Apa Saja Kafarah Membatalkan Puasa Dengan Sengaja Berjima di Bulan Ramadhan? Apakah Berurutan Atau Boleh Memilih Salah Satu?

Wed 6 May 2015 20:55 | 0
Faisal Reza Amaradja

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما بيان كيفية وجوب هذه الأنواع فلوجوبها كيفيتان : إحداهما أن بعضها واجب على التعيينِ مطلقا , وبعضها على التخيير مطلقا وبعضها على التخيير في حال والتعيين في حال . ( أما ) الأَول فكفارة القتل والظهار والإفطار ; لأن الواجب في كفارة القتل التحرير على التعيين

Adapun penjelasan tentang tatacara yang wajib dalam pelaksanaan macam-macam kafarah ini ada 2 cara. Salah satu caranya adalah wajib menentukan secara mutlak dan sebagian lainnya boleh memilih secara mutlak. Sedangkan cara yang lainnya adalah boleh memilih dan menentukan sesuai kondisi masing-masing. Adapun kafarah yang mengikuti cara yang pertama adalah kafarah menghilangkan nyawa, dhihar dan merusak puasa di siang hari. Karena ketentuan yang wajib dalam kafarah menghilangkan nyawa adalah memerdekakan budak..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 5 hal. 95 | Ajib

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

قوله :( ككفارة المظاهر ) مرتبط بقوله وكفر أي مثلها في الترتيب فيعتق أولا فإن لم يجد صام شهرين متتابعين فإن لم يستطع أطعم ستين مسكينا

Perkataannya "seperti kafarah dhihar" terikat dengan perkataan yang sebelumnya ( tentang kafarah merusak puasa di siang hari) yaitu keterikatan dalam melaksanakan kafarah ataupun kesamaan dalam urutannya. Yang pertama adalah Memerdekakan seorang budak, namun jika tidak mampu maka wajib berpuasa 2 bulan berturut-turut dan jika tidak mampu juga maka wajib memberi makan 60 orang miskin..

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 2 hal. 109 | Aqil

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

والكفارة في ذلك عتق رقبة أو صيام شهرين متتابعين أو إطعام ستين مسكينا أي هذه الثلاثة فعل أجزأه واستحب مالك الإطعام في ذلك

Kafarah itu adalah memerdekakan seorang budak atau berpuasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin. ketiga ini jika di kerjakan (salah satunya) maka sah pelaksanaan kafarahnya. Pada kafarah itu Imam Malik mensunahkan memberi makan 60 orang miskin..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 0 hal. 124 | Ajib

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

وقال مالك هي على التخيير لأن الحديث رواه أبو هريرة بصيغة أو وهي للتخيير وقياسا على كفارة اليمين

Imam Malik (w 179 H) berpendapat bahwa kafarah tidak harus berurutan atau boleh memilih salah satu diantara ketiganya. Dikarenakan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dengan shighoh أو yang memberi makna boleh memilih dan pendapat ini juga menggunakan qiyas terhadap kafarah yamin..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 2 hal. 526 | Amrozi

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

أن هذه الكفارة مرتبة ككفارة الظهار فيجب عتق رقبة فإن لم يجد فصيام شهرين متتابعين فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينا

sesungguhnya kafarah ini berurutan sebagaimana kafarah dhihar. Maka wajib memerdekakan seorang budak, jika tidak mampu maka wajib berpuasa 2 bulan berturut-turut dan jika tidak sanggup juga maka wajib memberi makan 60 orang miskin..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 2 hal. 379 | Syarif

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

أي الكفارة المذكورة مرتبة فيجب أولا ( عتق رقبة ) مؤمنة ( فإن لم يجد ) ( فصيام شهرين متتابعين , فإن لم يستطع ) صومهما ( فإطعام ستين مسكينا )

Yaitu kafarah yang disebutkan harus berurutan. Maka yang pertama adalah wajib memerdekakan seorang budak wanita yang beriman, jika tidak sanggup maka wajib berpuasa 2 bulan berturut—urut, jika tidak mampu maka wajib memberi makan 60 orang miskin..

