Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?

Wed 14 October 2015 06:00 | 3
Fatimah Khairun Nisa

Telah dibahas diartikel sebelumnya tentang kriteria kafa'ah dalam pernikahan islam. Setidaknya para ulama sangat beragam dalam menentukan hal ini. Lalu, apakah nasab termasuk kriteria kafa'ah? mari kita simak pendapat para ulama antar madzhab :

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

[باب الأكفاء] (قال:) اعلم أن الكفاءة في النكاح معتبرة من حيث النسب وبه نقول: إن عند الرضا يجوز العقد

(beliau berkata : ) Ketahuilah bahwasanya sekufu dalam pernikahan dapat dilihat dari sisi nasab ----- dan dengan hal itu kami berpendapat : Jika pihak yang menikah ridha maka, akad nya sah walau tidak sekufu.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 22 | Fatimah

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

فنقول: الكفاءة في خمسة أشياء (أحدها) النسب،____(والثاني): الكفاءة في الحرية ____(والثالث): الكفاءة من حيث المال ____(والرابع): الكفاءة في الحرف،____ (والخامس:) الكفاءة في الحسب،

Pendapat kami : kafa’ah dilihat dari 5 hal : (yang pertama) nasab, ---- (kedua) : kafa’ah dari sisi merdeka ---- (ketiga) : kafa’ah dari segi harta, ---- (keempat) : kafa’ah dari segi profesi, ---- (kelima) : kafa’ah dari segi kehormatan .

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 24 | Fatimah

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما الثالث في بيان ما تعتبر فيه الكفاءة، فما تعتبر فيه الكفاءة أشياء. منها النسب،

Yang ketiga ialah masalah tentang apa saja yang termasuk dalam kafa’ah (keriteria sekufu), maka yang termasuk dalam kafa’ah ada berbagai macam. Diantaranya adalah nasab, .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 318 | Azizah

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

" ثم الكفاءة تعتبر في النسب "

Nasab termasuk kriteria dalam kafaah (kesepadanan).

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 195 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قال - رحمه الله - (والكفاءة تعتبر نسبا ----- وحرية وإسلاما

Beliau – semoga Allah merahmatinya – berkata (Nasab termasuk kriteria dalam kafaah (kesepadanan) ---- merdeka, dan beragama islam.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 128 | Fatimah

Al-'Aini (w. 855 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Binayah Syarah Al-Hidayah sebagai berikut :

م: (ثم الكفاءة تعتبر في النسب) م: (لأنه) ش: أي لأن النسب م: (يقع به التفاخر) ش: وهذا ظاهر،

(Nasab termasuk dalam keriteria kafa'ah) karena nasab termasuk sesuatu yang dibanggakan, dan itu sudah jelas..

Al-'Aini, Al-Binayah Syarah Al-Hidayah , jilid 5 hal. 110 | Azizah

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

(قوله والكفاءة تعتبر نسبا ----

(perkataan beliau : nasab termasuk dalam kriteria kafaah ---.

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 3 hal. 139 | Fatimah

Ibnu Nujaim (w. 970 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

والحاصل: أن النسب المعتبر هنا خاص بالعرب، وأما العجم فلا يعتبر في حقهم ولذا كان بعضهم كفؤا لبعض

Kesimpulannya : nasab yang dimaksud disini hanya dikhususkan pada kaum arab, sedangkan bagi kaum selain arab nasab tidak menjadi hal yang dipertimbangkan, maka dari itu sebagian dari mereka sekufu dengan sebagian yang lain..

Ibnu Nujaim, Al-Bahru Ar-Raiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 3 hal. 141 | Fatimah

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

الوصف الثالث النسب

Kriteria ketiga adalah nasab.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 4 hal. 214 | Isna

Al-Qarafi termasuk ulama kalangan madzhab malikiyah yang memasukkan kesamaan nasab menjadi salah satu bagian kriteria sekufu. Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

ولا يشترط الجمال ولا يعتبر النسب والحسب لهما

kecantikan/ketampanan, nasab atau kehormatan tidak menjadi syarat dalam kafaah..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 132 | Isna

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

أنه لا يشترط في الكفاءة حسب ولا نسب

Kehormatan dan nasab tidak menjadi kriteria dalam kafaah.

