|


 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

ذكر في الأصل وقال : ولا تجب الأضحية على الحاج ؛ وأراد بالحاج المسافر فأما أهل مكة فتجب عليهم الأضحية وإن حجوا

disebutkan dalam usul: dan tidak wajib berqurban bagi yang berhaji; dan yang dimaksudkan adalah orang berhaji yang juga sekaligus musafir, adapun penduduk mekah yang sedang menunaikan haji maka wajib bagi mereka berqurban .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 10 hal. 252 | Hamam

Al-Hashkafi (w. 1088 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Ad-Durr Al-Mukhtar Syarh Tanwirul Abshor sebagai berikut :

فلا تجب على حاج مسافر: فأما أهل مكة فتلزمهم وإن حجوا، وقيل لا تلزم المحرم.

Berqurban tidak wajib (menurut hanafi) untuk orang yang sedang berhaji dan musafir. Adapun penduduk Mekah, maka wajib walaupun mereka sedang berhaji. Tapi ada juga yang berpendapat tidak wajib bagi siapa saja yang sedang ihram..

Al-Hashkafi, Ad-Durr Al-Mukhtar Syarh Tanwirul Abshor, jilid 1 hal. 646 | Anam

Ibnu Rusyd Al-Hafid (w. 595 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid sebagai berikut :

فَذَهَبَ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ إِلَى أَنَّهَا مِنَ السُّنَنِ الْمُؤَكَّدَةِ، وَرَخَّصَ مَالِكٌ لِلْحَاجِّ فِي تَرْكِهَا بِمِنًى

Imam Malik dan as-Syafi’i berpendapat bahwa berqurban hukumnya sunnah muakkadah, dan Imam Malik memberi rukhsoh bagi yang berhaji untuk tidak berqurban di mina..

Ibnu Rusyd Al-Hafid, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 2 hal. 191 | Syafaat

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

يُؤمر بهَا من اجْتمعت فِيهِ خَمْسَة شُرُوط ... وَأَن لَا يكون حَاجا بمنى فَإِن سنته الْهَدْي

Diperintahkan untuk berqurban, orang yang memenuhi lima syarat ... (salah satunya) orang itu tidak sedang dalam keadaan berhaji di Mina, karena yang sunnah baginya adalah al-hadyu..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 125 | Wahab

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

علق الدسوقي على قول خليل: (سن لحر غير حاج بمنى)، ومفهومه أنه لو كان حاجا بمنى لا تسن في حقه، وهذا فاسد؛ لأن الحاج لا يطالب بها كان بمنى أو بغيرها

Imam Ad-Dasuqi mengomentari perkataanya Kholil: (qurban itu disunnahkan untuk yang merdeka dan tidak sedang haji di Mina), "Mafhum dari perkataan tersebut, jika orang sedang berhaji di Mina maka tidak disunnahkan baginya untuk berqurban. dan perkataan ini tidak benar, karena orang yang sedang berhaji tidak dituntut untuk berqurban baik di sedang di Mina atau di tempat lain..

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 118 | Wahab

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

أما الضحايا والهدايا فحكمها في جميع ما قدمناه سواء، وإنما يختلفان في المحل فمحل الهدي الحرم، لقول الله تعالى: {ثم محلها إلى البيت العتيق) {الحج: 33) . ومحل الضحايا في بلد المضحي

Sedangkan hukum qurban dan hadyu adalah sama ( sunah muakkadah ) akan tetapi perbebedaanya hanya tempat saja, tempat hadyu di tanah Haram sedangkan tempat qurban dimana saja(di luar tanah haram)..

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 15 hal. 115 | Ali I

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

مسألة: والأضحية مستحبة للحاج بمكة وللمسافر كما هي للمقيم ولا فرق

qurban sunnah hukumnya bagi orang yang sedang berhaji di Makkah. begitu juga musafir, sama seperti orang yang tidak bepergian, ia disunahkan berqurban. .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 37 | Wahyudi

Baca Lainnya :