendapat ridha dari wanita tersebut dan ridha dari semua walinya. .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 16 hal. 178 | Qathrin

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

مسألة؛ قال: وإذا زوّجت من غير كفءٍ، فالنّكاح باطل اختلفت الرّواية عن أحمد في اشتراط الكفاءة لصحّة النّكاح، فروي عنه أنّها شرط له... والرّواية الثّانية عن أحمد أنّها ليست شرطا في النّكاح… والثّانية، هو صحيح؛ بدليل أنّ المرأة الّتي رفعت إلى النّبيّ - صلّى اللّه عليه وسلّم - أنّ أباها زوّجها من غير كفئها خيّرها، ولم يبطل النّكاح من أصله.

Jika seorang wanita dinikahkan dengan laki-laki yang tidak sekufu maka pernikahan tersebut tidak sah. Terdapat perbedaan riwayat dari imam ahmad dalam hal ini, riwayat pertama mengatakan bahwa kafaah adalah syarat sah pernikahan… Riwayat kedua mengatakan bahwa kafaah bukan syarat… dan yang shahih adalah riwayat yang kedua. Dengan dalil bahwa nabi memberikan hak khiyar kepada seorang wanita yang dinikahkan ayahnya dengan seorang laki-laki yang tidak sekufu dengannya, dan pernikahan tersebut pada dasarnya sah. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 33 | Maryam

hak khiyar adalah: hak untuk memilih antara menerima atau menolak

Dari semua pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa, menikah dengan yang orang yang sekufu adalah hal yang dianjurkan bagi pasangan suami istri. Tapi bukan berarti tidak dibolehkan menikah dengan yang tidak sekufu menurut pendapat jumhur ulama. Menikah dengan sekufu merupakan hak bagi pasangan suami istri, jika keduanya atau pun salah satu di antara mereka menggugurkan haknya, dengan tidak memandang kafaah pada pasangannya maka hal itu sah-sah saja menurut agama, namun, alangkah lebih baik seseorang menikah dengan yang sekufu dengannya, demi ke mashlahatan dirinya, dan melaksanakan anjuran agama.

Wallahua'alam.

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published