Hukuman Cambuk Dilakukan di Bagian Tubuh yang Mana?

Wed 16 September 2015 23:17 | 6
Khaerul Anam

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

ولا يجمع الضرب في عضو واحد؛ لأنه يفضي إلى تلف ذلك العضو، أو إلى تمزيق جلده، وكل ذلك لا يجوز، بل يفرق الضرب على جميع الأعضاء من الكتفين والذراعين والعضدين والساقين والقدمين إلا الوجه والفرج والرأس

.

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 7 hal. 59 | Mardoni

Ibnu Rusyd Al-Hafid (w. 595 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid sebagai berikut :

وقال مالك: يضرب في الحدود الظهر وما يقاربه

Imam Malik berpendapat bahwa pencambukan dilakukan pada bagian punggung dan daerah sekitarnya.

Ibnu Rusyd Al-Hafid, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 4 hal. 221 | Anam

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

وفي الكتاب يضرب في الحدود كلها على الظهر ويجرد الرجل في الحد والنكال من الثياب ويقعد ولا يقام

“Di dalam Al-Kitab disebutkan bahwasanya dalam pelaksanaan hudud yang dikenai pukulan adalah seluruh punggung, dan pada saat pelaksanaan hudud pelaku laki-laki harus dilepas bajunya, serta dihukum dalam posisi duduk, bukan berdiri…..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 12 hal. 80 | Tajun

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

لم نجد عن الله تعالى، ولا عن رسوله - صلى الله عليه وسلم - أمرا بأن يخص عضوا بالضرب دون عضو إلا حد القذف وحده ... فوجب أن لا يخص بضرب الزنى، والخمر عضو من عضو، إذ لو أراد الله تعالى ذلك لبينه على لسان رسوله - صلى الله عليه وسلم -

Kami tidak menemukan dalam (firman) Allah Subahanahu Wata'ala dan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam perintah untuk mengkhususkan salah satu anggota badan tertentu untuk dipukul(dalam pelaksanaan hudud) kecuali dalam had qadzaf saja ... maka wajib hukumnya untuk tidak mengkhususkan pukulan pada anggota badan tertentu dalam had zina dan minum khamar. Sebab jika Allah menghendaki hal tersebut, pasti akan Dia jelaskan melalui lisan Rasul-Nya SAW..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 12 hal. 80 | Wahab

Baca Lainnya :

Apakah Pengasingan Selama Setahun Termasuk Hudud?
Ali Shodiqin | 16 September 2015, 22:30 | published
Siapa yang Memulai Proses Rajam, Saksi atau Hakim?
Ahmad Wahyudi | 16 September 2015, 23:08 | published
Dirajam dengan Berdiri, Diikat, atau Dikubur Setengah Badan?
Mardoni Saputra | 16 September 2015, 23:13 | published
Hukuman Cambuk Dilakukan di Bagian Tubuh yang Mana?
Khaerul Anam | 16 September 2015, 23:17 | published
Tempat Pelaksanaan Hukuman Hudud
Tajun Nashr, Lc | 16 September 2015, 23:19 | draft
Apakah Liwath Sama Hukumnya Dengan Zina??
Muhammad Abdul Wahab | 16 September 2015, 23:21 | published
Kriteria Orang yang Bisa Dikenai Hukuman Hudud
Tajun Nashr, Lc | 4 October 2015, 05:38 | draft
Hukuman Bagi yang Bersetubuh Dengan Mayat
Khaerul Anam | 16 September 2015, 23:24 | published
Pelaku Zina Sakit, Tetapkah Dihudud?
Tajun Nashr, Lc | 18 October 2015, 20:07 | draft
Zina Sebab Dipaksa, Tetap Dirajam/Dihudud?
Ali Shodiqin | 28 September 2015, 10:45 | draft
Bolehkah Terdakwa Zina Merujuk Pengakuannya?
Ahmad Wahyudi | 28 September 2015, 10:46 | draft
Berapa Kali Harus 'Iqrar' (Mengaku) Untuk Dilaksanakan Hudud?
Mardoni Saputra | 28 September 2015, 10:49 | draft
Apa Hukuman Bagi Yang Menyutubuhi Hewan?
Khaerul Anam | 28 September 2015, 14:16 | draft
Hukuman Bagi Hewan Yang Disetubuhi Manusia?
Muhammad Abdul Wahab | 28 September 2015, 14:21 | draft
Apa Itu Muhshan?
Muhammad Abdul Wahab | 28 September 2015, 14:25 | draft