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 1 hal. 444 | Imam

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

أن كفارة الوطء في رمضان ككفارة الظهار في الترتيب , يلزمه العتق إن أمكنه , فإن عجز عنه انتقل إلى الصيام , فإن عجز انتقل إلى إطعامِ ستين مسكينا……. وعن أحمد رواية أخرى , أَنها على التخيير بين العتق والصيام والإطعام , وبأيها كفر أجزأه .

Kafarah berjima di bulan ramadhan harus berurutan seperti kafarah dzihar. Wajib baginya untuk memerdekakan budak jika di mampu, namun jika dia tidak mampu maka berpindah kepada berpuasa dan jika tidak mampu maka berpindah kepada memberi makan 60 orang miskin…. ada juga riwayat dari Imam Ahmad yang menyatakan bahwa boleh memilih diantara memerdekakan budak, berpuasa atau memberi makan dan sah jika dikerjakan salah satunya..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 140 | Faisal

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

والكفارة على الترتيب فيجب عتق رقبة ) إن وجدها… و ( لا ) يجزئه الصوم ( إن قدر ) على العتق

Kafarah harus berurutan maka wajib untuk memerdekakan budak jika dia menemukannya… dan tidak sah puasanya jika dia mampu untuk memerdekakan budak..

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 2 hal. 327 | Syarif

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

هي كما ذكرنا في رواية جمهور أصحاب الزهري: من عتق رقبة لا يجزئه غيرها ما دام يقدر عليها, فإن لم يقدر عليها لزِمه صوم شهرين متتابعين, فإن لم يقدر عليها لزمه حينئذ إطعام ستين مسكينا

Kafarah berjima di bulan puasa sebagaimana yang kami sebutkan tentang riwayat mayoritas ashhab Az-Zuhri yaitu memerdekakan seorang budak. Tidak sah Jika dia membayar kafarah dengan selain memerdekakan budak disaat dia mampu memerdekakannya. Namun jika tidak mampu maka wajib baginya puasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak mampu juga maka wajib ketika itu memberi makan 60 orang miskin..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 197 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Wanita Yang Hamil Dan Menyusui
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 April 2015, 09:43 | published
Tua Renta Tak Mampu Puasa, Apakah Wajib Bayar Fidyah?
Muhamad Amrozi | 28 April 2015, 06:43 | published
Ukuran memberi makan dalam kafarat jima`
Muhammad Syarif Hidayatullah | 5 May 2015, 09:44 | published
Apa yang Wajib bagi Orang yang Meninggal dan Memiliki Hutang Puasa?
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:44 | draft
Mengulangi Jima Siang Ramadhan, Berapa Banyak Kafaratnya?
Muhamad Amrozi | 8 May 2015, 05:45 | published
Jima' Siang Ramadhan, Yang Wajib Membayar Kafarat Hanya Suami?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 May 2015, 09:45 | published
Belum Qadha Puasa Sampai Ramadhan Berikutnya. Bagaimana Hukumnya?
Muhammad Aqil Haidar | 9 May 2015, 09:45 | published
Siapakah wali yang harus mengqodho puasa mayit?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 21 May 2015, 09:46 | published
Hukum Makan dan Minum Dengan Sengaja Di Bulan Puasa, Apakah Wajib Kafarat ?
Faisal Reza Amaradja | 25 April 2015, 22:07 | published
Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang ?
Faisal Reza Amaradja | 2 May 2015, 23:04 | published
Apa Saja Kafarah Membatalkan Puasa Dengan Sengaja Berjima di Bulan Ramadhan? Apakah Berurutan Atau Boleh Memilih Salah Satu?
Faisal Reza Amaradja | 6 May 2015, 20:55 | published