Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang ?

Sat 2 May 2015 23:04 | 0
Faisal Reza Amaradja

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

الإطعام عندنا يقدر بنصف صاعٍ لكل مسكين

Menurut kami ukuran memberi makan kepada setiap orang miskin adalah setengah sho..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 3 hal. 161 | Ajib

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

وإن أعطى قيمة الطعام يجوز

Boleh jika membayar kafarah dengan memberikan uang sesuai dengan harga makanan..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 8 hal. 267 | Ajib

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

فالمقدار في التمليك هو نصف صاع من حنطة أو صاع من شعير أو صاع من تمر.. وإنما جوازه باعتبار القيمة فتعتبر قيمته كالدراهمِ والدنانير وهذا عند أصحابنا

Adapun takarannya adalah setengah sho’ gandum, satu sho’ Sya’ir (dari jenis gandum) atau satu sho’ kurma... Menurut ashab kami, mengganti makanan dengan yang lainnya itu boleh jika dilihat dari aspek nilai atau harga. Maka yang dianggap adalah nilainya, seperti dirham dan dinar..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 5 hal. 101 | Aqil

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

والإطعام ستون مدا لستين مسكينا بمد النبي عليه الصلاة والسلام وهذا أقل ما يجزئه من الإطعام وان أطعم مدا ونصفا أو مدين لكل مسكين فحسن

Dan memberi makan sejumlah 60 mud untuk 60 orang miskin dengan takaran yang sama dengan mudnya nabi muhammad saw. Ini adalah takaran paling sedikit dari memberi makan. Jika memberi makan 1,5 atau 2 mud bagi setiap orang miskin maka itu lebih baik..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 0 hal. 124 | Amrozi

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

النوع الثالث إطعام ستين مسكينا لكل مسكين مد بمده – صلى الله عليه وسلم

Jenis yang ketiga yaitu memberi makan 60 orang miskin, bagian untuk setiap orang miskin adalah 1 mud dengan mudnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 170 | Ajib

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

إذا كفر بالإطعام فهو إطعام ستين مسكينا كل مسكين مد سواء البر والزبيب والتمر وغيرها

Jika kafarat dengan cara memberi makan, maka hendaklah memberi makan untuk 60 orang miskin, masing-masing menerima 1 mud, baik dari jenis gandum, kismis, kurma, ataupun selainnya..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 345 | Syarif

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

ولا يجزئ الدقيق ولا السويق ولا الحب المعيب ولا القيمة

Tidak sah memberikan makanan dengan tepung gandum, tepung dan biji-bijian yang rusak dan nilai (uang)..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 372 | Syarif

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

ويصرف للستين المذكورين ( ستين مدا ) لكل واحد مد

Dibagikan (kafarat memberi makan) kepada 60 orang yang disebutkan sebanyak 60 mud satu dan setiap orang menerima satu mud..

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 3 hal. 366 | Amrozi

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

لكل مسكين مد من بر، أو نصف صاع من تمر أو شعير

Setiap orang miskin mendapatkan 1 mud gandum dari jenis burr atau setengah sho’ (2 mud) kurma atau sya’ir (dari jenis gandum..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 141 | Imam

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ومن كان فرضه الإطعام فإنه لا بد له من أن يطعمهم شبعهم، من أي شيء أطعمهم وان اختلف، مثل أن يطعم بعضهم خبزا، وبعضهم تمرا، وبعضهم ثريدا، وبعضهم زبيبا، ونحو ذلك، ويجزئ في ذلك مد بمد النبي صلى الله علي وسلم

Dan seorang yang wajib baginya untuk memberi makan maka harus memberi orang miskin makan sampai kenyang, dari jenis apapun makanannya dan berbeda-beda ketika memberinya. Seperti memberi makan sebagian dari mereka dengan kurma, sebagian yang lainnya diberi makan bubur dan yang lainnya diberi makan kismis ataupun semisalnya. sah saja jika memberi makan dengan takaran 1 mud Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 201 | Faisal

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يجوز تحديد إطعامٍ دون إطعامٍ بغير نص ولا إجماع…..قال أبو محمد: وهذا تحكم وشرع لم يوجبه نص، ولا إجماع، ولا قياس، ولا قول صاحب

Dan tidak boleh membatasi takaran dalam memberi makan tanpa ada keterangan dari nash (qur’an dan Sunnah) ataupun ijma’. berkata Abu Muhammad (Ibnu Hazm) " hal ini (pembatasan takaran memberi makan) adalah penetapan hukum dan syariat yang tidak diwajibkan oleh nash, ijma’, qiyas dan qaul sahabat..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 202 | Faisal

Baca Lainnya :

Hukum Puasa Ramadhan Bagi Wanita Yang Hamil Dan Menyusui
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 April 2015, 09:43 | published
Tua Renta Tak Mampu Puasa, Apakah Wajib Bayar Fidyah?
Muhamad Amrozi | 28 April 2015, 06:43 | published
Ukuran memberi makan dalam kafarat jima`
Muhammad Syarif Hidayatullah | 5 May 2015, 09:44 | published
Apa yang Wajib bagi Orang yang Meninggal dan Memiliki Hutang Puasa?
Tajun Nashr, Lc | 10 September 2015, 09:44 | draft
Mengulangi Jima Siang Ramadhan, Berapa Banyak Kafaratnya?
Muhamad Amrozi | 8 May 2015, 05:45 | published
Jima' Siang Ramadhan, Yang Wajib Membayar Kafarat Hanya Suami?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 May 2015, 09:45 | published
Belum Qadha Puasa Sampai Ramadhan Berikutnya. Bagaimana Hukumnya?
Muhammad Aqil Haidar | 9 May 2015, 09:45 | published
Siapakah wali yang harus mengqodho puasa mayit?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 21 May 2015, 09:46 | published
Hukum Makan dan Minum Dengan Sengaja Di Bulan Puasa, Apakah Wajib Kafarat ?
Faisal Reza Amaradja | 25 April 2015, 22:07 | published
Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang ?
Faisal Reza Amaradja | 2 May 2015, 23:04 | published
Apa Saja Kafarah Membatalkan Puasa Dengan Sengaja Berjima di Bulan Ramadhan? Apakah Berurutan Atau Boleh Memilih Salah Satu?
Faisal Reza Amaradja | 6 May 2015, 20:55 | published