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 207 | Isna

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

الحاصل أن الأوصاف التي اعتبروها وفاقا وخلافا ستة أشار لها بعضهم بقوله: نسب ودين صنعة حرية ... فقد العيوب وفي اليسار تردد (اهـ) . فإن ساواها الرجل في تلك الستة فلا خلاف في كفاءته وإلا فلا، واقتصر المصنف على ثلاثة منها وهي المماثلة في الدين والحال والحرية ولا يشترط فيها المماثلة في غير ذلك على المعتمد فمتى ساواها الرجل في تلك الثلاثة كان كفئا.

Hasilnya adalah, kriteria-kriteria kafaah yang disepakati dan diperselisihkan dikalangan ulama madzhab malikiyah ada enam:(1)Nasab.(2) Agama.(3)Profesi. (4) Merdeka. (5)Tidak cacat. (6)Kekayaan.

Jika Pasangan suami istri ini memiliki kesamaan dalam enam hal tersebut, maka keduanya sudah dipastikan sekufu. Namun penulis membatasi kriteria kafaah bagi pasangan suami istri dalam tiga hal saja, yaitu: agama, keadaan fisik dan status merdeka. Selain itu tidak termasuk kafaah menurut pendapat yang kuat. Jika keduanya memiliki kesamaan dalam tiga hal tersebut sudah bisa dikatakan telah sekufu..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 400 | Isna

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فصل: الشرط الثاني وهو النسب فأما الشرط الثاني: وهو " النسب " فمعتبر.. ".

Pasal: syarat kedua ( kriteria sepadan) adalah keturunan. Adapun syarat kedua : dari segi nasab (keturunan).

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 102 | Ipung

Dan kriteria ini di anggap karena berdasarkan hadist rasulullah yang dimana perempuan dinikahi karena empat perkara dan salah satunya adalah karena keturunannya. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الثالثة: النسب، فالعجمي ليس كفئا للعربية، ولا غير القرشي للقرشية، ولا غير الهاشمي والمطلبي للهاشمية أو المطلبية. وبنو هاشم وبنو المطلب أكفاء.

Yang ketiga : Nasab, maka seorang laki-laki yang bukan arab tidak sekufu dangan wanita arab, begitupula laki-laki yang bukan bangsa Quraisy tidak sekufu dengan wanita Quraisy, dan laki-laki yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib tidak sekufu dangan wanita Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Adapun Bani Hasyim dan Bani Muthalib sekufu. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 80 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

ونسب فالعجمي ليس كفء عربية ولا غير قرشية ولا غير هاشمي ومطلبي لهما والأصح اعتبار النسب في العجم كالعرب وعفة فليس فاسق كفء عفيفة

...Dan nasab, maka laki-laki selain arab tidak sekufu dengan wanita arab ataupun wanita dari Bani Quraisy. Begitu pula dengan laki-laki yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib tidak sekufu dengan kedua wanita tadi. Dan pendapat yang paling shahih dalam madzhab ini adalah bahwa bangsa selain arab mempertimbangkan nasab sebagai kriteria kafaah sebagaimana bangsa arab. .

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 209 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

...ثالثها (نسب) والعبرة فيه بالآباء

Kriteria ketiga dalam kafaah adalah (nasab) dan yang dimaksud adalah nasab dari jalur ayah... .

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 255 | Qathrin

Abu An-Naja (w. 968 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal sebagai berikut :

الثاني المنصب وهو النسب: فلا يكون العجمي وهو من ليس من العرب كفئا لعربية

2. Kedudukan, yakni Keturunan, seorang laki-laki non arab tidak sekufu dengan wanita arab..

Abu An-Naja, Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal, jilid 3 hal. 179 | Maryam

Setelah kita melihat pemaparan diatas, ternyata mayoritas ulama berpendapat bahwasanya nasab termasuk kriteria kafaah. Hanya saja dalam madzhab Al-Hanafiyyah ada ulama yang menjelaskan bahwasanya nasab ini hanya terkhusus bagi kaum Arab, sedangkan bagi kaum selain Arab nasab tidak dipertimbangkan adanya. Begitu juga dalam madzhab Al-Malikiyyah, dalam madzhab tersebut ada ulama yang berpendapat bahwa nasab bukan termasuk kriteria kafaah. Wallaahu a'lam bisshawab

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published